Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemberian Kombinasi Limbah Lumpur Kentang dan Fermentasi Ampas Kelapa Pada Larva Hermetia illucens

Life Science · Vol. 11 No. 2 (2022) · hlm. 167–176

ISSN
2528-5009, 2252-6277
Terbit
2022-11-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

H. illucens is an insect that can be used as an alternative protein. H. illucens larvae can convert organic waste and produce animal feed at low prices without degrading its quality. The purpose of this study was to analyze the effect of giving a combination of sludge waste and fermentation of coconut pulp on the individual weight of the larvae, the survival rate of larvae, and the index of reducing waste / waste by larvae per day. This study was conducted with 4 treatments, namely A = control, B = sludge waste (75%) and fermentation of coconut pulp (25%), C = waste sludge (50%) and fermentation of coconut pulp (50%), and D = waste sludge (25%) and fermentation of coconut pulp (75%) with as much as 2 kg of waste / waste and 1333 5-DOL in each treatment for 12 days. The results showed that the highest individual weight was in the C treatment with a value (0.19 gr). The highest survival rate in treatment D was (68.92%). The highest waste reduction index is in treatment D, which is 4.07 / day. The best protein content was found in the D treatment with protein values, namely (55.85%) and fat (25.06%). The results of data analysis showed that each research parameter correlated with each other showed that the combined feed media of sludge waste and fermented coconut pulp had a significant influence. H. illucens merupakan serangga yang dapat digunakan sebagai protein alternatif. Larva H. illucens dapat mengkonversi sampah organic dan menghasilkan pakan ternak dengan harga murah tanpa menurunkan kualitas nya. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui menganalisis pengaruh pemberian kombinasi limbah lumpur kentang dan fermentasi ampas kelapa terhadap bobot akhir larva, tingkat kelangsungan hidup larva, dan kemampuan degradasi sampah/limbah oleh larva per hari. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu A = kontrol, B = limbah lumpur kentang (75%) dan fermentasi ampas kelapa (25%), C = limbah lumpur kentang (50%) dan fermentasi ampas kelapa (50%), serta D = limbah lumpur kentang (25%) dan fermentasi ampas kelapa (75%) dengan sebanyak 2 kg sampah/limbah dan 1333 5-DOL pada tiap perlakuan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukan bobot akhir tertinggi ada pada perlakuan C dengan nilai (0,19 gr). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D sebesar (68,92%). Kemampuan degradasi sampah tertinggi ada pada perlakuan D yaitu 4,07/hari. Kandungan protein terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai protein yaitu (55,85%) dan lemak (25,06%). Hasil analisis data menunjukan bahwa tiap parameter penelitian saling berkorelasi menunjukan bahwa media pakan kombinasi limbah lumpur kentang dan ampas kelapa difermentasi memiliki pengaruh yang signifikan. Keywords: Waste sludge, coconut pulp, fermentation, Limbah lumpur, ampas kelapa, fermentasi

