Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PERILAKU PENDAKI GUNUNG DALAM MENGURANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG TERJADI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU

Edu Geography · Vol. 8 No. 2 (2020) · hlm. 121–129

ISSN
2549-0346, 2252-6684
Terbit
2020-09-25
Penerbit
Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Mountain climbing activities are positive activities but unfortunately there are still climbers who are less concerned aboutenvironmental sustainability with destructive behavior. This study aims to explain how the behavior of mountain climbers,find out what efforts are made by managers and climbers, and analyze what factors influence to maintain sustainability inMount Merbabu National Park. The population in this study were mountain climbers on Mount Merbabu through 5 hikingtrails available. The samples used were mountain climbers from every official lane on Mount Merbabu as many as 100respondents. The method of data collection in research uses 4 methods, namely questionnaires, interviews, observation, anddocumentation. While the analytical method used is the percentage descriptive analysis method. Based on the results of thestudy it was found that the behavior of climbers in reducing damage on Mount Merbabu amounted to 73.8% which wasincluded in the positive category which explained the climbers had behaved positively when climbing. Efforts to reduce thedamage that occurred on Mount Merbabu. For the damage that occurred in Mount Merbabu National Park, namely damageto the hiking trail, vandalism, garbage, facilities that were not used according to their functions and forest fires due to naturalfactors. The actions taken by the manager are updating existing regulations. The regulation starts from the regulationsregarding climbers' luggage up to the climber quota restrictions per day. Then the factors that influence climbers to maintainthe environment with a reference to how the attitudes, values, and actions of the climbers when making the climb can be knownat 76.8%. Kegiatan pendakian gunung merupakan kegiatan yang positif tetapi sayangnya masih ada pendaki yang kurang peduliterhadap kelestarian lingkungan dengan perilaku merusak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perilakupendaki gunung, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh pengelola juga para pendaki, dan menganalisis faktor apayang mempengaruhi untuk menjaga kelestarian di Taman Nasional Gunung Merbabu.. Populasi dalam penelitian iniadalah para pendaki gunung di Gunung Merbabu melalui 5 jalur pendakian yang ada. Sampel yang digunakan adalah parapendaki gunung dari setiap jalur resmi di Gunung Merbabu sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data padapenelitian menggunakan 4 metode, yaitu kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisisyang digunakan adalah metode analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku pendakidalam mengurangi kerusakan di Gunung Merbabu sebesar 73,8% yang termasuk dalam kategori positif yang menjelaskanpara pendaki telah berperilaku positif ketika mendaki. Upaya mengurangi kerusakan yang terjadi di Gunung Merbabu.Untuk kerusakan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Merbabu, yaitu rusaknya jalur pendakian, aksi vandalisme,sampah, fasilitas yang tidak digunakan sesuai fungsinya dan kebakaran hutan karena faktor alam. Tindakan yang dilakukanpihak pengelola adalah memperbarui peraturan-peraturan yang sudah ada. Peraturan tersebut dimulai dari peraturantentang barang bawaan pendaki sampai dengan pembatasan kuota pendaki perharinya. Kemudian faktor yangmempengaruhi pendaki untuk menjaga lingkungan dengan acuan bagaimana sikap, nilai, dan tindakan para pendaki ketikamelakukan pendakian dapat diketahui sebesar 76,8%.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 155 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Sumatera Utara
  • Universitas Gadjah Mada
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Saptono PutroAfiliasi tidak diketahui10
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui9
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui7
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui6
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang5
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui5
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui3
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui3
Muhammad Dwi Utomo AjiAfiliasi tidak diketahui3
Yassirli AmriAfiliasi tidak diketahui3
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara2
SriyonoAfiliasi tidak diketahui2
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui2
Satya Budi NugrahaAfiliasi tidak diketahui2
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui2
Salahuddin SalahuddinUniversitas Gadjah Mada1
Nurhayu MalikAfiliasi tidak diketahui1
Supriyadi SupriyadiAfiliasi tidak diketahui1
Ervando Tommy Al-hanifAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad SyifauddinAfiliasi tidak diketahui1
