Jurnal
Proses Kreasi Tari Alusu’ sebagai Tari Penyambutan di Kabupaten Bone
Catharsis · Vol. 6 No. 1 (2017) · hlm. 65–73
- ISSN
- 2502-4531, 2252-6900
- Terbit
- 2017-08-25
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses kreasi sebagai tari penyambutan di Kabupaten Bone. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data secara menyeluruh menggunakan prosedur analisis Miles dan Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan, untuk teknik analisis tari menggunakan prosedur Jannet Adshead yaitu Discerning dan Describing. Hasil penelitian ditemukan bahwa proses kreasi dilakukan pada tahun 2005 oleh koreografer Abdul Muin, dan dibantu oleh Andi Youshand selaku budayawan dan Andi Mappasissi selaku pemangku adat dalam hal menemukan ide. Melalui proses kreasi yakni eksplorasi, improvisasi dan komposisi, tari Alusu’ terbentuk menjadi delapan ragam gerak di antaranya, Mappakaraja, Sere Alusu’, Sere Bibbi’, Sere Mangkok, Sere Massampeang, Sere Maloku, Sere batita, dan Pabbitte. Gerakan yang dihasilkan dengan karakter gaya gerak Abdul Muin sebagai penari Bissu, dan dipengaruhi oleh keadaan geografis Kabupaten Bone, sehingga menghasilkan gerak yang lebih dinamis. Di sisi lain, elemen pendukung tari Alusu’ seperti musik iringan, kostum, tata rias, properti, dan desain lantai disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. This study aims at describing creation process as a welcoming dance in Bone Subdistrict. This study is qualitative in nature. The data are collected through observations, interviews, and documentations study. The data analysis techniques apply Miles and Huberman’s procedures, starting from data collection; data reduction; data presentation; and data verification or drawing conclusion. Meanwhile, dance analysis techniques utilize Jannet Adshead’s ones which are discerning and describing. The results show that creation process was done in 2005 by Abdul Muin as the choreographer, collaborated with Andi Youshand as cultural observer and Andi Mappasissi as local custom leader in finding ideas. Through the creation process covering exploration, improvisation, and composition, Alusu’ dance was formed in eight moves that are Mappakaraja, Sere Alusu’, Sere Bibbi’, Sere Mangkok, Sere Massampeang, Sere Maloku, Sere batita, and Pabbitte. The moves are characterised by the style of Abdul Muin’s as Bissu dancer, also influenced by Bone’s geographical condition, which finally make those more dynamic. Besides, some other additional elements such as music, costume, make up, properties, and floor design are adjusted by current people’s need.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 97 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Hartono Hartono | Afiliasi tidak diketahui | 9 |
| Udi Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Muhammad Jazuli | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Triyanto Triyanto | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Sri Iswidayati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Eko Sugiarto | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Wadiyo Wadiyo | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Syakir Syakir | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Malarsih Malarsih | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rahina Nugrahani | State University of Semarang | 2 |
| Totok Sumaryanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Wilujeng Eky Septiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nimas Agustin Purwaningtyas Nimas Agustin Purwaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Daniar Hafri Ahsani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Esti Verulitasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dedy Firduansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lucky Rachmawati Wuryanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tutik Tarwiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dodo Dodo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Opta Septiana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muh. Ibnan Syarif | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Endri Sintiana Murni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Romas Tahrir | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ardin Ardin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Prasena Arisyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Tiya Juwita | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fan Naa Na Muhammad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suparti Suparti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfian Eko Widodo Adi Prasetyo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erna Anggraini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mina Amaliani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bandhu Tandho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Joko Riyatmoko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ratna Puspita | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cut Gesti Maria Ulfahmi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Meipur Yanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Endik Guntaris | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.