Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

EFEKTIVITAS BEDAK DINGIN DARI SARIPATI TEMULAWAK DAN TEPUNG BERAS DALAM MENGURANGI FLEK HITAM

Beauty and Beauty Health Education · Vol. 7 No. 1 (2022) · hlm. 7–12

DOI
10.15294/bbhe.v7i1.21874
ISSN
2540-8046, 2252-7087
Terbit
2022-09-07
Penerbit
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Saat ini masalah pada kulit wajah yang sering terjadi pada wanita adalah flek hitam. Salah satu penyebab timbulnya flek hitam adalah kandungan kosmetik yang terdapat banyak bahan kimia di dalamnya. Untuk mengurangi masalah tersebut adalah dengan dibuatnya bedak dingin dari saripati temulawak yang mengandung vitamin C dan tepung beras untuk mengurangi flek hitam pada wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan dan efektivitas bedak dingin dari saripati temulawak dan tepung beras dalam mengurangi flek hitam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre-treatment & post-treatment design, obyek penelitian ini adalah saripati temulawak dan tepung beras yang dicampur menjadi bedak dingin. Subyek penelitian ini adalah wanita berumur 35 tahun keatas yang memiliki flek hitam pada wajah bagian pipi. Teknik analisis data dalam penelitian ini untuk uji inderawi menggunakan analisis rata-rata dan untuk uji kesukaan menggunakan deskriptif persentase dan uji klinis menggunakan rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk bedak dingin dari saripati temulawak dan tepung beras dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam penelitian. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penelitian ini dengan menjadikan temulawak dan tepung beras sebagai kosmetik lain dan untuk industri kecantikan merupakan salah satu diversifikasi produk kosmetika dengan bahan alami.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 126 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Anik MaghfirohAfiliasi tidak diketahui7
Ade Novi Nurul IhsaniAfiliasi tidak diketahui7
Clarita AprilianiAfiliasi tidak diketahui4
Musdalifah MusdalifahAfiliasi tidak diketahui3
Sri Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui3
Erna SetyowatiAfiliasi tidak diketahui3
Septian Eko PrasetyoAfiliasi tidak diketahui2
Milda RuliyantiAfiliasi tidak diketahui2
Eny Widhia AgustinAfiliasi tidak diketahui2
Nadia Sigi PrameswariAfiliasi tidak diketahui2
Nelly Setyowati AnggraeniAfiliasi tidak diketahui2
Nur QudusAfiliasi tidak diketahui2
Annisa RahmawatiAfiliasi tidak diketahui2
Anan NugrohoState University of Semarang1
Mulil KhairaAfiliasi tidak diketahui1
Alfian ArdhiansyahAfiliasi tidak diketahui1
Ajeng Rahma SudarniAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu LestariAfiliasi tidak diketahui1
Ikfina Kamal IdaAfiliasi tidak diketahui1
Lutfiah KhoirunnisaAfiliasi tidak diketahui1
Ikfina Khamal IdaAfiliasi tidak diketahui1
Gabriella Tara DivaAfiliasi tidak diketahui1
Linda Tri HamidahAfiliasi tidak diketahui1
Hazrina HayyaAfiliasi tidak diketahui1
Lenita Eka MayasariAfiliasi tidak diketahui1
Sri Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Mutiara Ning RamadhantiAfiliasi tidak diketahui1
Salwa Salsa BillaAfiliasi tidak diketahui1
Ksaktiana MarantikaAfiliasi tidak diketahui1
Anadia Krsna PutriAfiliasi tidak diketahui1
Feti Fatikhatul UzaAfiliasi tidak diketahui1
Bias Pantura Fiandea AnandaAfiliasi tidak diketahui1
Kharisma Isnaigi Maerda KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Ririn WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Lina NisrinaAfiliasi tidak diketahui1
Delta ApriyaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/bbhe/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIVITAS BEDAK DINGIN DARI SARIPATI TEMULAWAK DAN  TEPUNG BERAS DALAM MENGURANGI FLEK HITAM</dc:title>
	<dc:creator>Novitasari, Reska Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Widowati, Trisnani</dc:creator>
	<dc:creator>Marwiyah, Marwiyah</dc:creator>
	<dc:creator>Krisnawati, Maria</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Saat ini masalah pada kulit wajah yang sering terjadi pada wanita adalah flek hitam. Salah satu penyebab timbulnya flek hitam adalah kandungan kosmetik yang terdapat banyak bahan kimia di dalamnya. Untuk mengurangi masalah tersebut adalah dengan dibuatnya bedak dingin dari saripati temulawak yang mengandung vitamin C dan tepung beras untuk mengurangi flek hitam pada wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan dan efektivitas bedak dingin dari saripati temulawak dan tepung beras dalam mengurangi flek hitam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pre-treatment &amp;amp; post-treatment design, obyek penelitian ini adalah saripati temulawak dan tepung beras yang dicampur menjadi bedak dingin. Subyek penelitian ini adalah wanita berumur 35 tahun keatas yang memiliki flek hitam pada wajah bagian pipi. Teknik analisis data dalam penelitian ini untuk uji inderawi menggunakan analisis rata-rata dan untuk uji kesukaan menggunakan deskriptif persentase dan uji klinis menggunakan rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk bedak dingin dari saripati temulawak dan tepung beras dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam penelitian. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penelitian ini dengan menjadikan temulawak dan tepung beras sebagai kosmetik lain dan untuk industri kecantikan merupakan salah satu diversifikasi produk kosmetika dengan bahan alami.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/bbhe/article/view/21874</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/bbhe.v7i1.21874</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Beauty and Beauty Health Education; Vol 7 No 1 (2018); 7-12</dc:source>
	<dc:source>2540-8046</dc:source>
	<dc:source>2252-7087</dc:source>
	<dc:source>10.15294/bbhe.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/bbhe/article/view/21874/22368</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Beauty and Beauty Health Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>