Herlambang Fadlan SejatiAfiliasi tidak diketahui1
Puneet IyerAfiliasi tidak diketahui1
Jamal IsnanAfiliasi tidak diketahui1
Ni'maturrodhiyah Ni'maturrodhiyahAfiliasi tidak diketahui1
Nur FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
SriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Nadira Putri SephiaAfiliasi tidak diketahui1
Nafisah Nurul LailiAfiliasi tidak diketahui1
Afkar Jihad Al-afghani AfkarAfiliasi tidak diketahui1
Erin Dian WinarniAfiliasi tidak diketahui1
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui1
Mutmainnah Farida RidwanAfiliasi tidak diketahui1
Andina Ahya PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Muh. SholehAfiliasi tidak diketahui1
Bella Zulfia Aisyatul WahidahAfiliasi tidak diketahui1
Ummi 'IsyaturadhiyyahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERILAKU PENDAKI GUNUNG DALAM MENGURANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG TERJADI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU</dc:title>
	<dc:creator>Putranto, Dennis Rachmad</dc:creator>
	<dc:creator>Hariyanto, Hariyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Benardi, Andi Irwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mountain climbing activities are positive activities but unfortunately there are still climbers who are less concerned aboutenvironmental sustainability with destructive behavior. This study aims to explain how the behavior of mountain climbers,find out what efforts are made by managers and climbers, and analyze what factors influence to maintain sustainability inMount Merbabu National Park. The population in this study were mountain climbers on Mount Merbabu through 5 hikingtrails available. The samples used were mountain climbers from every official lane on Mount Merbabu as many as 100respondents. The method of data collection in research uses 4 methods, namely questionnaires, interviews, observation, anddocumentation. While the analytical method used is the percentage descriptive analysis method. Based on the results of thestudy it was found that the behavior of climbers in reducing damage on Mount Merbabu amounted to 73.8% which wasincluded in the positive category which explained the climbers had behaved positively when climbing. Efforts to reduce thedamage that occurred on Mount Merbabu. For the damage that occurred in Mount Merbabu National Park, namely damageto the hiking trail, vandalism, garbage, facilities that were not used according to their functions and forest fires due to naturalfactors. The actions taken by the manager are updating existing regulations. The regulation starts from the regulationsregarding climbers' luggage up to the climber quota restrictions per day. Then the factors that influence climbers to maintainthe environment with a reference to how the attitudes, values, and actions of the climbers when making the climb can be knownat 76.8%.
Kegiatan pendakian gunung merupakan kegiatan yang positif tetapi sayangnya masih ada pendaki yang kurang peduliterhadap kelestarian lingkungan dengan perilaku merusak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perilakupendaki gunung, mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh pengelola juga para pendaki, dan menganalisis faktor apayang mempengaruhi untuk menjaga kelestarian di Taman Nasional Gunung Merbabu.. Populasi dalam penelitian iniadalah para pendaki gunung di Gunung Merbabu melalui 5 jalur pendakian yang ada. Sampel yang digunakan adalah parapendaki gunung dari setiap jalur resmi di Gunung Merbabu sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data padapenelitian menggunakan 4 metode, yaitu kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan metode analisisyang digunakan adalah metode analisis deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku pendakidalam mengurangi kerusakan di Gunung Merbabu sebesar 73,8% yang termasuk dalam kategori positif yang menjelaskanpara pendaki telah berperilaku positif ketika mendaki. Upaya mengurangi kerusakan yang terjadi di Gunung Merbabu.Untuk kerusakan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Merbabu, yaitu rusaknya jalur pendakian, aksi vandalisme,sampah, fasilitas yang tidak digunakan sesuai fungsinya dan kebakaran hutan karena faktor alam. Tindakan yang dilakukanpihak pengelola adalah memperbarui peraturan-peraturan yang sudah ada. Peraturan tersebut dimulai dari peraturantentang barang bawaan pendaki sampai dengan pembatasan kuota pendaki perharinya. Kemudian faktor yangmempengaruhi pendaki untuk menjaga lingkungan dengan acuan bagaimana sikap, nilai, dan tindakan para pendaki ketikamelakukan pendakian dapat diketahui sebesar 76,8%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/41170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Edu Geography; Vol 8 No 2 (2020): Vol 8 No 2 (2020); 121-129</dc:source>
	<dc:source>2549-0346</dc:source>
	<dc:source>2252-6684</dc:source>
	<dc:source>10.15294/edugeo.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/41170/16949</dc:relation>
</oai_dc:dc>