Jurnal
Analisis Bakteri Coliform pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Gajahmungkur
Life Science · Vol. 11 No. 1 (2022) · hlm. 89–98
- ISSN
- 2528-5009, 2252-6277
- Terbit
- 2022-04-28
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
The need for drinking water for the community continues to increase along with population growth without being balanced with the availability of clean water so that people prefer refilled water as a source of drinking water that is easier and more practical. There are so many small industries that run Refill Drinking Water Depot (DAMIU) business, but not all DAMIUs are managed properly, especially for water quality. Based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010, drinking water has standard criteria, namely physical, chemical, and microbiological. Mandatory parameters for microbiological drinking water quality include Coliform bacteria and Escherichia coli with a maximum concentration of 0/100 ml sample. The purpose of this study was to analyze the presence and number of Coliform bacteria in refilled drinking water in Semarang City and to determine the factors that influence the presence of Coliform bacteria in refilled drinking water. This laboratory-based research was conducted descriptively. The samples in this study came from 8 DAMIU in Gajahmungkur District which were then identified in the laboratory by the membrane filter method. The results showed that of the 8 samples examined, 7 of them were contaminated with Coliform bacteria. Factors that influence the presence of Coliform bacteria are the operator/owner's lack of awareness of cleanliness, environmental conditions, filter cleanliness, and the condition of the drinking water depot building. Kebutuhan air minum untuk masyarakat terus meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk tanpa diimbangi dengan ketersediaan air bersih sehingga masyarakat lebih memilih air isi ulang sebagai sumber air minum yang lebih mudah dan praktis. Banyak sekali industri-industri kecil yang menjalankan bisnis Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU), tetapi tidak semua DAMIU dikelola dengan baik terutama untuk kualitas airnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.492/MENKES/PER/IV/2010 air minum memiliki kriteria standar yaitu fisik, kimia, dan mikrobiologi. Parameter wajib kualitas air minum secara mikrobiologis meliputi bakteri Coliform dan Escherichia coli dengan kadar maksimum 0/100 ml sampel. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keberadaan dan jumlah bakteri Coliform pada air minum isi ulang di Kota Semarang serta mengetahui faktor yang mempengaruhi adanya bakteri Coliform pada air minum isi ulang. Penelitian ini berbasis laboratorium dilakukan secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini berasal dari 8 DAMIU di Kecamatan Gajahmungkur yang kemudian dilakukan identifikasi di laboratorium dengan metode membran filter. Hasil penelitian menunjukkan dari 8 sampel yang diperiksa 7 diantaranya terkontaminasi bakteri Coliform. Faktor yang mempengaruhi adanya bakteri Coliform adalah kurangnya kesadaran operator/pemilik terhadap kebersihan, kondisi lingkungan sekitar, kebersihan filter, dan kondisi bangunan depot air minum. Keywords: Refill drinking water, Coliform bacteria, microbiological Air minum isi ulang, bakteri Coliform, mikrobiologis
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 106 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- University of Technology Malaysia
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Sri Ngabekti | State University of Semarang | 5 |
| Margareta Rahayuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Cahyo Yuwono | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Tri Rustiadi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Dyah Rini Indriyanti | State University of Semarang | 3 |
| Saiful Ridlo | State University of Semarang | 3 |
| Nana Kariada Tri Martuti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ning Setiati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Agus Darmawan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ranu Baskora Aji Putra | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dwi Gansar Santi Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mugiyo Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nasuka Nasuka | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nonik Rahesti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rumini Rumini | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Fajar Awang Irawan | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| R. Rahmawati | State University of Semarang | 1 |
| Muji Slamet | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fahrul Huyop | University of Technology Malaysia | 1 |
| Novita Windasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tyas Agung Pribadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tia Prasetyaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| okvita sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Rahayu Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Khasan Fakhri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syarifah Naila Husna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Akhid Darwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yogo Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Titi Fatmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Masitoh . | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Indah Budi Damayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Kusuma Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Itsna Rizqiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Evi Setyowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Abdullah | State University of Semarang | 1 |
| Mahendra Noor Febriyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Irma Nurhayati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ratna Dewi Puspitasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.