Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TARI OLEG TAMULILINGAN GAYA PELIATAN KARYA I GUSTI AYU RAKA RASMI: KREATIVITAS GARAP DAN PEMBELAJARANNYA

Catharsis · Vol. 4 No. 2 (2016) · hlm. 76–82

ISSN
2502-4531, 2252-6900
Terbit
2016-05-02
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan adalah sebuah karya seni yang diciptakan oleh I Gusti Ayu Raka Rasmi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan struktur, kreativitas garap dan proses pembelajaran tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian adalah; (1) Ada tiga struktur tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan seperti papeson, pengawak,dan pekaad; (2) Kreativitas ragam gerak meliputi lima perubahan seperti angsel kado menjadi miles, nyerere menjadi luk nerudut, nyeregseg ngider menjadi nyeregseg meplincer, meipuk-meipuk menjadi mearas-aras, dan nyakup bawa. Kreativitas tata busana dapat diwujudkan dalam bentuk kamen, sabuk prada, oncer, ampok-ampok, tutup dada, gelang kana, badong lanying, gelungan dan udeng. Tata rias wajah meliputi penggunaan eyeshadow yang mencolok dan tidak menggunakan kecek/titik putih di bagian dahi/srinata; (3) Proses pembelajaran yang dilakukan adalah memberikan teknik dan menyuruh peserta didik untuk mempraktekkan tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan dengan pelatih I Gusti Ayu Raka Rasmi. Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style is an art work created by I Gusti Ayu Raka Rasmi. The aimed was to describe the structure, the learning and analyze the creativity of the dance. The aimed of the research was to describe the structure, the learning of Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style and analyze the creativity of Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style created I Gusti Ayu Raka Rasmi. The study used qualitative method through interpretative approach. Technique of collecting the data used observation, interview, documentation and recording. The data analysis used Miles and Huberman qualitative data analysis model. The result was; (1) Three strucutres of the dance such as papesan, pengawak, and pekaad; (2) Five items in the creativity of the dance such as angsel kado becomes miles, nyerere becomes luk nerudut, nyeregseg ngider becomes nyeregseg meplincer, meipuk-ipuk becomes mearas-aras and nyakup bawa. The costume used was kamen, sabuk prada, oncer, ampok-ampok, tutup dada, gelang kana, badong lanying, gelungan and udeng. The cosmetics used was the braveness of using eyeshadow more colorful, don’t used kecek/ white point at forehead/srinata (3) Learning process was giving a technique for the students to practice Oleg Tamulilingan dance Peliatan style by I Gusti Ayu Raka Rasmi.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 115 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui10
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui9
Ani RusilowatiState University of Semarang7
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui5
Udi UtomoAfiliasi tidak diketahui5
Wiyanto WiyantoState University of Semarang4
Sunarto SunartoAfiliasi tidak diketahui4
Restu LanjariAfiliasi tidak diketahui4
Totok SumaryantoAfiliasi tidak diketahui4
Totok Sumaryanto FlorentinusState University of Semarang3
Syakir SyakirAfiliasi tidak diketahui3
Sunyoto Eko NugrohoState University of Semarang3
Wadiyo WadiyoAfiliasi tidak diketahui2
Totok Sumaryanto FlorentinusAfiliasi tidak diketahui2
Fuadi -Afiliasi tidak diketahui2
Ian YuliantiAfiliasi tidak diketahui2
St. Budi WaluyaAfiliasi tidak diketahui2
Langlang HandayaniAfiliasi tidak diketahui2
Masturi MasturiState University of Semarang2
Sri IswidayatiAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad JazuliAfiliasi tidak diketahui2
Haryono HaryonoAfiliasi tidak diketahui2
Sudarmin SudarminAfiliasi tidak diketahui2
Makkulau MakkulauAfiliasi tidak diketahui1
Hafiludin SamparadjaAfiliasi tidak diketahui1
Heri SetyawanAfiliasi tidak diketahui1
Koko SetiawanAfiliasi tidak diketahui1
Subakho Aryo SalokoAfiliasi tidak diketahui1
Nurdjanah HamidAfiliasi tidak diketahui1
Ria Mardiana YusufAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui1
Budi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Adi Kurniawan YusimAfiliasi tidak diketahui1
Nurul InfitahAfiliasi tidak diketahui1
Darojatun FikriAfiliasi tidak diketahui1
Elly ArlianiAfiliasi tidak diketahui1
Novi SusantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TARI OLEG TAMULILINGAN GAYA PELIATAN KARYA I GUSTI AYU RAKA RASMI: KREATIVITAS GARAP DAN PEMBELAJARANNYA</dc:title>
	<dc:creator>Paramityaningrum, Ni Komang Tri</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Hartono</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan adalah sebuah karya seni yang diciptakan oleh I Gusti Ayu Raka Rasmi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan struktur, kreativitas garap dan proses pembelajaran tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian adalah; (1) Ada tiga struktur tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan seperti papeson, pengawak,dan pekaad; (2) Kreativitas ragam gerak meliputi lima perubahan seperti angsel kado menjadi miles, nyerere menjadi luk nerudut, nyeregseg ngider menjadi nyeregseg meplincer, meipuk-meipuk menjadi mearas-aras, dan nyakup bawa. Kreativitas tata busana dapat diwujudkan dalam bentuk kamen, sabuk prada, oncer, ampok-ampok, tutup dada, gelang kana, badong lanying, gelungan dan udeng. Tata rias wajah meliputi penggunaan eyeshadow yang mencolok dan tidak menggunakan kecek/titik putih di bagian dahi/srinata; (3) Proses pembelajaran yang dilakukan adalah memberikan teknik dan menyuruh peserta didik untuk mempraktekkan tari Oleg Tamulilingan gaya Peliatan dengan pelatih I Gusti Ayu Raka Rasmi.  Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style is an art work created by I Gusti Ayu Raka Rasmi. The aimed was to describe the structure, the learning and analyze the creativity of the dance. The aimed of the research was to describe the structure, the learning of Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style and analyze the creativity of Oleg Tamulilingan dance of Peliatan style created I Gusti Ayu Raka Rasmi . The study used qualitative method through interpretative approach. Technique of collecting the data used observation, interview, documentation and recording. The data analysis used Miles and Huberman qualitative data analysis model. The result was; (1) Three strucutres of the dance such as papesan, pengawak, and pekaad; (2) Five items in the creativity of the dance such as angsel kado becomes miles, nyerere becomes luk nerudut, nyeregseg ngider becomes nyeregseg meplincer, meipuk-ipuk becomes mearas-aras and nyakup bawa. The costume used was kamen, sabuk prada, oncer, ampok-ampok, tutup dada, gelang kana, badong lanying, gelungan and udeng. The cosmetics used was the braveness of using eyeshadow more colorful, don’t used kecek/ white point at forehead/srinata (3) Learning process was giving  a technique for the students to practice Oleg Tamulilingan dance Peliatan style by I Gusti Ayu Raka Rasmi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2016-05-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/10267</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Catharsis; Vol 4 No 2 (2015); 76-82</dc:source>
	<dc:source>2502-4531</dc:source>
	<dc:source>2252-6900</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/10267/6592</dc:relation>
</oai_dc:dc>