Covid-19 menjadi masalah kritis yang harus segera diselesaikan. Karena telah menyebabkan peningkatan kasus dan kematian yang signifikan di seluruh dunia. Upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan oleh berbagai negara meliputi penutupan, pembatasan sosial, dan termasuk vaksinasi tak terkecuali di Indonesia. Analisis dan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara vaksinasi dan penambahan kasus Covid-19 diperlukan. Dengan perkembangan teknologi dan berdasarkan penelitian terdahu model kecerdasan buatan yang salah satunya berupa jaringan saraf tiruan (neural network) dapat membantu dalam memodelkan dan memprediksi dampak vaksinasi terhadap penambahan kasus Covid-19. Penelitian ini melakukan perhitungan prediksi vaksinasi terhadap laju kenaikan kasus di Indonesia dengan Neural Network menggunakan struktur backpropagation. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data Covid-19 dan data vaksinasi ditahun 2020 sampai 2021. Hasil yang didapa bahwa model Neural Network dapat melakukan prediksi vaksinasi. Dengan pola skenario batchSize = 32, hidden layer = 5, learningRate = 0.3, momentum = 0.2, dan trainingTime = 100 menunjukan akurasi 60,73% dengan nilai RMSE 0.484, yang mana diketahui bahwa 99 data yang berhasil diprediksi dengan tepat.
Collaboration network of the authors
10 authors ·
19 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
Universitas Amikom Purwokerto
Affiliation unknown
Different organisations
Same organisation
Affiliation unknown
Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.