Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KENDALA PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS XI SMALB TUNARUNGU DI SLB NEGERI SEMARANG TAHUN AJARAN 2011/2012

Edu Geography · Vol. 1 No. 1 (2012)

ISSN
2549-0346, 2252-6684
Terbit
2012-06-30
Penerbit
Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Semua anak berhak mendapatkan pendidikan, termasuk juga anak berkebutuhan khusus (ABK). Anak tunarungu merupakan bagian integral dari anak berkebutuhan khusus. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami kehilangan kemampuan pendengaran yang disebabkan kerusakan pada sebagian atau seluruh organ pendengaran sehingga dalam proses pembelajaran, informasi yang diberikan guru sering dimaknai salah. Agar para penyandang tunarungu dapat bersosialisasi dan mengembangkan kemampuan intelektualnya maka pemerintah maupun swasta mengadakan layanan pendidikan khusus. Dari upaya-upaya pemberian layanan pendidikan khusus tersebut maka para penyandang tunarungu dapat memperoleh pelajaran-pelajaran yang mereka butuhkan dalam bersosialisasi dengan masyarakat maupun keahlian-keahlian yang akan membawa masa depan mereka. Misalnya saja mata pelajaran IPS memberikan mereka pengetahuan tentang kondisi masyarakat dan lingkunganya, begitu juga dengan mata pelajaran lain yang mempunyai kegunaan masing-masing. Permasalahan dari penelitian ini adalah apakah kendala dalam proses pembelajaran IPS pada siswa tunarungu, sedangkan tujuannya yaitu untuk mengetahui kendala dalam proses pembelajaran IPS pada siswa tunarungu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kendala yang dihadapi dalam perencanaan pembelajaran adalah kemampuan siswa yang berbeda-beda, kesulitan dalam mencari sumber dan bahan ajar, serta dengan sistem guru kelas menyebabkan guru kurang fokus dalam membuat perencanaan. Sedangkan, kendala dalam pelaksanaan pembelajaran adalah konsep kata siswa yang kurang baik, kurangnya sumber-sumber belajar dan alat peraga, proses pemahaman kata yang tidak merata sehingga butuh media untuk memvisualisasikan materi dan kendala dalam pelaksanaan evaluasi adalah waktu pembelajaran relatif pendek, kurangnya sarana penunjang dan kurangnya konsep kata yang dimiliki siswa.All children are entitled to education, including children with special needs. Children with hearing impairment is an integral part of children with special needs. Deaf child is a child who has lost hearing ability due to damage to some or all of the organ of hearing so that the learning process, the information provided is often interpreted as false teachers. So that the deaf can socialize and develop their intellectual abilities, the government and private conduct of special education services. Of these efforts is the provision of special education services so the deaf can get the lessons they need in the community and socialize with the skills that their future will bring. For example, IPS subjects gave their knowledge about the condition of society and lingkunganya, as well as other subjects which have their usefulness. Problems of this study is whether the constraints in the process of learning social studies to students with hearing impairment, while the objective being to determine the IPS constraints in the learning process in students with hearing impairment.The results showed that in general the obstacles encountered in planning student learning is the ability of different, and the difficulty in finding sources of materials, as well as with the class teacher system causes less focus on teacher planning. Meanwhile, the constraints in the implementation of student learning is the concept of the word is not good, lack of learning resources and learning tools, the process of understanding a word that is uneven so take the media to visualize the material and the constraints in the evaluation of learning is a relatively short time, the lack of supporting facilities and lack concepts students have said.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 128 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Brawijaya
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui7
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui5
Saptono PutroUniversity of Brawijaya5
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang5
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui4
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui3
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui2
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui2
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui2
Supriyadi SupriyadiAfiliasi tidak diketahui1
Ervando Tommy Al-hanifAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad SyifauddinAfiliasi tidak diketahui1
Herlambang Fadlan SejatiAfiliasi tidak diketahui1
Puneet IyerAfiliasi tidak diketahui1
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui1
Afkar Jihad Al-afghani AfkarAfiliasi tidak diketahui1
Muh. SholehAfiliasi tidak diketahui1
Bella Zulfia Aisyatul WahidahAfiliasi tidak diketahui1
amita asih ardiyantiAfiliasi tidak diketahui1
Heri TjahjonoAfiliasi tidak diketahui1
