Jurnal
Makna Simbolis dan Fungsi Tenun Songket Bermotif Naga pada Masyarakat Melayu di Palembang Sumatera Selatan
Catharsis · Vol. 6 No. 1 (2017) · hlm. 9–18
- ISSN
- 2502-4531, 2252-6900
- Terbit
- 2017-08-24
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Tenun Songket Palembang Sumatera Selatan merupakan salah satu songket terbaik di Indonesia. Motif naga divisualkan kedalam tenun songket karena diyakini memiliki makna simbolis. Tujuan penelitian ini adalah (1) ingin mengetahui motif naga dijadikan unsur utama dalam kerajinan tenun songket (2) ingin menganalisis visualisasi naga dalam tenun songket, (3) ingin memahami makna simbolis dan fungsi tenun songket bermotif naga pada masyarakat Melayu di Palembang Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui, observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, Tenun songket bermotif naga dijadikan sebagai motif utama karena motif tersebut yang pertama dibuat oleh Gede Munyang masa dulu (nenek moyang) sebelum adanya motif-motif tiga negeri dan kenanga dimakan ulat; Kedua, bentuk visual naga yang ada pada tenun songket merupakan visualisasi pengaruh naga Cina; Ketiga, makna simbolis tenun songket bermotif naga merupakan unsur kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan yang terkandung pemahaman kehidupan dilihat dari makna unsur satu kesatuan dan merujuk pada tatanan dalam berkehidupan yang berisi pemahaman terhadap konsep pengharapan, kesucian, perlindungan, kemakmuran, jati diri, dan ajaran dalam ruang lingkup kehidupan sosial. Berkaitan dengan fungsinya, masyarakat Palembang menggunakan tenun songket bermotif naga dalam tradisi pernikahan. Weaving Songket Palembang South Sumatra is one of the best songket in Indonesia. Visualize them into a dragon motif on songket as it is believed to have symbolic significance. Problems examined in this study are: (1) want to know the dragon motif used as a key element in the craft of weaving songket (2) wants to analyze the visualization of a dragon in songket, (3) to understand the symbolic meaning and function of songket weaving patterned dragon on the Malay community in Palembang in South Sumatra. The method used qualitative methods. The data source is the people of Palembang in South Sumatra and patterned songket weaving dragon. Analysis technique used is data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The research shows. First, patterned songket weaving dragon serve as the main motive for the first motif created by Gede Munyang first period (ancestor) before any other motives. Second, the visual form of the dragon that is in the weaving songket is a visualization of the influence of the Chinese dragon. Third, the symbolic meaning of the dragon patterned songket is an element of public confidence in South Sumatra. Contained in the understanding of the meaning of the elements of life seen a whole and refers to the order in life which provides an understanding of the concept of hope, purity, protection, prosperity, identity, and the teachings within the scope of social life. In connection with the public function Palembang songket weaving patterned using dragon in their marriage tradition.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 89 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Triyanto Triyanto | Afiliasi tidak diketahui | 10 |
| Udi Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Dodo Dodo | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Hartono Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rahina Nugrahani | State University of Semarang | 1 |
| Wilujeng Eky Septiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wahyu Lestari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rimasari Pramesthi Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fivin Bagus Septiya Pambudi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Teguh Supriyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dedy Firduansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lucky Rachmawati Wuryanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tutik Tarwiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andrianus Andrianus | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muh. Ibnan Syarif | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Endri Sintiana Murni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ratih Ayu Pratiwinindya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anik Rahmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agus Cahyono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitrya Ali Imran | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fan Naa Na Muhammad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Luciana Intan Prihatini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wadiyo Wadiyo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mina Amaliani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rico Andriansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bandhu Tandho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Joko Riyatmoko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ratna Puspita | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cut Gesti Maria Ulfahmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Syakir Syakir | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Harry Prasetyo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mayang Pitaloka | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Pangesti Aprilia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Faiz Affan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adi Kuntoro | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Daniar Wikan Setyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Toto Haryadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.