Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemanfaatan Maron Mangrove Edupark (MMEP) sebagai Sumber Belajar oleh Guru Geografi di Kota Semarang

Edu Geography · Vol. 11 No. 1 (2023) · hlm. 93–102

DOI
10.15294/edugeo.v11i1.67829
ISSN
2549-0346, 2252-6684
Terbit
2023-05-14
Penerbit
Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat diterapkan ke dalam beberapa mata pelajaran di sekolah, salah satunya adalah pada mata pelajaran geografi. Kota Semarang memiliki beberapa hutan mangrove salah satunya MMEP yang dapat digunakan sebagai sumber belajar peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan, yaitu: 1) mengidentifikasi potensi ekosistem mangrove pada MMEP yang dapat menjadi sumber belajar geografi SMA; 2) menganalisis relevansi antara ekosistem mangrove dengan capaian pembelajaran geografi pada kurikulum merdeka; dan 3) mengetahui respon yang diberikan oleh guru geografi SMA Negeri di Kota Semarang terhadap pemanfaatan MMEP sebagai sumber belajar geografi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan deskriptif persentase dan skala likert. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru geografi SMA Negeri di Kota Semarang. Sampel penelitian ini merupakan 16 guru geografi SMA Negeri yang lokasi sekolah berjarak 1-10 km dari objek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa MMEP memiliki potensi alami, sosial ekonomi, serta sarana dan prasarana. Sebagian besar responden yang berasal dari guru SMA Negeri menyatakan bahwa ekosistem mangrove relevan dengan capaian pembelajaran geografi pada kurikulum merdeka. Mayoritas responden uga menyatakan bahwa MMEP dapat digunakan sebagai sumber belajar geografi. Namun demikian, terdapat kendala pembelajaran di luar kelas yang disebabkan oleh faktor waktu dan biaya yang cukup banyak dan mahal untuk menuju ke lokasi.

Jaringan kolaborasi para penulis

31 penulis · 81 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui3
Wahid Akhsin Budi Nur SidiqState University of Semarang2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang2
Nana Kariada Tri MartutiState University of Semarang1
Dhoni HartantoAfiliasi tidak diketahui1
Dhita Prasisca MutiatariState University of Semarang1
Fulia Aji GustamanAfiliasi tidak diketahui1
Danang Dwi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui1
Dadan Budiansyah BudiansyahAfiliasi tidak diketahui1
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui1
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui1
Ni'maturrodhiyah Ni'maturrodhiyahAfiliasi tidak diketahui1
Saptono PutroAfiliasi tidak diketahui1
Kukuh Imam CahyadiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Rizqi NuruddinAfiliasi tidak diketahui1
Hariyanto HariyantoAfiliasi tidak diketahui1
Ayu PitayatiAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Febrina Tasya SabilaAfiliasi tidak diketahui1
Alifa Ambar SariAfiliasi tidak diketahui1
Dian Novi TriyantiAfiliasi tidak diketahui1
Millati KhanifaAfiliasi tidak diketahui1
Bayu IstiawanAfiliasi tidak diketahui1
Rifqi Khabibul WafaAfiliasi tidak diketahui1
M Fikri AmrullahAfiliasi tidak diketahui1
Amanah Kartika RatnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Andin IrsadiState University of Semarang1
Sandy AriefAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemanfaatan Maron Mangrove Edupark (MMEP) sebagai Sumber Belajar oleh Guru Geografi di Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Putri Kusuma, Kuntum Ragil</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraha, Satya Budi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat diterapkan ke dalam beberapa mata pelajaran di sekolah, salah satunya adalah pada mata pelajaran geografi. Kota Semarang memiliki beberapa hutan mangrove salah satunya MMEP yang dapat digunakan sebagai sumber belajar peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan, yaitu: 1) mengidentifikasi potensi ekosistem mangrove pada MMEP yang dapat menjadi sumber belajar geografi SMA; 2) menganalisis relevansi antara ekosistem mangrove dengan capaian pembelajaran geografi pada kurikulum merdeka; dan 3) mengetahui respon yang diberikan oleh guru geografi SMA Negeri di Kota Semarang terhadap pemanfaatan MMEP sebagai sumber belajar geografi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan deskriptif persentase dan skala likert. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru geografi SMA Negeri di Kota Semarang. Sampel penelitian ini merupakan 16 guru geografi SMA Negeri yang lokasi sekolah berjarak 1-10 km dari objek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa MMEP memiliki potensi alami, sosial ekonomi, serta sarana dan prasarana. Sebagian besar responden yang berasal dari guru SMA Negeri menyatakan bahwa ekosistem mangrove relevan dengan capaian pembelajaran geografi pada kurikulum merdeka. Mayoritas responden uga menyatakan bahwa MMEP dapat digunakan sebagai sumber belajar geografi. Namun demikian, terdapat kendala pembelajaran di luar kelas yang disebabkan oleh faktor waktu dan biaya yang cukup banyak dan mahal untuk menuju ke lokasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/67829</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/edugeo.v11i1.67829</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Edu Geography; Vol 11 No 1 (2023): Vol 11 No 1 (2023); 93-102</dc:source>
	<dc:source>2549-0346</dc:source>
	<dc:source>2252-6684</dc:source>
	<dc:source>10.15294/edugeo.v11i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/67829/24281</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Edu Geography</dc:rights>
</oai_dc:dc>