Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kesenian Rampak Kenthong sebagai Media Ekspresi Estetik Masyarakat Desa Kalirejo Kabupaten Pekalongan

Catharsis · Vol. 6 No. 1 (2017) · hlm. 1–8

DOI
10.15294/catharsis.v6i1.17019
ISSN
2502-4531, 2252-6900
Terbit
2017-08-24
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kesenian Rampak kenthong adalah alat musik yang terbuat dari bambu, dalam bahasa Banyumas lazim disebut thek-thekan. Disebut thek-thekan karena sesuai dengan bunyi yang dihasilkan pada saat dipukul. Kesenian Rampak Kenthong di Kecamatan Talun memiliki keistimewaan yang ditunjukkan melalui syair lagu yang bernuansa religi dan tradisi, selain pertunjukan tari dan silat. Alat musik yang digunakan dalam kesenian Rampak Kenthong meliputi angklung, calung, bedhug, tam-tam dan kenthongan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk lagu dalam penampilan grup Rampak Kenthong di Desa Kalirejo Kabupaten Pekalongan.,(2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan kesenian Rampak Kenthong digunakan sebagai media ekspresi estetis masyarakat Desa Kalirejo Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, serta metode dokumen, sedangkan teknik analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk lagu dalam penampilan grup Rampak Kenthong meliputi diatonis minor, melangkah, A-B-C, baku, merah diatonis mayor, berurutan, irama semangat, pentatonis selendro, berurutan, syair bahasa arab, 2 pola bentuk lagu, 3 pola irama, gerak melangkah, pentatonis selendro, pentatonis pelog patet lima, gerak melodi melangkah. (2) Setiap lagu dalam pertunjukan Rampak Kenthong memilki makna dan ekspresi tersendiri. Hal itu ditentukan dari bentuk musik dan syair lagu tersebut. Rampak Kenthong art is a musical instrument made of bamboo, in language banyumas commonly called thek-thekan.Called thek-thekan because in line with of sounds produced at struck. Rampak kenthong art in Pekalongan regency different than other regions, things that are different from other regions located at then the words religious nuances and traditions. In a art rampak kenthong also served dance and performing arts. An instrument used in the arts of Rampak Kenthong covering angklung, calung, bedhug, tam-tam and kenthongan. The purpose of this research are (1) to know and described the form of song in appearance group rampak kenthong in the Kalirejo village, Pekalongan regency., (2) to know and described reason art Rampak Kenthongused as a medium of expression aesthetically the village community kalirejo pekalongan regency. This research uses the method-qualitative study.Technique data collection used is the method observation, interview, and a method of documents, while technique analysis consisting of three grooves activities that happen simultaneously namely reduction data, presentation of data, withdrawal conclusion / verification. This research result indicates that (1) the song in appearance group includes diatonic rampak kenthong minor, stepped, a-b-c, raw, major red diatonic, successive, rhythm spirit, pentatonis selendro, successive, lyrical arabic, 2 pattern the song, 3 the rhythm, motion step, pentatonis selendro, pentatonis pelog patet five, motion melody step. (2) Any song in a Rampak Kenthong have meaning and expression of its own.It determined from musical form the and then the words. Based on the results of research, researchers suggested that coaching held business through training organization arts society-based by the district government pekalongan, revamping the presence of businesses and guidance in the fields of music by the village government Talun.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 127 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • State University of Jakarta
  • Yogyakarta State University
  • Tarumanagara University
  • Jenderal Soedirman University
  • Universitas Gadjah Mada
  • Sebelas Maret University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Wadiyo WadiyoAfiliasi tidak diketahui16
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui10
Totok Sumaryanto FlorentinusState University of Semarang9
Hartono HartonoAfiliasi tidak diketahui7
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui5
Widodo WidodoState University of Jakarta5
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui5
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui4
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui4
Wahyu LestariYogyakarta State University3
Totok Sumaryanto. FAfiliasi tidak diketahui3
Martien Herna SusantiAfiliasi tidak diketahui3
Tjetjep Rohendi RohidiAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad JazuliAfiliasi tidak diketahui2
Totok Sumaryanto FlorentinusAfiliasi tidak diketahui2
Kidung Sukma AsmaraniAfiliasi tidak diketahui2
Faruq AlfiantoAfiliasi tidak diketahui2
Puji LestariJenderal Soedirman University2
Sumarno SumarnoAfiliasi tidak diketahui2
