Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN ESTETIK KOSTUM ABDI DALEM KERATON KASUNANAN SURAKARTA

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 10 No. 2 (2021) · hlm. 47–54

ISSN
2721-785X, 2252-6625
Terbit
2021-05-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menggali tentang visual estetik dan makna simbolik kostum abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan peneltian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, dan melakukan keabsahan data.Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal: (1) Busana yang memiliki estetika dengan penggunaan warna yang sederhana sebagian besar berwarna gelap, sogan maupun kuning keemasan, tekstur pada kain dan beberapa perlengkapan bertekstur halus kain beberapa kasar sebab penggunaan teknik bordir pada kelengkapan tertentu. Bentuk-bentuk motif gubahan pada kain batik klasik gagrak Surakarta dan beberapa kelengkapan yang diberi motif seperti sulur-suluran, flora maupun fauna sesuai kepercayaannya.Cara memakainya haruslah berurutan dan rapi (bersap-sap) yang terkesan rumit sehingga bentuk sesuai dengan pemakainya (mbesus). (2) Ditinjau dari makna simboliknya penggunaan busana berwarna gelap seperti hitam,coklat dan kuning keemasan simbol dari gagah, wibawa, dan luwes. Sikap tersebut diterapkan pada semua abdi dalem dalam kesehariannya dan lingkungannya sedangkan keberagaman motif sebagai pengharapan seorang abdi dalem pada kehidupannya. Sehingga dalam kehidupan abdi dalem tidak terpaku pada nafsu duniawi melainkan mengabdi kepada Tuhan malalui Raja sebagai wakil Tuhan.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 102 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Sebelas Maret University
  • IPB University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Syakir SyakirAfiliasi tidak diketahui7
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui5
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui3
Kemal Budi MulyonoAfiliasi tidak diketahui2
Muh Fakhrihun NaamAfiliasi tidak diketahui2
Achmad ZairinAfiliasi tidak diketahui2
Retnoningrum HidayahAfiliasi tidak diketahui2
Arif FiyantoAfiliasi tidak diketahui2
Rahina NugrahaniState University of Semarang2
Dwi Wahyuni KurniawatiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad ZulmiAfiliasi tidak diketahui1
Reza KhatamiAfiliasi tidak diketahui1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Adhytia RizkyhimawanAfiliasi tidak diketahui1
Pratama WidagdoAfiliasi tidak diketahui1
Vika AfriliyaniAfiliasi tidak diketahui1
Rossalia Reza TrisnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Udi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Prima Suci LestariAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SAfiliasi tidak diketahui1
Widodo WidodoIPB University1
Slamet HaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui1
Frizia Nuary Novalia Frizia Nuary NovaliaAfiliasi tidak diketahui1
Mardina RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Bangkit SanjayaAfiliasi tidak diketahui1
Annisa' Ayu FirmadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Anindya Saskia HanifaratriAfiliasi tidak diketahui1
Anung GunartoAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Rijalul Azka ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Sarpani SarpaniAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Surya AdiAfiliasi tidak diketahui1
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Ita YulaidaAfiliasi tidak diketahui1
Yuli Tri AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Imran - ImranAfiliasi tidak diketahui1
Deva MarsianaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN ESTETIK KOSTUM ABDI DALEM KERATON KASUNANAN SURAKARTA</dc:title>
	<dc:creator>Fitriana, Octavia Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Eko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan menggali tentang visual estetik dan makna simbolik kostum abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan peneltian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, dan melakukan keabsahan data.Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal: (1) Busana yang memiliki estetika dengan penggunaan warna yang sederhana sebagian besar berwarna gelap, sogan maupun kuning keemasan, tekstur pada kain dan beberapa perlengkapan bertekstur halus kain beberapa kasar sebab penggunaan teknik bordir pada kelengkapan tertentu. Bentuk-bentuk motif gubahan pada kain batik klasik gagrak Surakarta dan beberapa kelengkapan yang diberi motif seperti sulur-suluran, flora maupun fauna sesuai kepercayaannya.Cara memakainya haruslah berurutan dan rapi (bersap-sap) yang terkesan rumit sehingga bentuk sesuai dengan pemakainya (mbesus). (2) Ditinjau dari makna simboliknya penggunaan busana berwarna gelap seperti hitam,coklat dan kuning keemasan simbol dari gagah, wibawa, dan luwes. Sikap tersebut diterapkan pada semua abdi dalem dalam kesehariannya dan lingkungannya sedangkan keberagaman motif sebagai pengharapan seorang abdi dalem pada kehidupannya. Sehingga dalam kehidupan abdi dalem tidak terpaku pada nafsu duniawi melainkan mengabdi kepada Tuhan malalui Raja sebagai wakil Tuhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/46669</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 10 No 2 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; 47-54</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduarts.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/46669/18832</dc:relation>
</oai_dc:dc>