Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Intensitas Cahaya, Jenis Pemadat Media, dan Konsentrasi BAP terhadap Kadar Klorofil dan Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum indicum L.) secara In Vitro

Life Science · Vol. 12 No. 1 (2023) · pp. 10–17

DOI
10.15294/lifesci.v12i1.63079
ISSN
2528-5009, 2252-6277
Published
2023-06-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Abstrak Krisan memiliki tingkat heterozigositas dan self incompatibility yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan krisan jarang membentuk biji. Perbanyakan tanaman Krisan secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Kultur in vitro dipengaruhi oleh lingkungan pertumbuhan, komposisi media dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi BAP serta interaksinya terhadap kadar klorofil dan pertumbuhan krisan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu intensitas cahaya (1000 lux, 3000 lux dan 5000 lux), jenis pemadat media (agar-agar dan vermikulit) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 0,25 ppm; 0,5 ppm dan 1 ppm) diulang sebanyak 3 kali pada setiap taraf perlakuan dengan unit perlakuan 1 eksplan/botol. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi plantlet, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan perhitungan kadar klorofil total yang seluruhnya dilakukan pada 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Kruskal Wallis serta uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan tinggi planlet hanya dipengaruhi jenis media. Interaksi media agar-agar dan BAP 1 ppm menghasilkan pertambahan tunas paling banyak, sedangkan kadar klorofil total planlet krisan tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi. Untuk perbanyakan krisan secara in vitro seebaiknya menggunakan media agar-agar + BAP 1 ppm dan pada rentang cahaya 1000 lux - 5000 lux

Collaboration network of the authors

38 authors · 83 co-authorship links · 6 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Muria Kudus University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Furzani Pa’eeAffiliation unknown4
Yustinus Ulung AnggraitoAffiliation unknown3
Talitha WidiatningrumAffiliation unknown2
Nurul Huda Am Zen AriefAffiliation unknown2
Dinda MelatiAffiliation unknown2
Na Dame Maulibulung SinagaAffiliation unknown2
Siti MasfuahMuria Kudus University1
Ani RusilowatiState University of Semarang1
Fina FakhriyahMuria Kudus University1
Mila RoysaMuria Kudus University1
Wiyanto WiyantoState University of Semarang1
Parmin ParminState University of Semarang1
E. CahyonoState University of Semarang1
Sholihatur RohmahAffiliation unknown1
Atiqah BahrunnisaAffiliation unknown1
Khusniyyatul MunaAffiliation unknown1
Krispinus Kedati PukanState University of Semarang1
Laila Nur Hidayah HidayahAffiliation unknown1
Surya DiantinaAffiliation unknown1
Nugroho Edi KartijonoState University of Semarang1
Erlangga Dwi AndikaAffiliation unknown1
Nur WijawatiAffiliation unknown1
Fajar MusafaAffiliation unknown1
Khoirul MukhtarAffiliation unknown1
Y. Ulung AnggraitoAffiliation unknown1
Yermia Dita Kris DAffiliation unknown1
Wahyu Nilam CahyatiAffiliation unknown1
Koriatun WakidahAffiliation unknown1
Mega Rifqi Ainun NajibAffiliation unknown1
Siti RochmahAffiliation unknown1
Anisa Dewi Sri PuspitasariAffiliation unknown1
Ely RudyatmiAffiliation unknown1
Reny RahayuAffiliation unknown1
Muhammad Abdul JabarAffiliation unknown1
Sujatha RamasamyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Intensitas Cahaya, Jenis Pemadat Media, dan Konsentrasi BAP terhadap Kadar Klorofil dan Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum indicum L.) secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Amalia, Adninta Husnu</dc:creator>
	<dc:creator>Habibah, Noor Aini</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayu, Enni Suwarsi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Krisan memiliki tingkat heterozigositas dan self incompatibility yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan krisan jarang membentuk biji. Perbanyakan tanaman Krisan secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Kultur in vitro dipengaruhi oleh lingkungan pertumbuhan, komposisi media dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi BAP serta interaksinya terhadap kadar klorofil dan pertumbuhan krisan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu intensitas cahaya (1000 lux, 3000 lux dan 5000 lux), jenis pemadat media (agar-agar dan vermikulit) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 0,25 ppm; 0,5 ppm dan 1 ppm) diulang sebanyak 3 kali pada setiap taraf perlakuan dengan unit perlakuan 1 eksplan/botol. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi plantlet, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan perhitungan kadar klorofil total yang seluruhnya dilakukan pada 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Kruskal Wallis serta uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan tinggi planlet hanya dipengaruhi jenis media. Interaksi media agar-agar dan BAP 1 ppm menghasilkan pertambahan tunas paling banyak, sedangkan kadar klorofil total planlet krisan tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi. Untuk perbanyakan krisan secara in vitro seebaiknya menggunakan media agar-agar + BAP 1 ppm dan pada rentang cahaya 1000 lux - 5000 lux</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/63079</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/lifesci.v12i1.63079</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 12 No 1 (2023): May 2023; 10-17</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:source>10.15294/lifesci.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/63079/24607</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Life Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>