Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen)

Life Science · Vol. 12 No. 1 (2023) · pp. 77–85

DOI
10.15294/lifesci.v12i1.65185
ISSN
2528-5009, 2252-6277
Published
2023-06-30
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.

Collaboration network of the authors

40 authors · 80 co-authorship links · 3 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • University of Technology Malaysia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sri NgabektiState University of Semarang4
Dyah Rini IndriyantiState University of Semarang3
Nana Kariada Tri MartutiAffiliation unknown3
Widowati WidowatiAffiliation unknown2
Widya Hary CahyatiAffiliation unknown2
S MartonoAffiliation unknown2
Khasan FakhriAffiliation unknown2
R. RahmawatiState University of Semarang1
Muji SlametAffiliation unknown1
Fahrul HuyopUniversity of Technology Malaysia1
Christine Nadya SAffiliation unknown1
Moch. Samsul ArifinAffiliation unknown1
Novita WindasariAffiliation unknown1
Tyas Agung PribadiAffiliation unknown1
Tia PrasetyaningtyasAffiliation unknown1
okvita sariAffiliation unknown1
Nur Rahayu UtamiAffiliation unknown1
Syarifah Naila HusnaAffiliation unknown1
Akhid DarwiAffiliation unknown1
Yogo UtomoAffiliation unknown1
Yuliana RachmawatiAffiliation unknown1
Nugroho Edi KAffiliation unknown1
PartayaAffiliation unknown1
Teguh Heny SulistyaniAffiliation unknown1
Titi FatmawatiAffiliation unknown1
R. SusantiAffiliation unknown1
Denny Herbianto BahtiarAffiliation unknown1
Jammalludin DahlanAffiliation unknown1
Masitoh .Affiliation unknown1
Ning SetiatiAffiliation unknown1
Indah Budi DamayantiAffiliation unknown1
Nur Kusuma DewiAffiliation unknown1
Nur Itsna RizqiyahAffiliation unknown1
Evi SetyowatiAffiliation unknown1
Ela Puji AprilliyaniAffiliation unknown1
Mahendra Noor FebriyantoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen)</dc:title>
	<dc:creator>Mahsunah, Nuryana</dc:creator>
	<dc:creator>Ubadillah, Rosichon</dc:creator>
	<dc:creator>Rahayuningsih, Margareta</dc:creator>
	<dc:creator>Priyono, Bambang</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/65185</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/lifesci.v12i1.65185</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Life Science; Vol 12 No 1 (2023): May 2023; 77-85</dc:source>
	<dc:source>2528-5009</dc:source>
	<dc:source>2252-6277</dc:source>
	<dc:source>10.15294/lifesci.v12i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/UnnesJLifeSci/article/view/65185/24613</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Life Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>