Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT KECAMATAN BANTARKAWUNG DALAM MENGELOLA LAHAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR

Edu Geography · Vol. 10 No. 1 (2022) · hlm. 59–65

DOI
10.15294/edugeo.v10i1.56435
ISSN
2549-0346, 2252-6684
Terbit
2022-04-28
Penerbit
Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, hal tersebut terjadi karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis serta topografi yang beragam, termasuk Kecamatan Bantarkawug, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor. Di era globalisasi ini, tanah longsor sering terjadi karena aktivitas manusia yang kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya, maka dari itu kesadaran masyarakat sangat penting untuk menghadapi potensi bencana yang ada di lingkungan sekitarnya baik bencana alam maupun bencana non alam agar masyarakat mampu meminimalisir terjadinya bencana, termasuk bencana tanah longsor. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Bantarkawung yang terdiri dari 18 desa dengan total jumlah penduduk 89.586 jiwa. Pengambilan sampel menggunakan Teknik random sampling, dengan jumlah 100 sampel. Teknik pengambilan data yaitu menggunakan tes, angket, observasi dan wawancara serta Teknik tumpeng susun atau overlay pada peta RTRW dan Penggunaan lahan. Hasil dari penelitian yang telah di peroleh adalah 1) tingkat pengetahuan masyarakat Kecamatan Bantarkawung tergolong kedalam kategori baik yaitu dengan skor 72%, 2) sikap masyarakat dalam mengelola lahan di wilayah rawan bencana tanah longsor tergolong cukup dengan skor rata-rata 73%, dan 3) perilaku masyarakat tergolong baik dengan skor rata-rata 76%.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 136 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Sumatera Utara
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Saptono PutroAfiliasi tidak diketahui5
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui4
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui3
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui3
Muhammad Dwi Utomo AjiAfiliasi tidak diketahui3
Yassirli AmriAfiliasi tidak diketahui3
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara2
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui2
SriyonoAfiliasi tidak diketahui2
Hariyanto HariyantoAfiliasi tidak diketahui2
Jamal IsnanAfiliasi tidak diketahui1
Satya Budi NugrahaAfiliasi tidak diketahui1
Ni'maturrodhiyah Ni'maturrodhiyahAfiliasi tidak diketahui1
Nur FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
SriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Nadira Putri SephiaAfiliasi tidak diketahui1
Nafisah Nurul LailiAfiliasi tidak diketahui1
Erin Dian WinarniAfiliasi tidak diketahui1
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui1
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui1
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui1
Mutmainnah Farida RidwanAfiliasi tidak diketahui1
Andina Ahya PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang1
Ummi 'IsyaturadhiyyahAfiliasi tidak diketahui1
Fitri Nur SolehaAfiliasi tidak diketahui1
Pradika Adi WijayantoAfiliasi tidak diketahui1
Budiyono BudiyonoAfiliasi tidak diketahui1
Moh. Nasrul BaharsyahAfiliasi tidak diketahui1
Andre KiswantoAfiliasi tidak diketahui1
Wahid Akhsin Budi Nur SidiqState University of Semarang1
Venny AmaliaAfiliasi tidak diketahui1
Widya PurwaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Sri RaniAfiliasi tidak diketahui1
Murtafiah MurtafiahAfiliasi tidak diketahui1
Neza ZakiyahAfiliasi tidak diketahui1
Dennis Rachmad PutrantoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT KECAMATAN BANTARKAWUNG DALAM MENGELOLA LAHAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR</dc:title>
	<dc:creator>Sunarsih, Susi</dc:creator>
	<dc:creator>Benardi, Andi Irwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, hal tersebut terjadi karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis serta topografi yang beragam, termasuk Kecamatan Bantarkawug, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan wilayah rawan bencana tanah longsor. Di era globalisasi ini, tanah longsor sering terjadi karena aktivitas manusia yang kurang memperhatikan lingkungan sekitarnya, maka dari itu kesadaran masyarakat sangat penting untuk menghadapi potensi bencana yang ada di lingkungan sekitarnya baik bencana alam maupun bencana non alam agar masyarakat mampu meminimalisir terjadinya bencana, termasuk bencana tanah longsor. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Bantarkawung yang terdiri dari 18 desa dengan total jumlah penduduk 89.586 jiwa. Pengambilan sampel menggunakan Teknik random sampling, dengan jumlah 100 sampel. Teknik pengambilan data yaitu menggunakan tes, angket, observasi dan wawancara serta Teknik tumpeng susun atau overlay pada peta RTRW dan Penggunaan lahan.
Hasil dari penelitian yang telah di peroleh adalah 1) tingkat pengetahuan masyarakat Kecamatan Bantarkawung tergolong kedalam kategori baik yaitu dengan skor 72%&amp;nbsp; , 2) sikap masyarakat dalam mengelola lahan di wilayah rawan bencana tanah longsor tergolong cukup dengan skor rata-rata 73%, dan 3) perilaku masyarakat tergolong baik dengan skor rata-rata 76%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/56435</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/edugeo.v10i1.56435</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Edu Geography; Vol 10 No 1 (2022): Vol 10 No 1 (2022); 59-65</dc:source>
	<dc:source>2549-0346</dc:source>
	<dc:source>2252-6684</dc:source>
	<dc:source>10.15294/edugeo.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/56435/21535</dc:relation>
</oai_dc:dc>