Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN VISUAL TOKOH WAYANG GOLEK LUPIT DAN SLENTENG DALAM KONTEKS BUDAYA TEGAL

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 9 No. 3 (2020) · hlm. 23–30

DOI
10.15294/eduarts.v9i3.40501
ISSN
2721-785X, 2252-6625
Terbit
2020-09-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk visual, simbol, dan karakteristik cultural pada tokoh wayang golek Lupit dan Slenteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan secara kasuistik di Sanggar Satria Laras Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Penelitian difokuskan pada kajian visual terhadap karya wayang golek Lupit dan Slenteng serta didukung dokumen - dokumen visual dan audio visual pementasan wayang. Pengamatan langsung terhadap aktivitas dalang dan masyarakat sekitar yang merepresentasikan budaya Tegal juga dilakukan untuk memperoleh gambaran persoalan secara menyeluruh. Prosedur analisis yang digunakan ialah model alir yang meliputi reduksi, sajian, dan verifikasi, sedangkan model kajian yang digunakan meliputi kajian bentuk dan simbol dalam perspektif kebudayaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan empiric sebagai berikut. Pertama, bentuk visual wayang golek Lupit mengacu pada bentuk Bagong dan Slenteng mengacu pada bentuk Gareng. Perbedaannya terletak pada bahan yang mempengaruhi tampilan fisiknya, yaitu tokoh wayang Lupit dan Slenteng berbentuk boneka (tiga dimensional) yang terbuat dari kayu, sedangkan tokoh wayang Bagong dan Gareng terbuat dari kulit sehingga memiliki tampilan dua dimensional. Kedua, simbol visual keduanya memiliki fungsi khusus yang terkait dengan ranah kebudayaan Tegal, secara khusus sebagai representasi karakter masyarakat Tegal sebagai bagian dari sub kebudayaan Jawa pesisir utara-barat.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 102 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Sebelas Maret University
  • IPB University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Syakir SyakirAfiliasi tidak diketahui7
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui5
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui3
Kemal Budi MulyonoAfiliasi tidak diketahui2
Muh Fakhrihun NaamAfiliasi tidak diketahui2
Achmad ZairinAfiliasi tidak diketahui2
Retnoningrum HidayahAfiliasi tidak diketahui2
Arif FiyantoAfiliasi tidak diketahui2
Rahina NugrahaniState University of Semarang2
Dwi Wahyuni KurniawatiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad ZulmiAfiliasi tidak diketahui1
Reza KhatamiAfiliasi tidak diketahui1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Adhytia RizkyhimawanAfiliasi tidak diketahui1
Pratama WidagdoAfiliasi tidak diketahui1
Vika AfriliyaniAfiliasi tidak diketahui1
Rossalia Reza TrisnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Udi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Prima Suci LestariAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SAfiliasi tidak diketahui1
Widodo WidodoIPB University1
Slamet HaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui1
Frizia Nuary Novalia Frizia Nuary NovaliaAfiliasi tidak diketahui1
Mardina RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Bangkit SanjayaAfiliasi tidak diketahui1
Annisa' Ayu FirmadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Anindya Saskia HanifaratriAfiliasi tidak diketahui1
Anung GunartoAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Rijalul Azka ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Sarpani SarpaniAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Surya AdiAfiliasi tidak diketahui1
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Ita YulaidaAfiliasi tidak diketahui1
Yuli Tri AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Imran - ImranAfiliasi tidak diketahui1
Deva MarsianaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN VISUAL TOKOH WAYANG GOLEK LUPIT DAN SLENTENG DALAM KONTEKS BUDAYA TEGAL</dc:title>
	<dc:creator>Kharisma, Garda Udi</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Eko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk visual, simbol, dan karakteristik cultural pada tokoh wayang golek Lupit dan Slenteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan secara kasuistik di Sanggar Satria Laras Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Penelitian difokuskan pada kajian visual terhadap karya wayang golek Lupit dan Slenteng serta didukung dokumen - dokumen visual dan audio visual pementasan wayang. Pengamatan langsung terhadap aktivitas dalang dan masyarakat sekitar yang merepresentasikan budaya Tegal juga dilakukan untuk memperoleh gambaran persoalan secara menyeluruh. Prosedur analisis yang digunakan ialah model alir yang meliputi reduksi, sajian, dan verifikasi, sedangkan model kajian yang digunakan meliputi kajian bentuk dan simbol dalam perspektif kebudayaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan empiric sebagai berikut. Pertama, bentuk visual wayang golek Lupit mengacu pada bentuk Bagong dan Slenteng mengacu pada bentuk Gareng. Perbedaannya terletak pada bahan yang mempengaruhi tampilan fisiknya, yaitu tokoh wayang Lupit dan Slenteng berbentuk boneka (tiga dimensional) yang terbuat dari kayu, sedangkan tokoh wayang Bagong dan Gareng terbuat dari kulit sehingga memiliki tampilan dua dimensional. Kedua, simbol visual keduanya memiliki fungsi khusus yang terkait dengan ranah kebudayaan Tegal, secara khusus sebagai representasi karakter masyarakat Tegal sebagai bagian dari sub kebudayaan Jawa pesisir utara-barat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/40501</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/eduarts.v9i3.40501</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 9 No 3 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; 23-30</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduarts.v9i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/40501/16769</dc:relation>
</oai_dc:dc>