Jurnal
ESTETIKA VISUAL DAN MAKNA SIMBOLIK BATIK DAWET AYU PRODUKSI HOME INDUSTRY WARDAH BATIK BANJARNEGARA
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 10 No. 3 (2021) · hlm. 31–43
- ISSN
- 2721-785X, 2252-6625
- Terbit
- 2021-09-01
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penelitian bertujuan mendeskripsikan struktur, nilai estetik, dan makna simbolik batik dawet ayu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut ini. Pertama, struktur batik dawet ayu terdiri (1) motif pokok berupa motif dawet ayu, (2) motif pelengkap terdiri dari motif salak pondoh, motif bunga terompet, motif kupu-kupu, dan motif meru, dan (3) motif isen yaitu cecek dan sawut. Pola motif batiknya repetitif memenuhi kain batik secara simetris. Batik dawet ayu berwarna hitam, coklat atau sogan, dan putih. Kedua, nilai estetik berupa (1) nilai budaya kosmologis yaitu suatu pandangan hidup terhadap alam semesta yang direpresentasikan melalui motif pada batik dawet ayu dan secara perspektif desain terdapat nilai keteraturan berupa simetris, seimbang, harmonis, serasi dan kesatuan, (2) klasifikasi simbolik batik dawet ayu yang diterapkan sebagai kain jarik, sinjang, tapih, atau baju yang lebih tepat untuk dikenakan pada kegiatan formal dan pengungkapan bentuk motif batiknya mempertimbangkan aspek tengen kiwo (kanan kiri) dan nduwur ngisor (atas bawah), dan (3) orientasi nilai kehidupan dan karakter budaya sosial kehidupan masyarakat Banjarnegara yang diwujudkan dalam bentuk motif pada batik dawet ayu untuk menyiratkan pesan yang memberikan arah menuju keselamatan dan kesejahteraan kehidupan. Makna simbolik batik dawet ayu berdasarkan motif batiknya melambangkan sikap, sifat, perilaku, dan karakter masyarakat Banjarnegara yang memegang kuat nilai religius dan nilai budaya sosialnya (rasa kekeluargaan, gotong royong, tenggang rasa, keadilan, kesederhanaan, dan kejujuran). Warna batik dawet ayu melambangkan karakter masyarakat Banjarnegara, seperti (a) warna hitam bermakna netral, tidak memihak, dan tidak membeda-bedakan, (b) warna putih bermakna suci, bersih, sakral, dan religius, (c) warna coklat atau sogan bermakna kewibawaan, kesederhanaan, dan penuh daya tarik. Pola batiknya melambangkan masyarakat Banjarnegara yang dekat dengan alam, bermakna mampu membaur dan menyesuaikan diri.
Jaringan kolaborasi para penulis
39 penulis · 65 tautan kepenulisan bersama · 9 lintas organisasi
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Medan Area University
- Andalas University
- Diponegoro University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Habib Satria | Medan Area University | 3 |
| Moranain Mungkin | Medan Area University | 2 |
| Dina Maizana | Medan Area University | 2 |
| Rahmad Syah | Medan Area University | 1 |
| Nukhe Andri Silviana | Medan Area University | 1 |
| Indri Dayana | Medan Area University | 1 |
| Dadan Ramdan | Medan Area University | 1 |
| Muhammad Fadlan Siregar | Medan Area University | 1 |
| Sulistyo Agung Dwi Kurniawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kamsidjo Budi Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Imam Fauzi Ath Thaariq | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lusi Ngestina Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anggi Verresya Dwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Apri Yuliyana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Triyanto Triyanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Barata Siswa Lelana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novita Tri Lestari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Onang Murtiyoso | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Restu Angening Pawekas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eko Sugiarto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Qoimatun Najah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rivaldi Aditianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widodo Kurnianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfi Sholehah Dwi Meyrani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rina Aenun Rohmadiati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Setianingrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Karimun | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cermat Gentur Pambuko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mohammad Nova Purnama | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Ayu Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anggun Mega Yuli Yana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annis Laela Fardani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Purwanto Purwanto | Diponegoro University | 1 |
| Dita Setyawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Julia Permatasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Lailatul Maulidiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elsa Nur Tiara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.