Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Perbandingan Metode Klasifikasi SOM Dan LVQ Pada Data Bunga Iris Dengan Parameter Dimodifikasi

Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi · Vol. 3 No. 1 (2023) · pp. 130–138

DOI
10.51454/decode.v3i1.135
ISSN
2775-1813, 2775-2984
Published
2023-03-03
Publisher
Universitas Muhammadiyah Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Klasifikasi mempunyai dua tugas utama yaitu membuat model sebagai prototype dan menggunakan model untuk mengklasifikasi atau memprediksi pada objek data lain. Metode klasifikasi yang banyak digunakan diantaranya adalah Self Organizing Maps (SOM) dan Learning Vector Quantization (LVQ). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma SOM dan LVQ dalam klasifikasi data bunga iris. Skema yang digunakan dalam penelitian ini adalah memodifikasi parameter dalam beberapa percobaan. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, nilai α dan β sangat mempengaruhi hasil klasifikasi. Algoritma SOM memiliki akurasi terbaik ketika α=0.01 dan β=0.01 dengan akurasi 97.77%, sedangkan algoritma LVQ akurasi maksimal diperoleh ketika nilai α=0.1 dan β=0.05 dengan akurasi 88.88%. Selanjutnya dalam penelitian ini diketahui bahwa banyaknya iterasi yang digunakan berpengaruh terhadap hasil klasifikasi pada kedua algoritma. Akan tetapi waktu proses (running time) pada SOM tidak begitu berpengaruh ketika dilakukan perubahan jumlah iterasi. Berbeda dengan LVQ dimana banyaknya iterasi yang digunakan sangat mempengaruhi waktu eksekusi program. Semakin banyak iterasi, semakin lama juga waktu eksekusi program yang dijalankan.

Collaboration network of the authors

7 authors · 12 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Amikom Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fauzan AzimAffiliation unknown1
Yuli HartatiAffiliation unknown1
Dewi Kania WidyawatiAffiliation unknown1
Ahmad Luqman Ahmad Kamal AriffinAffiliation unknown1
Theopilus Bayu SasongkoUniversitas Amikom Yogyakarta1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2775-1813/works, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Perbandingan Metode Klasifikasi SOM Dan LVQ Pada Data Bunga Iris Dengan Parameter Dimodifikasi</dc:title><dc:creator>Arifin, Oki</dc:creator><dc:creator>Rofianto, Dani</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Klasifikasi mempunyai dua tugas utama yaitu membuat model sebagai prototype dan menggunakan model untuk mengklasifikasi atau memprediksi pada objek data lain. Metode klasifikasi yang banyak digunakan diantaranya adalah Self Organizing Maps (SOM) dan Learning Vector Quantization (LVQ). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma SOM dan LVQ dalam klasifikasi data bunga iris. Skema yang digunakan dalam penelitian ini adalah memodifikasi parameter dalam beberapa percobaan. Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan, nilai α dan β sangat mempengaruhi hasil klasifikasi. Algoritma SOM memiliki akurasi terbaik ketika α=0.01 dan β=0.01 dengan akurasi 97.77%, sedangkan algoritma LVQ akurasi maksimal diperoleh ketika nilai α=0.1 dan β=0.05 dengan akurasi 88.88%. Selanjutnya dalam penelitian ini diketahui bahwa banyaknya iterasi yang digunakan berpengaruh terhadap hasil klasifikasi pada kedua algoritma. Akan tetapi waktu proses (running time) pada SOM tidak begitu berpengaruh ketika dilakukan perubahan jumlah iterasi. Berbeda dengan LVQ dimana banyaknya iterasi yang digunakan sangat mempengaruhi waktu eksekusi program. Semakin banyak iterasi, semakin lama juga waktu eksekusi program yang dijalankan.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Universitas Muhammadiyah Kendari</dc:publisher><dc:date>2023-03-03</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.51454/decode.v3i1.135</dc:identifier><dc:identifier>10.51454/decode.v3i1.135</dc:identifier><dc:source>Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi; Vol 3 No 1 (2023); 130-138</dc:source><dc:source>2775-1813</dc:source><dc:source>2775-2984</dc:source><dc:relation>https://journal.umkendari.ac.id/index.php/decode/article/download/135/58</dc:relation><dc:rights>https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights></oai_dc:dc>