Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Eksperimen Pembuatan Kue Satu Tepung Kacang Kedelai (Glycine max. L)

Food Science and Culinary Education Journal · Vol. 13 No. 1 (2025) · hlm. 1–6

DOI
10.15294/fsce.v13i1.11433
ISSN
2829-355X, 2252-6587
Terbit
2025-12-15
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kue satu atau kue koya adalah kue kering tradisional Indonesia yang berasal dari Betawi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar protein pada kue satu dengan menggantikan sebagian tepung kacang hijau menggunakan tepung kacang kedelai (Glycine Max L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan tiga formulasi berbeda F1 (100% tepung kacang hijau), F2 (50% tepung kacang hijau dan 50% tepung kacang kedelai), dan F3 (100% tepung kacang kedelai). Penilaian uji kesukaan mencakup indikator rasa, tekstur, warna, dan aroma dengan hasil F1 menunjukkan penilaian rata-rata yang baik yakni 78% untuk rasa, 79% untuk tekstur, 78,25% untuk warna, dan 77,75% untuk aroma. F2 memperoleh penilaian lebih rendah, sementara F3 mencatatkan preferensi "cukup suka" dengan nilai rata-rata 83,25% untuk rasa dan 79,75% untuk tekstur. Rata-rata keseluruhan hasil menunjukkan bahwa formulasi dengan kombinasi tepung kacang hijau dan kedelai dapat diterima, meskipun dengan variasi tingkat kesukaan yang berbeda.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 81 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Trisakti
  • Yogyakarta State University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sri Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui4
Aryo Baskoro UtomoAfiliasi tidak diketahui4
Pudji AstutiUniversitas Trisakti3
Wulansari PrasetyaningtyasAfiliasi tidak diketahui3
Samsudin AnisAfiliasi tidak diketahui3
Yeri SutopoAfiliasi tidak diketahui2
Retno MarlangenAfiliasi tidak diketahui2
Roudlotus SholikhahAfiliasi tidak diketahui2
Dwi WidjanarkoAfiliasi tidak diketahui2
Ade Novi Nurul IhsaniAfiliasi tidak diketahui2
Keisha Nur Ananda PutriAfiliasi tidak diketahui2
Rina RachmawatiAfiliasi tidak diketahui2
Ifa NurhayatiAfiliasi tidak diketahui1
Ririn SetyowatiAfiliasi tidak diketahui1
Avinda Fachri Eliana RiskaAfiliasi tidak diketahui1
Salma Selly SeptianiAfiliasi tidak diketahui1
Widihastuti WidihastutiYogyakarta State University1
Anik GhufronAfiliasi tidak diketahui1
Nur Sheila Ayu FebiantiAfiliasi tidak diketahui1
Feni IndriyaniAfiliasi tidak diketahui1
Zahra PuspitaAfiliasi tidak diketahui1
Leonita Bella PrihantantiAfiliasi tidak diketahui1
Dihya ReginiaAfiliasi tidak diketahui1
Melinda NovitasariAfiliasi tidak diketahui1
Lutfah Raudhotul JannahAfiliasi tidak diketahui1
Pramesti DzikrinaAfiliasi tidak diketahui1
Sarifa AinunAfiliasi tidak diketahui1
Arlina LilayantiAfiliasi tidak diketahui1
Indah Ayu NurhayatiAfiliasi tidak diketahui1
Indaha Nawaya KafabinaAfiliasi tidak diketahui1
Zahrattun Nissa Rahma AnjaniAfiliasi tidak diketahui1
Indriati Ayu AstutikAfiliasi tidak diketahui1
Yosep April WidiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Zulva Alya LuthfianezaAfiliasi tidak diketahui1
Zidny NafilaAfiliasi tidak diketahui1
Stefanie Ratna WidhasariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Eksperimen Pembuatan Kue Satu Tepung Kacang Kedelai (Glycine max. L)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifah, Mia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurmasitah, Sita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kusumastuti, Adhi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paramitha, Octavianti </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">kue satu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tepung kacang kedelai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">eksperimen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">uji kesukaan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kue satu  atau  kue koya adalah kue kering tradisional Indonesia yang berasal dari Betawi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar protein pada kue satu dengan  menggantikan sebagian tepung kacang hijau menggunakan tepung kacang kedelai (Glycine Max L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan  tiga formulasi berbeda F1 (100% tepung kacang hijau), F2 (50% tepung kacang hijau dan 50% tepung kacang kedelai), dan  F3 (100% tepung kacang kedelai). Penilaian uji kesukaan mencakup indikator rasa, tekstur, warna, dan aroma dengan hasil F1 menunjukkan penilaian rata-rata yang baik yakni 78% untuk rasa, 79% untuk tekstur, 78,25% untuk warna, dan 77,75% untuk aroma. F2 memperoleh penilaian lebih rendah, sementara F3 mencatatkan preferensi "cukup suka" dengan nilai rata-rata 83,25% untuk rasa dan 79,75% untuk tekstur. Rata-rata keseluruhan hasil menunjukkan bahwa formulasi dengan kombinasi tepung kacang hijau dan kedelai dapat diterima, meskipun dengan variasi tingkat kesukaan yang berbeda. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/article/view/11433</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/fsce.v13i1.11433</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Food Science and Culinary Education Journal; Vol. 13 No. 1 (2024); 1-6</dc:source>
	<dc:source>2829-355X</dc:source>
	<dc:source>2252-6587</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/article/view/11433/6104</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Food Science and Culinary Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>