Teknologi jaringan komputer sudah diterapkan di beberapa sekolah, salah satunya SMK Negeri 4 Kendari. Untuk keperluan sharing informasi antar lab komputer yang digunakan oleh TKJ SMKN 4 Kendari, harus ada infrastruktur jaringan yang handal dan stabil. Setiap klien yang terhubung ke internet melalui jaringan yang tidak mengelola bandwidth akan menerima jumlah bandwidth yang berbeda dan membuat kemacetan di dalam jaringan yang dapat mengganggu lalu lintas data penting, sehingga transmisi data menjadi kurang efisien. Network Development Life Cycle juga dikenal sebagai NDLC, adalah model untuk menentukan proses pengembangan sistem komputer tertentu (seperti membangun, menerapkan, dan memelihara). Berikut merupakan tahapan dari metode NDLC yakni Analisis, Design, Simulasi Prototype, Implementasi, Monitoring, dan Management. Pengujian dengan manajemen bandwidth memiliki nilai rata-rata throughput sebesar 822.34kb/s lebih besar dari rata-rata throughput tanpa manajemen bandwidth. Pengujian dengan manajemen bandwidth memiliki nilai rata-rata packet loss sebesar 0.09% dibandingkan tanpa menggunakan manajemen bandwidth. Selanjutnya pengujian dengan manajemen bandwidth memiliki nilai rata-rata delay sebesar 6.21538 ms dibandingkan dengan tanpa menggunakan manajemen bandwidt. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen bandwidth dalam penelitian ini berhasil memberikan pembagian bandwidth kepada client dapat dibagi secara merata sehingga penggunaan jaringan terhadap client dapat stabil di masing-masing client.
Collaboration network of the authors
10 authors ·
14 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Muhammadiyah Kendari
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.