Hotel T, Bali menggunakan WLAN dengan tujuh access point untuk memenuhi kebutuhan operasional. Ketersediaan bandwidth yang tinggi diperlukan untuk memenuhi akses oleh staff hotel maupun customer. Berdasarkan hasil diagnosis kecepatan rata-rata unduh 2.27 Mbps, kecepatan rata-rata unggah 1.87 Mbps dengan hasil pengukuran quality of service parameter jitter dan packet loss berada pada kategori buruk dan sedang, namun terdapat satu access point yang kondisi jitter dalam kategori bagus. Karena perbedaan yang signifikan ini dilakukan pengecekan interferensi dalam jaringan. Hasilnya, channel pada access point overlapping sehingga menimbulkan wave interference. Tahap action planning dan action taking dilakukan untuk meminimalisir interferensi pada WLAN Hotel T. Perbaikan channel dilakukan dengan mengubah frekuensi pada setiap access point. Hal tersebut menjadikan setiap access point mempunyai pengaturan frekuensi yang berbeda-beda. Kecepatan akses unduh, unggah dan pengecekan status host melalui ping mengalami perubahan signifikan, yaitu menjadi lebih baik. Hasil evaluasi menyatakan bahwa interferensi dapat mempengaruhi nilai jitter. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata kualitas layanan pada jitter dari kategori Buruk menjadi Bagus. Peningkatan yang signifikan terjadi pada packet loss yang berada pada kategori Sangat bagus, artinya kegagalan paket saat pengiriman sangat kecil, antara 0 hingga 1,3%. Dalam hal ini terjadinya wave interference dapat mempengaruhi quality of service dalam jaringan.
Collaboration network of the authors
6 authors ·
6 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Amikom Yogyakarta
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.