Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

REPRESENTASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL MELALUI FIGUR BUNGA SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 10 No. 3 (2021) · hlm. 64–73

ISSN
2721-785X, 2252-6625
Terbit
2021-09-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pemanasan global adalah kenaikan suhu di seluruh permukaan bumi. Penyebab pemanasan global dari adanya peningkatan green house gasses (gas rumah kaca). Manusia adalah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Proses tumbuh, kuncup, mekar, layu, dan mati sebuah bunga memberi ide, inspirasi, dan imajinasi untuk menuangkan gagasan pada karya lukis mengenai dampak pemanasan global melalui objek bunga yang rapuh dan butuh perhatian untuk dirawat seperti alam ini. Melalui proyek studi ini penulis melakukan respon kreatif terhadap dampak pemanasan global ke dalam seni lukis dengan media cat akrilik dan cat minyak pada kanvas. Metode yang digunakan dalam berkarya meliputi pemilihan media dan proses berkarya yang di dalamnya terdapat proses konseptualisasi dan ide gagasan. Dalam proyek studi yang berjudul isu pemanasan global melalui figur bunga sebagai gagasan berkarya seni lukis. Disajikan sebanyak 7 karya. Karya tersebut digambarkan menggunakan pendekatan realistik dengan sentuhan ekspresif melalui figur bunga sebagai representasi dampak pemanasan global. Ketujuh karya tersebut tentang harapan dan optimisme agar keadaan bumi semakin membaik.Selain itu, penulis beranggapan bahwa kesadaran dalam menjaga lingkungan masih perlu digalakkan dan salah satunya upayanya dalam bentuk karya lukis. Karena karya seni lukis dapat memberi kesan dan pengaruh bagi penonton atau apresiatornya.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 102 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Sebelas Maret University
  • IPB University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Syakir SyakirAfiliasi tidak diketahui7
Wandah WibawantoAfiliasi tidak diketahui5
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui3
Kemal Budi MulyonoAfiliasi tidak diketahui2
Muh Fakhrihun NaamAfiliasi tidak diketahui2
Achmad ZairinAfiliasi tidak diketahui2
Retnoningrum HidayahAfiliasi tidak diketahui2
Arif FiyantoAfiliasi tidak diketahui2
Rahina NugrahaniState University of Semarang2
Dwi Wahyuni KurniawatiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad ZulmiAfiliasi tidak diketahui1
Reza KhatamiAfiliasi tidak diketahui1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Adhytia RizkyhimawanAfiliasi tidak diketahui1
Pratama WidagdoAfiliasi tidak diketahui1
Vika AfriliyaniAfiliasi tidak diketahui1
Rossalia Reza TrisnawatiAfiliasi tidak diketahui1
Syahrul Syah SinagaAfiliasi tidak diketahui1
Udi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Prima Suci LestariAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SAfiliasi tidak diketahui1
Widodo WidodoIPB University1
Slamet HaryonoAfiliasi tidak diketahui1
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui1
Frizia Nuary Novalia Frizia Nuary NovaliaAfiliasi tidak diketahui1
Mardina RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Bangkit SanjayaAfiliasi tidak diketahui1
Annisa' Ayu FirmadhaniAfiliasi tidak diketahui1
Anindya Saskia HanifaratriAfiliasi tidak diketahui1
Anung GunartoAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Rijalul Azka ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Sarpani SarpaniAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Surya AdiAfiliasi tidak diketahui1
Triyanto TriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Ita YulaidaAfiliasi tidak diketahui1
Yuli Tri AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Imran - ImranAfiliasi tidak diketahui1
Deva MarsianaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REPRESENTASI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL MELALUI FIGUR BUNGA SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS</dc:title>
	<dc:creator>Yoga, Nadya Krisma</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Eko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanasan global adalah kenaikan suhu di seluruh permukaan bumi. Penyebab pemanasan global dari adanya peningkatan green house gasses (gas rumah kaca). Manusia adalah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Proses tumbuh, kuncup, mekar, layu, dan mati sebuah bunga memberi ide, inspirasi, dan imajinasi untuk menuangkan gagasan pada karya lukis mengenai dampak pemanasan global melalui objek bunga yang rapuh dan butuh perhatian untuk dirawat seperti alam ini. Melalui proyek studi ini penulis melakukan respon kreatif terhadap dampak pemanasan global ke dalam seni lukis dengan media cat akrilik dan cat minyak pada kanvas. Metode yang digunakan dalam berkarya meliputi pemilihan media dan proses berkarya yang di dalamnya terdapat proses konseptualisasi dan ide gagasan. Dalam proyek studi yang berjudul isu pemanasan global melalui figur bunga sebagai gagasan berkarya seni lukis. Disajikan sebanyak 7 karya. Karya tersebut digambarkan menggunakan pendekatan realistik dengan sentuhan ekspresif melalui figur bunga sebagai representasi dampak pemanasan global. Ketujuh karya tersebut tentang harapan dan optimisme agar keadaan bumi semakin membaik.Selain itu, penulis beranggapan bahwa kesadaran dalam menjaga lingkungan masih perlu digalakkan dan salah satunya upayanya dalam bentuk karya lukis. Karena karya seni lukis dapat memberi kesan dan pengaruh bagi penonton atau apresiatornya.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/51997</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 10 No 3 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; 64-73</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduarts.v10i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/51997/20324</dc:relation>
</oai_dc:dc>