Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGGUNAAN ZAT PEWARNA ALAMI DARI BENALU POHON PETAI SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA BATIK

Fashion and Fashion Education Journal · Vol. 10 No. 2 (2021) · hlm. 93–95

DOI
10.15294/ffej.v10i2.16721
ISSN
2828-0237, 2252-6803
Terbit
2021-09-28
Penerbit
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstract. The research done by experimental research method with independent variable (mordan alum, lime, and tunjung) and dependent variable (color aging, color fastness to washing and staining of white cloth). Data collection techniques are used observation method, documentation method, and laboratory test. The analysis is used to descriptiveanalysis on all laboratory test results. The most concentrated color aging test on mordan tunjung. Fade resistance test results against leaching and staining of white fabrics have the same result on every mordan with a value of 3 (enough) for mordan tunjung and a value of 3-4 (good enough) for mordan lime and alum. The conclusion of this research is the parasite petai tree can be used as batik natural dye, for the difference research of dyeing batik clote using parasite petai tree with mordan alum, lime and tunjung. Keywords: Batik, Parasite Petal Tree, Natural Dyes Abstrak. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (mordan tawas, kapur dan tunjung) dan variabel terikat (ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian serta penodaan terhadap kain putih). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode dokumentasi dan uji laboratorium.Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif pada semua hasil uji laboratorium. Hasil uji ketuaan warna yang paling pekat pada mordan tunjung. Hasil pengujian ketahanan luntur terhadap pencucian dan penodaan terhadap kain putih memiliki hasil yang sama pada setiap mordan dengan nilai 3(cukup) untuk mordan tunjung dan nilai 3-4 (cukup baik) untuk mordan kapur tohor dan tawas. Simpulan penelitian ini adalah benalu pohon petai dapat digunakan sebagai pewana alami batik, terdapat perbedaan hasil pencelupan kain batik menggunakan benalu pohon petai dengan mordan tawas, kapur tohor dan tunjung. Kata Kunci: Batik, Benalu Pohon Petai, Pewarna Alam

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 64 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sita NurmasitahAfiliasi tidak diketahui4
Sri Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Yeri SutopoAfiliasi tidak diketahui2
Retno MarlangenAfiliasi tidak diketahui2
Samsudin AnisAfiliasi tidak diketahui2
Dwi WidjanarkoAfiliasi tidak diketahui2
Ade Novi Nurul IhsaniAfiliasi tidak diketahui2
Aryo Baskoro UtomoAfiliasi tidak diketahui2
Melinda NovitasariAfiliasi tidak diketahui1
Arlina LilayantiAfiliasi tidak diketahui1
Keisha Nur Ananda PutriAfiliasi tidak diketahui1
Zulva Alya LuthfianezaAfiliasi tidak diketahui1
Rina RachmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Zidny NafilaAfiliasi tidak diketahui1
Stefanie Ratna WidhasariAfiliasi tidak diketahui1
Sekarlita Hapsari NolandiAfiliasi tidak diketahui1
HENI FERA WATIAfiliasi tidak diketahui1
Elga Hayu KAfiliasi tidak diketahui1
Alda Talia PutriAfiliasi tidak diketahui1
Yovika OkvisiaAfiliasi tidak diketahui1
Laila Nurul HimmahAfiliasi tidak diketahui1
Ayu NahdiyahAfiliasi tidak diketahui1
ELIZABETH HARIANIAfiliasi tidak diketahui1
Mia ArifahAfiliasi tidak diketahui1
Octavianti ParamithaAfiliasi tidak diketahui1
Gerard Bintang SoemantoroAfiliasi tidak diketahui1
Gerard Bintang SoemantoroAfiliasi tidak diketahui1
Erika Wahyu Nur HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Aliyya RaharjantiAfiliasi tidak diketahui1
Suci Meta HandayaniAfiliasi tidak diketahui1
Dhea AmeliaAfiliasi tidak diketahui1
Chincyn HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Rofiatul ChoirinaAfiliasi tidak diketahui1
Puja Rahmatika Lingga PutriAfiliasi tidak diketahui1
Fakhma Aniqa HaqAfiliasi tidak diketahui1
Revalin TrisanyAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu FitrianiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGGUNAAN ZAT PEWARNA ALAMI DARI BENALU POHON PETAI SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA BATIK</dc:title>
	<dc:creator>Sani, Diyan Satwika</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumastuti, Adhi</dc:creator>
	<dc:creator>Sagita, Amelia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract. The research done by experimental research method with independent variable (mordan alum, lime, and tunjung) and dependent variable (color aging, color fastness to washing and staining of white cloth). Data collection techniques are used observation method, documentation method, and laboratory test. The analysis is used to descriptiveanalysis on all laboratory test results. The most concentrated color aging test on mordan tunjung. Fade resistance test results against leaching and staining of white fabrics have the same result on every mordan with a value of 3 (enough) for mordan tunjung and a value of 3-4 (good enough) for mordan lime and alum. The conclusion of this research is the parasite petai tree can be used as batik natural dye, for the difference research of dyeing batik clote using parasite petai tree with mordan alum, lime and tunjung. 
Keywords:&amp;nbsp; Batik, Parasite Petal Tree, Natural Dyes
Abstrak. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian eksperimen dengan variabel bebas (mordan tawas, kapur dan tunjung) dan variabel terikat (ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian serta penodaan terhadap kain putih). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode dokumentasi dan uji laboratorium.Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif pada semua hasil uji laboratorium. Hasil uji ketuaan warna yang paling pekat pada mordan tunjung. Hasil pengujian ketahanan luntur terhadap pencucian dan penodaan terhadap kain putih memiliki hasil yang sama pada setiap mordan dengan nilai 3(cukup) untuk mordan tunjung dan nilai 3-4 (cukup baik) untuk mordan kapur tohor dan tawas. Simpulan penelitian ini adalah benalu pohon petai dapat digunakan sebagai pewana alami batik, terdapat perbedaan hasil pencelupan kain batik menggunakan benalu pohon petai dengan mordan tawas, kapur tohor dan tunjung.
Kata Kunci: Batik, Benalu Pohon Petai, Pewarna Alam</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/16721</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ffej.v10i2.16721</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fashion and Fashion Education Journal; Vol 10 No 2 (2021); 93-95</dc:source>
	<dc:source>2828-0237</dc:source>
	<dc:source>2252-6803</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ffej.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/16721/20058</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Fashion and Fashion Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>