Eka Anjar SariAfiliasi tidak diketahui1
Kusuma WardhaniAfiliasi tidak diketahui1
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui1
Agus ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Tukidi TukidiAfiliasi tidak diketahui1
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui1
Fajar RianawatiAfiliasi tidak diketahui1
Nurdianto NurdiantoAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Liesnoor SetyawatiAfiliasi tidak diketahui1
Sudharmono SudharmonoAfiliasi tidak diketahui1
Yudi AryantoAfiliasi tidak diketahui1
Dedy Hendra PrastiaAfiliasi tidak diketahui1
Mas Aditia NugrohoAfiliasi tidak diketahui1
Ganes NalisaAfiliasi tidak diketahui1
Eldo Rado SilabanAfiliasi tidak diketahui1
Inka Wahyu SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Irna Nur Fita SariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KENDALA PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS XI SMALB TUNARUNGU  DI SLB NEGERI SEMARANG TAHUN AJARAN 2011/2012</dc:title>
	<dc:creator>fitrianto, tahmid</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiyanto, R</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyanto, Hariyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Semua anak berhak mendapatkan pendidikan, termasuk juga anak berkebutuhan khusus (ABK).  Anak tunarungu merupakan bagian integral dari anak berkebutuhan khusus. Anak tunarungu adalah anak yang mengalami kehilangan kemampuan pendengaran yang disebabkan kerusakan pada sebagian atau seluruh organ pendengaran sehingga dalam proses pembelajaran, informasi yang diberikan guru sering dimaknai salah. Agar para penyandang tunarungu dapat bersosialisasi dan mengembangkan kemampuan intelektualnya maka pemerintah maupun swasta mengadakan layanan pendidikan khusus. Dari upaya-upaya pemberian layanan pendidikan khusus tersebut maka para penyandang tunarungu dapat memperoleh pelajaran-pelajaran yang mereka butuhkan dalam bersosialisasi dengan masyarakat maupun keahlian-keahlian yang akan membawa masa depan mereka. Misalnya saja mata pelajaran IPS memberikan mereka pengetahuan tentang kondisi masyarakat dan lingkunganya, begitu juga dengan mata pelajaran lain yang mempunyai kegunaan masing-masing. Permasalahan dari penelitian ini  adalah apakah kendala dalam proses pembelajaran IPS pada siswa tunarungu, sedangkan tujuannya yaitu untuk mengetahui kendala dalam proses pembelajaran IPS pada siswa tunarungu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kendala yang dihadapi dalam perencanaan pembelajaran adalah kemampuan siswa yang berbeda-beda, kesulitan dalam mencari sumber dan bahan ajar, serta dengan sistem guru kelas menyebabkan guru kurang fokus dalam membuat perencanaan. Sedangkan, kendala dalam pelaksanaan pembelajaran adalah konsep kata siswa yang kurang baik, kurangnya sumber-sumber belajar dan alat peraga, proses pemahaman kata yang tidak merata sehingga butuh  media untuk memvisualisasikan materi dan kendala dalam pelaksanaan evaluasi adalah waktu pembelajaran relatif pendek, kurangnya sarana penunjang dan kurangnya konsep kata yang dimiliki siswa.All children are entitled to education, including children with special needs. Children with hearing impairment is an integral part of children with special needs. Deaf child is a child who has lost hearing ability due to damage to some or all of the organ of hearing so that the learning process, the information provided is often interpreted as false teachers. So that the deaf can socialize and develop their intellectual abilities, the government and private conduct of special education services. Of these efforts is the provision of special education services so the deaf can get the lessons they need in the community and socialize with the skills that their future will bring. For example, IPS subjects gave their knowledge about the condition of society and lingkunganya, as well as other subjects which have their usefulness. Problems of this study is whether the constraints in the process of learning social studies to students with hearing impairment, while the objective being to determine the IPS constraints in the learning process in students with hearing impairment.The results showed that in general the obstacles encountered in planning student learning is the ability of different, and the difficulty in finding sources of materials, as well as with the class teacher system causes less focus on teacher planning. Meanwhile, the constraints in the implementation of student learning is the concept of the word is not good, lack of learning resources and learning tools, the process of understanding a word that is uneven so take the media to visualize the material and the constraints in the evaluation of learning is a relatively short time, the lack of supporting facilities and lack concepts students have said.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/932</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Edu Geography; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2549-0346</dc:source>
	<dc:source>2252-6684</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/932/955</dc:relation>
</oai_dc:dc>