Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

GURITAN: MAKNA SYAIR DAN PROSES PERUBAHAN FUNGSI PADA MASYRAKAT MELAYU DI BESEMAH KOTA PAGARALAM

Catharsis · Vol. 5 No. 1 (2017) · hlm. 71–78

ISSN
2502-4531, 2252-6900
Terbit
2017-02-27
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Guritan adalah salah satu jenis sastra daerah masyarakat Besemah yang eksistensinya ditampilkan dalam bentuk teater tutur. artinya ia dituturkan secara monolog oleh seorang penutur cerita dalam bahasa Besemah dengan lagu atau syair tertentu dan memakai alat bantu sambang. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna syair guritan di Besemah Kota Pagaralam dan bagaimanakah perubahan fungsi guritan pada masyarakat melayu di Besemah Kota Pagaralam? Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah interdisiplin yang melibatkan disiplin ilmu semiotika dan sosiologi. Metode yang digunakan kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Pagaralam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian yang pertama yaitu terdapat makna berupa nasehat-nasehatt anjuran berbuat baik dan tolong menolong serta selalu menghormati kedua orang tua dan pembahsan kedua ditemukan adanya perubahan fungsi guritan yang di sebabkan oleh pengaruh budaya luar yang masuk di Kota Pagaralam yaitu kebudayaan islam hal tersebut menyebabkan perubahan prilaku masyarakat Kota Pagaralam yang harus mengikuti norma dan nilai yang belaku pada budaya yang baru yang berdampak pada perubahan fungsi pada guritan.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 128 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • IPB University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sunarto SunartoAfiliasi tidak diketahui10
Wadiyo WadiyoAfiliasi tidak diketahui10
Totok Sumaryanto FlorentinusState University of Semarang9
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui8
Hartono HartonoAfiliasi tidak diketahui6
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui6
Widodo WidodoIPB University4
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui3
Sri IswidayatiAfiliasi tidak diketahui3
Totok Sumaryanto. FAfiliasi tidak diketahui3
Muhammad JazuliAfiliasi tidak diketahui2
Totok Sumaryanto FlorentinusAfiliasi tidak diketahui2
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui2
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui2
Faruq AlfiantoAfiliasi tidak diketahui2
Slamet HaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Tri Danu SatriaAfiliasi tidak diketahui1
Rahina NugrahaniState University of Semarang1
Wilujeng Eky SeptianaAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui1
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui1
Metha BertinaAfiliasi tidak diketahui1
Eko SugiartoAfiliasi tidak diketahui1
Prima Suci LestariAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SAfiliasi tidak diketahui1
Tegar AnugrahitaAfiliasi tidak diketahui1
Lucky Rachmawati WuryantoAfiliasi tidak diketahui1
Tutik TarwiyahAfiliasi tidak diketahui1
Willy LontohAfiliasi tidak diketahui1
Dodo DodoAfiliasi tidak diketahui1
Muh. Ibnan SyarifAfiliasi tidak diketahui1
Endri Sintiana MurniAfiliasi tidak diketahui1
Setyati Dyah HandayaniAfiliasi tidak diketahui1
Firdaus PerdanaAfiliasi tidak diketahui1
Romas TahrirAfiliasi tidak diketahui1
Fitrya Ali ImranAfiliasi tidak diketahui1
Masayu Selly SabillahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GURITAN: MAKNA SYAIR DAN PROSES PERUBAHAN FUNGSI PADA MASYRAKAT MELAYU DI BESEMAH KOTA PAGARALAM</dc:title>
	<dc:creator>Firduansyah, Dedy</dc:creator>
	<dc:creator>Rohidi, Tjetjep Rohendi</dc:creator>
	<dc:creator>Utomo, Udi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Guritan adalah salah satu jenis sastra daerah masyarakat Besemah yang eksistensinya ditampilkan dalam bentuk teater tutur. artinya ia dituturkan secara monolog oleh seorang penutur cerita dalam bahasa Besemah dengan lagu atau syair tertentu dan memakai alat bantu sambang. &amp;nbsp;Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah makna syair guritan di Besemah Kota Pagaralam dan bagaimanakah perubahan fungsi&amp;nbsp; &amp;nbsp;guritan pada masyarakat melayu di Besemah Kota Pagaralam? Pendekatan yang diterapkan penelitian ini adalah interdisiplin yang melibatkan disiplin ilmu semiotika dan sosiologi. Metode yang digunakan kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Pagaralam. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik keabsahan data secara utama menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis data interaktif. Hasil penelitian yang pertama yaitu terdapat makna berupa nasehat-nasehatt anjuran berbuat baik dan tolong menolong serta selalu menghormati kedua orang tua dan pembahsan kedua ditemukan adanya perubahan fungsi guritan yang di sebabkan oleh pengaruh budaya luar yang masuk di Kota Pagaralam yaitu kebudayaan islam hal tersebut menyebabkan perubahan prilaku masyarakat Kota Pagaralam yang harus mengikuti &amp;nbsp;norma &amp;nbsp;dan nilai &amp;nbsp;yang belaku&amp;nbsp; pada &amp;nbsp;budaya &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;baru&amp;nbsp; yang &amp;nbsp;berdampak pada perubahan fungsi pada guritan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-02-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/13129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Catharsis; Vol 5 No 1 (2016); 71-78</dc:source>
	<dc:source>2502-4531</dc:source>
	<dc:source>2252-6900</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/13129/7198</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Catharsis: Journal of Arts Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>