Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Peranan Jenis Media, Sumber Hormon Alami dan Teknik Induksi Akar Planlet dalam Aklimatisasi Pule Pandak

Life Science · Vol. 10 No. 2 (2021) · hlm. 140–149

DOI
10.15294/lifesci.v10i2.54445
ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2021-11-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pule pandak is a plant that has medicinal. Pule pandak seeds have a hard coat that makes it difficult to germinate naturally. Plant tissue culture can be an alternative that is able to overcome the difficulty of seed germination which then needs to be acclimatized. Factors that influence the success of acclimatization include media type, induction technique and growth regulators. This study aims to analyze the role of media types, natural hormone sources and plantlet root induction techniques. This study used a randomized block design with three factors, the type of media (cocopeat, vermiculite and sand), natural hormone sources (coconut water and bean sprouts extract) and root induction techniques (in vitro + ex vitro and ex vitro). The parameters observed were the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Data were analyzed by three-way Anava and Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the type of media had no effect on the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Natural hormone sources of bean sprouts extract affect the number of roots, number of leaves and plant height. Root induction techniques in vitro + ex vitro affected number of roots. Pule pandak adalah tanaman yang memiliki khasiat sebagai bahan obat. Biji pule pandak memiliki kulit biji yang keras sehingga sulit berkecambah secara alami. Kultur jaringan tanaman dapat menjadi salah satu alternatif yang mampu mengatasi kesulitan perkecambahan biji yang selanjutnya perlu dilakukan aklimatisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan aklimatisasi antara lain jenis media, teknik induksi dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan jenis media, sumber hormon alami dan teknik induksi akar planlet. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu jenis media (cocopeat, vermikulit dan pasir), sumber hormon alami (air kelapa dan ekstrak tauge) dan teknik induksi akar (in vitro+ex vitro dan ex vitro). Parameter yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tidak berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Sumber hormon alami ekstrak tauge berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun dan tinggi tanaman. Teknik induksi akar secara in vitro+ex vitro berpengaruh terhadap jumlah akar.

Jaringan kolaborasi para penulis

31 penulis · 66 tautan kepenulisan bersama · 6 lintas organisasi

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Muria Kudus University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Noor Aini HabibahAfiliasi tidak diketahui3
Yustinus Ulung AnggraitoAfiliasi tidak diketahui2
Furzani Pa’eeAfiliasi tidak diketahui2
Siti MasfuahMuria Kudus University1
Ani RusilowatiState University of Semarang1
Fina FakhriyahMuria Kudus University1
Mila RoysaMuria Kudus University1
Wiyanto WiyantoState University of Semarang1
Parmin ParminState University of Semarang1
E. CahyonoState University of Semarang1
Khusniyyatul MunaAfiliasi tidak diketahui1
Krispinus Kedati PukanState University of Semarang1
Laila Nur Hidayah HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Surya DiantinaAfiliasi tidak diketahui1
Nugroho Edi KartijonoState University of Semarang1
Erlangga Dwi AndikaAfiliasi tidak diketahui1
Yermia Dita Kris DAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu Nilam CahyatiAfiliasi tidak diketahui1
Koriatun WakidahAfiliasi tidak diketahui1
Mega Rifqi Ainun NajibAfiliasi tidak diketahui1
Adninta Husnu AmaliaAfiliasi tidak diketahui1
Ely RudyatmiAfiliasi tidak diketahui1
Talitha WidiatningrumAfiliasi tidak diketahui1
Reny RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Abdul JabarAfiliasi tidak diketahui1
Sujatha RamasamyAfiliasi tidak diketahui1
Nurul Huda Am Zen AriefAfiliasi tidak diketahui1
Dinda MelatiAfiliasi tidak diketahui1
Na Dame Maulibulung SinagaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peranan Jenis Media, Sumber Hormon Alami dan Teknik Induksi Akar Planlet dalam Aklimatisasi Pule Pandak</dc:title>
	<dc:creator>Rochmah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Enni Suwarsi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pule pandak is a plant that has medicinal. Pule pandak seeds have a hard coat that makes it difficult to germinate naturally. Plant tissue culture can be an alternative that is able to overcome the difficulty of seed germination which then needs to be acclimatized. Factors that influence the success of acclimatization include media type, induction technique and growth regulators. This study aims to analyze the role of media types, natural hormone sources and plantlet root induction techniques. This study used a randomized block design with three factors, the type of media (cocopeat, vermiculite and sand), natural hormone sources (coconut water and bean sprouts extract) and root induction techniques (in vitro + ex vitro and ex vitro). The parameters observed were the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Data were analyzed by three-way Anava and Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the type of media had no effect on the number of roots, number of leaves, plant height and percentage of life. Natural hormone sources of bean sprouts extract affect the number of roots, number of leaves and plant height. Root induction techniques in vitro + ex vitro affected number of roots.
&amp;nbsp;
Pule pandak adalah tanaman yang memiliki khasiat sebagai bahan obat. Biji pule pandak memiliki kulit biji yang keras sehingga sulit berkecambah secara alami. Kultur jaringan tanaman dapat menjadi salah satu alternatif yang mampu mengatasi kesulitan perkecambahan biji yang selanjutnya perlu dilakukan aklimatisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan aklimatisasi antara lain jenis media, teknik induksi dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan jenis media, sumber hormon alami dan teknik induksi akar planlet. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu jenis media (cocopeat, vermikulit dan pasir), sumber hormon alami (air kelapa dan ekstrak tauge) dan teknik induksi akar (in vitro+ex vitro dan ex vitro). Parameter yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tidak berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun, tinggi tanaman dan persentase hidup. Sumber hormon alami ekstrak tauge berpengaruh terhadap jumlah akar, jumlah daun dan tinggi tanaman. Teknik induksi akar secara in vitro+ex vitro berpengaruh terhadap jumlah akar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/54445</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/lifesci.v10i2.54445</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 10 No 2 (2021): November 2021; 140-149</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:source>10.15294/lifesci.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/54445/20998</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Life Science</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci</dc:rights>
</oai_dc:dc>