Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Makna Simbolik Pertunjukan Linda dalam Upacara Ritual Karia di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara

Catharsis · Vol. 6 No. 1 (2017) · hlm. 57–64

DOI
10.15294/catharsis.v6i1.17032
ISSN
2502-4531, 2252-6900
Terbit
2017-08-25
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Linda merupakan tarian tradisional suku Muna yang disajikan ketika puncak upacara ritual karia atau pingitan. Pertunjukan Linda juga sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada para penonton yang telah membantu kelancaran acara, rasa syukur kepada para peserta karia yang telah melewati tahapan ritual yang begitu rumit dan sebagai simbol pembersihan diri bagi gadis-gadis karia atau pingitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik pertunjukan Linda dalam upacara ritual karia di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Antropologi Seni, Sosiologi Seni dan Pendidikan Seni. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah melakukan interpretasi berdasarkan konsep pertunjukan, gaya, isi tarian, dan konsep interpretasi spesifik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertunjukan Linda mempunyai makna sebagai proses pendewasaan, pembersihan seorang gadis remaja dan sebagai simbol moral atau etika. Linda is the traditional dance in tribe Muna that serves in the peak of Karia ceremony. The performance of karia is to represent thankgiving to the spectators that has assisted the best performances, blessing toward karia actors who have decreased complicated steps in the ritual and as the symbol of ritual for the karia girls. This study aimed at describing symbolic meaning from performance of karia in District West Muna, Southeast Sulawesi. The method of this study was qualitative with art education approach. The techniques of collecting data were observation, interview, and documentary study. The triangulation used interpretation based on concept of performance, style, content of dance, and concept of specific interpretation. The result indicated that performance of Linda has the meaning as the process of maturation, ritual for girls, and as a symbol of ethics.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 121 tautan kepenulisan bersama · 5 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Universitas Halu Oleo
  • Yogyakarta State University
  • Universitas Gadjah Mada
  • Hasanuddin University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui11
Udi UtomoAfiliasi tidak diketahui10
Wahyu LestariYogyakarta State University7
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui7
Ani RusilowatiState University of Semarang6
Muhammad JazuliAfiliasi tidak diketahui6
Syakir SyakirAfiliasi tidak diketahui5
Wiyanto WiyantoState University of Semarang4
Projo DanoedoroUniversitas Gadjah Mada4
Wadiyo WadiyoAfiliasi tidak diketahui4
Totok Sumaryanto FlorentinusState University of Semarang3
Restu LanjariAfiliasi tidak diketahui3
Eko SugiartoAfiliasi tidak diketahui3
Sunyoto Eko NugrohoState University of Semarang3
Sunarto SunartoAfiliasi tidak diketahui2
Totok Sumaryanto FlorentinusAfiliasi tidak diketahui2
Ian YuliantiAfiliasi tidak diketahui2
St. Budi WaluyaAfiliasi tidak diketahui2
Langlang HandayaniAfiliasi tidak diketahui2
Masturi MasturiHasanuddin University2
Muhammad KamalAfiliasi tidak diketahui2
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui2
Totok SumaryantoAfiliasi tidak diketahui2
Tjetjep Rohendi RohidiAfiliasi tidak diketahui2
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo1
La Ode Agus Salim MandoUniversitas Halu Oleo1
La TaenaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Arzal TahirAfiliasi tidak diketahui1
Nurdjanah HamidAfiliasi tidak diketahui1
Ria Mardiana YusufAfiliasi tidak diketahui1
Hartono HartonoDiponegoro University1
Suharto SuhartoDiponegoro University1
Budi UtomoDiponegoro University1
Adi Kurniawan YusimDiponegoro University1
Darojatun FikriAfiliasi tidak diketahui1
Elly ArlianiAfiliasi tidak diketahui1
Novi SusantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Makna Simbolik Pertunjukan Linda dalam Upacara Ritual Karia di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Ardin, Ardin</dc:creator>
	<dc:creator>Cahyono, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Hartono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Linda merupakan tarian tradisional suku Muna yang disajikan ketika puncak upacara ritual karia atau pingitan. Pertunjukan Linda juga sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada para penonton yang telah membantu kelancaran acara, rasa syukur kepada para peserta karia yang telah melewati tahapan ritual yang begitu rumit dan sebagai simbol pembersihan diri bagi gadis-gadis karia atau pingitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik pertunjukan Linda dalam upacara ritual karia di Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Antropologi Seni, Sosiologi Seni dan Pendidikan Seni. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah melakukan interpretasi berdasarkan konsep pertunjukan, gaya, isi tarian, dan konsep interpretasi spesifik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertunjukan Linda mempunyai makna sebagai proses pendewasaan, pembersihan seorang gadis remaja dan sebagai simbol moral atau etika.
Linda is the traditional dance in tribe Muna that serves in the peak of Karia ceremony. The performance of karia is to represent thankgiving to the spectators that has assisted the best performances, blessing toward karia actors who have decreased complicated steps in the ritual and as the symbol of ritual for the karia girls. This study aimed at describing symbolic meaning from performance of karia in District West Muna, Southeast Sulawesi. The method of this study was qualitative with art education approach. The techniques of collecting data were observation, interview, and documentary study. The triangulation used interpretation based on concept of performance, style, content of dance, and concept of specific interpretation. The result indicated that performance of Linda has the meaning as the process of maturation, ritual for girls, and as a symbol of ethics.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/17032</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/catharsis.v6i1.17032</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Catharsis; Vol 6 No 1 (2017); 57-64</dc:source>
	<dc:source>2502-4531</dc:source>
	<dc:source>2252-6900</dc:source>
	<dc:source>10.15294/catharsis.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/17032/8665</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Catharsis</dc:rights>
</oai_dc:dc>