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 205 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Lisdiana LisdianaAfiliasi tidak diketahui6
Saiful RidloState University of Semarang6
Sri NgabektiState University of Semarang5
Sri Mulyani Endang SusilowatiAfiliasi tidak diketahui5
Arif WidiyatmokoState University of Semarang4
Parmin ParminState University of Semarang4
Endah PeniatiState University of Semarang4
Andin IrsadiState University of Semarang4
Aura Tirsa MelindaAfiliasi tidak diketahui4
R SusantiAfiliasi tidak diketahui4
Bambang PriyonoState University of Semarang4
Sri SukaesihState University of Semarang4
Maria Ayu PuspitaAfiliasi tidak diketahui3
Tyas Agung PribadiAfiliasi tidak diketahui3
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui3
Niken SubektiState University of Semarang3
Melissa Salma DarmawanState University of Semarang2
Bayu Tri PrasojoAfiliasi tidak diketahui2
Edy CahyonoState University of Semarang2
Andreas Priyono Budi PrasetyoState University of Semarang2
Ari YuniastutiState University of Semarang2
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Siti AlimahState University of Semarang2
Susi ErliantiAfiliasi tidak diketahui2
WulandariAfiliasi tidak diketahui2
Nunung Eni ElawatiAfiliasi tidak diketahui2
Pramesti DewiAfiliasi tidak diketahui2
Ernallah YatiAfiliasi tidak diketahui2
Rahimma Artantia AnandaAfiliasi tidak diketahui2
Nana Kariada Tri MartutiState University of Semarang2
Nugrahaningsih WHAfiliasi tidak diketahui2
Lina HerlinaAfiliasi tidak diketahui2
Tuti WidiantiAfiliasi tidak diketahui2
Enni Suwarsi RahayuState University of Semarang2
Fidia FibrianaState University of Semarang1
Bambang SubaliAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberian Kombinasi Limbah Lumpur Kentang dan Fermentasi Ampas Kelapa Pada Larva Hermetia illucens</dc:title>
	<dc:creator>ayuningtyas, Ananda Sekar</dc:creator>
	<dc:creator>Indriyanti, Dyah Rini</dc:creator>
	<dc:creator>Widiyaningrum, Priyantini</dc:creator>
	<dc:creator>Setiati, Ning</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">H. illucens is an insect that can be used as an alternative protein. H. illucens larvae can convert organic waste and produce animal feed at low prices without degrading its quality. The purpose of this study was to analyze the effect of giving a combination of sludge waste and fermentation of coconut pulp on the individual weight of the larvae, the survival rate of larvae, and the index of reducing waste / waste by larvae per day. This study was conducted with 4 treatments, namely A = control, B = sludge waste (75%) and fermentation of coconut pulp (25%), C = waste sludge (50%) and fermentation of coconut pulp (50%), and D = waste sludge (25%) and fermentation of coconut pulp (75%) with as much as 2 kg of waste / waste and 1333 5-DOL in each treatment for 12 days. The results showed that the highest individual weight was in the C treatment with a value (0.19 gr). The highest survival rate in treatment D was (68.92%). The highest waste reduction index is in treatment D, which is 4.07 / day. The best protein content was found in the D treatment with protein values, namely (55.85%) and fat (25.06%). The results of data analysis showed that each research parameter correlated with each other showed that the combined feed media of sludge waste and fermented coconut pulp had a significant influence.
&amp;nbsp;
H. illucens merupakan serangga yang dapat digunakan sebagai protein alternatif. Larva H. illucens dapat mengkonversi sampah organic dan menghasilkan pakan ternak dengan harga murah tanpa menurunkan kualitas nya. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui menganalisis pengaruh pemberian kombinasi limbah lumpur kentang dan fermentasi ampas kelapa terhadap bobot akhir larva, tingkat kelangsungan hidup larva, dan kemampuan degradasi sampah/limbah oleh larva per hari. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu A = kontrol, B = limbah lumpur kentang (75%) dan fermentasi ampas kelapa (25%), C = limbah lumpur kentang (50%) dan fermentasi ampas kelapa (50%), serta D = limbah lumpur kentang (25%) dan fermentasi ampas kelapa (75%) dengan sebanyak 2 kg sampah/limbah dan 1333 5-DOL pada tiap perlakuan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukan bobot akhir tertinggi ada pada perlakuan C dengan nilai (0,19 gr). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D sebesar (68,92%). Kemampuan degradasi sampah tertinggi ada pada perlakuan D yaitu 4,07/hari. Kandungan protein terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai protein yaitu (55,85%) dan lemak (25,06%). Hasil analisis data menunjukan bahwa tiap parameter penelitian saling berkorelasi menunjukan bahwa media pakan kombinasi limbah lumpur kentang dan ampas kelapa difermentasi memiliki pengaruh yang signifikan.
&amp;nbsp;
Keywords:&amp;nbsp;Waste sludge, coconut pulp, fermentation,&amp;nbsp;Limbah lumpur, ampas kelapa, fermentasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/64387</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 11 No 2 (2022): November 2022; 167-176</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:source>10.15294/lifesci.v11i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/64387/23350</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci</dc:rights>
</oai_dc:dc>