Satria Dwi AstutiAfiliasi tidak diketahui2
Junun SartohadiUniversitas Gadjah Mada2
Mochamad Rudyansyah IsmailAfiliasi tidak diketahui2
Wasino WasinoTarumanagara University2
Haryadi HaryadiAfiliasi tidak diketahui2
Tri Joko RaharjoAfiliasi tidak diketahui2
Siti NafisahAfiliasi tidak diketahui1
Nurul Asma MazlanAfiliasi tidak diketahui1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Mantaaba Zukhruf NabilunnuhaAfiliasi tidak diketahui1
Slamet HaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Tri Danu SatriaAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui1
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui1
Metha BertinaAfiliasi tidak diketahui1
Eko SugiartoAfiliasi tidak diketahui1
Prima Suci LestariAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kesenian Rampak Kenthong sebagai Media Ekspresi Estetik Masyarakat Desa Kalirejo Kabupaten Pekalongan</dc:title>
	<dc:creator>Perdana, Firdaus</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarto, Sunarto</dc:creator>
	<dc:creator>Utomo, Udi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kesenian Rampak kenthong adalah alat musik yang terbuat dari bambu, dalam bahasa Banyumas lazim disebut thek-thekan. Disebut thek-thekan karena sesuai dengan bunyi yang dihasilkan pada saat dipukul. Kesenian Rampak Kenthong di Kecamatan Talun memiliki keistimewaan yang ditunjukkan melalui syair lagu yang bernuansa religi dan tradisi, selain pertunjukan tari dan silat. Alat musik yang digunakan dalam kesenian Rampak Kenthong meliputi angklung, calung, bedhug, tam-tam dan kenthongan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk lagu dalam penampilan grup Rampak Kenthong di Desa Kalirejo Kabupaten Pekalongan.,(2) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan alasan kesenian Rampak Kenthong digunakan sebagai media ekspresi estetis masyarakat Desa Kalirejo Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, serta metode dokumen, sedangkan teknik analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk lagu dalam penampilan grup Rampak Kenthong meliputi diatonis minor, melangkah, A-B-C, baku, merah diatonis mayor, berurutan, irama semangat, pentatonis selendro, berurutan, syair bahasa arab, 2 pola bentuk lagu, 3 pola irama, gerak melangkah, pentatonis selendro, pentatonis pelog patet lima, gerak melodi melangkah. (2)&amp;nbsp; Setiap lagu dalam pertunjukan Rampak Kenthong memilki makna dan ekspresi tersendiri. Hal itu ditentukan dari bentuk musik dan syair lagu tersebut.
Rampak Kenthong art is a musical instrument made of bamboo, in language banyumas commonly called thek-thekan.Called thek-thekan because in line with of sounds produced at struck. Rampak kenthong art in Pekalongan regency different than other regions, things that are different from other regions located at then the words religious nuances and traditions. In a art rampak kenthong also served dance and performing arts. An instrument used in the arts of Rampak Kenthong covering angklung, calung, bedhug, tam-tam and kenthongan. The purpose of this research are (1) to know and described the form of song in appearance group rampak kenthong in the Kalirejo village, Pekalongan regency., (2) to know and described reason art Rampak Kenthongused as a medium of expression aesthetically the village community kalirejo pekalongan regency. This research uses the method-qualitative study.Technique data collection used is the method observation, interview, and a method of documents, while technique analysis consisting of three grooves activities that happen simultaneously namely reduction data, presentation of data, withdrawal conclusion / verification. This research result indicates that (1) the song in appearance group includes diatonic rampak kenthong minor, stepped, a-b-c, raw, major red diatonic, successive, rhythm spirit, pentatonis selendro, successive, lyrical arabic, 2 pattern the song, 3 the rhythm, motion step, pentatonis selendro, pentatonis pelog patet five, motion melody step. (2) Any song in a Rampak Kenthong have meaning and expression of its own .It determined from musical form the and then the words. Based on the results of research , researchers suggested that coaching held business through training organization arts society-based by the district government pekalongan , revamping the presence of businesses and guidance in the fields of music by the village government Talun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/17019</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/catharsis.v6i1.17019</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Catharsis; Vol 6 No 1 (2017); 1-8</dc:source>
	<dc:source>2502-4531</dc:source>
	<dc:source>2252-6900</dc:source>
	<dc:source>10.15294/catharsis.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/17019/8655</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Catharsis</dc:rights>
</oai_dc:dc>