Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kualitas Hasil Pencelupan Zat Warna Alam dari Kunyit (Curcuma domestica Val) pada Benang Tenun

Fashion and Fashion Education Journal · Vol. 9 No. 1 (2021) · hlm. 34–39

DOI
10.15294/ffej.v9i1.37370
ISSN
2828-0237, 2252-6803
Terbit
2021-04-29
Penerbit
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Zat warna alam merupakan pewarna yang tidak beracun dan dapat diperbaharui. Pemilihan bahan berdasarkan ketersediaannya di alam dan mudah diperoleh seperti kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kunyit sebagai zat warna alam dan mengetahui kualitas hasil pencelupan.Variabel bebas meliputi mordan tawas, kapur dan tunjung. Variabel terikat meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur terhadap pencucian dan ketahanan luntur terhadap gosokan. Variabel kontrol meliputi ekstraksi dingin dengan konsentrasi 100 gram/liter, benang yang digunakan benang katun 80/2, proses mordanting dengan pre-mordanting selama 30 menit konsentrasi 50 gram/liter, frekuensi pencelupan pada zat warna 5 kali dengan lamanya pencelupan 30 menit. Teknik pengumpulan data dengan uji laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil analisis deskriptif menunjukkan hasil ketuaan warna paling gelap adalah tunjung dengan mean R% 0,87, hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun menunjukkan kapur dan tunjung menghasilkan nilai 4 dan lebih baik dari pewarnaan dengan tawas. Pengujian tahan luntur warna terhadap penodaan kain putih menunjukkan hasil jelek dengan nilai 2. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan nilai 3,5 dengan kriteria cukup baik. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan basah, pada tawas dan kapur menunjukkan nilai 3, lebih baik daripada tunjung dengan nilai 2,5.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 64 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sita NurmasitahAfiliasi tidak diketahui4
Sri Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui2
Yeri SutopoAfiliasi tidak diketahui2
Retno MarlangenAfiliasi tidak diketahui2
Samsudin AnisAfiliasi tidak diketahui2
Dwi WidjanarkoAfiliasi tidak diketahui2
Ade Novi Nurul IhsaniAfiliasi tidak diketahui2
Aryo Baskoro UtomoAfiliasi tidak diketahui2
Melinda NovitasariAfiliasi tidak diketahui1
Arlina LilayantiAfiliasi tidak diketahui1
Keisha Nur Ananda PutriAfiliasi tidak diketahui1
Zulva Alya LuthfianezaAfiliasi tidak diketahui1
Rina RachmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Zidny NafilaAfiliasi tidak diketahui1
Stefanie Ratna WidhasariAfiliasi tidak diketahui1
Sekarlita Hapsari NolandiAfiliasi tidak diketahui1
Diyan Satwika SaniAfiliasi tidak diketahui1
Amelia SagitaAfiliasi tidak diketahui1
HENI FERA WATIAfiliasi tidak diketahui1
Elga Hayu KAfiliasi tidak diketahui1
Alda Talia PutriAfiliasi tidak diketahui1
Ayu NahdiyahAfiliasi tidak diketahui1
ELIZABETH HARIANIAfiliasi tidak diketahui1
Mia ArifahAfiliasi tidak diketahui1
Octavianti ParamithaAfiliasi tidak diketahui1
Gerard Bintang SoemantoroAfiliasi tidak diketahui1
Gerard Bintang SoemantoroAfiliasi tidak diketahui1
Erika Wahyu Nur HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Aliyya RaharjantiAfiliasi tidak diketahui1
Suci Meta HandayaniAfiliasi tidak diketahui1
Dhea AmeliaAfiliasi tidak diketahui1
Chincyn HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Rofiatul ChoirinaAfiliasi tidak diketahui1
Puja Rahmatika Lingga PutriAfiliasi tidak diketahui1
Fakhma Aniqa HaqAfiliasi tidak diketahui1
Revalin TrisanyAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu FitrianiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kualitas Hasil Pencelupan Zat Warna Alam dari Kunyit (Curcuma domestica Val) pada Benang Tenun</dc:title>
	<dc:creator>Okvisia, Yovika</dc:creator>
	<dc:creator>Kusumastuti, Adhi</dc:creator>
	<dc:creator>Himmah, Laila Nurul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Zat warna alam merupakan pewarna yang tidak beracun dan dapat diperbaharui. Pemilihan bahan berdasarkan ketersediaannya di alam dan mudah diperoleh seperti kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kunyit sebagai zat warna alam dan mengetahui kualitas hasil pencelupan.Variabel bebas meliputi mordan tawas, kapur dan tunjung. Variabel terikat meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur terhadap pencucian dan ketahanan luntur terhadap gosokan. Variabel kontrol meliputi ekstraksi dingin dengan&amp;nbsp; konsentrasi 100 gram/liter, benang yang digunakan benang katun&amp;nbsp; 80/2, proses mordanting dengan pre-mordanting&amp;nbsp; selama 30 menit konsentrasi 50 gram/liter, frekuensi pencelupan pada zat warna 5 kali dengan lamanya pencelupan 30 menit. Teknik pengumpulan data dengan uji laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil analisis deskriptif menunjukkan hasil ketuaan warna paling gelap adalah tunjung dengan mean R% 0,87, hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun menunjukkan kapur dan tunjung menghasilkan nilai 4 dan lebih baik dari pewarnaan dengan tawas. Pengujian tahan luntur warna terhadap penodaan kain putih menunjukkan hasil jelek dengan nilai 2. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan nilai 3,5 dengan kriteria cukup baik. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan basah, pada tawas dan kapur menunjukkan nilai&amp;nbsp; 3, lebih baik daripada tunjung dengan nilai 2,5.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/37370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ffej.v9i1.37370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fashion and Fashion Education Journal; Vol 9 No 1 (2020); 34 - 39</dc:source>
	<dc:source>2828-0237</dc:source>
	<dc:source>2252-6803</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ffej.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/37370/18781</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Fashion and Fashion Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>