Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Eksperimen Perbedaan Substitusi Ikan Teri Nasi terhadap Kesukaan, Mutu Fisik, Kandungan Gizi pada Pangsit Keju

Food Science and Culinary Education Journal · Vol. 14 No. 2 (2025) · hlm. 78–88

DOI
10.15294/fsce.v14i2.30019
ISSN
2829-355X, 2252-6587
Terbit
2025-11-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Permasalahan gizi masyarakat dan kebutuhan produk pangan praktis yang sehat dan digemari meningkatkan inovasi pangan alternatif berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi ikan teri nasi terhadap karakteristik fisik, kandungan gizi, dan kesukaan konsumen pada produk pangsit keju. Ikan teri nasi dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi, khususnya protein dan zat besi, yang berpotensi meningkatkan nilai nutrisi jajanan atau camilan. Eksperimen dilakukan dengan tiga variasi substitusi, yaitu 15%, 20%, dan 25%, dari total campuran adonan pangsit keju. Proses pembuatan dilakukan di laboratorium dengan menerapkan teknik pengolahan standar. Evaluasi sensoris dilakukan melalui uji hedonik yang melibatkan sekitar 60 panelis tidak terlatih, untuk menilai atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur. Mutu fisik seperti warna diidentifikasi dengan bantuan aplikasi digital, dan kekerasan diuji menggunakan alat penetrometer. Selain itu, dilakukan analisis kimia dengan menggunakan metode proksimat untuk mengetahui kadar air, protein, lemak, abu, dan zat besi pada masing-masing formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan 20% substitusi ikan teri nasi memberikan hasil paling optimal. Produk pada tingkat ini mendapat skor tertinggi dari panelis dalam hal rasa, tekstur yang lebih renyah, dan warna yang menarik. Uji statistik Kruskal-Wallis dan Mann Whitney mengindikasikan perbedaan signifikan antar formulasi terutama aspek rasa dan tekstur. Kandungan protein dan zat besi juga meningkat secara signifikan seiring bertambahnya proporsi ikan teri nasi, tanpa menurunkan mutu sensorik produk. substitusi ikan teri nasi sebesar 20% merupakan tingkat yang paling direkomendasikan karena mampu menghasilkan pangsit keju yang disukai konsumen, memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, serta tetap memenuhi standar mutu pangan nasional.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 105 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Trisakti
  • Tadulako University
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Muhammad AnsoriAfiliasi tidak diketahui5
Octavianti ParamitaAfiliasi tidak diketahui4
Rosidah RosidahAfiliasi tidak diketahui3
RosidahAfiliasi tidak diketahui2
Pudji AstutiUniversitas Trisakti2
WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
SarwiAfiliasi tidak diketahui1
Romiyatun Mijiling AAfiliasi tidak diketahui1
Angga PratiwiAfiliasi tidak diketahui1
Lia Maretiana SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Laela Rahma AgustinAfiliasi tidak diketahui1
Refika Adinda InkaAfiliasi tidak diketahui1
Khansa SofrianaAfiliasi tidak diketahui1
fifi agdaniAfiliasi tidak diketahui1
Rahmawati MulyanaAfiliasi tidak diketahui1
Evi RohmiyatiAfiliasi tidak diketahui1
Rosalia Amanda PratiwiAfiliasi tidak diketahui1
RRifda Dyah Ayu Wulandari KhafindaAfiliasi tidak diketahui1
Fariski Bagus SetiawanAfiliasi tidak diketahui1
Latifah NurhalimahAfiliasi tidak diketahui1
Dyah NuraniAfiliasi tidak diketahui1
Paramitha RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Meddiati FajriAfiliasi tidak diketahui1
Titis Budi RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad MuhlisunAfiliasi tidak diketahui1
Atika Nur FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
Bambang Sugeng SuryatnaAfiliasi tidak diketahui1
Ailan RomadhonAfiliasi tidak diketahui1
Hannifah Rizky AmalianiAfiliasi tidak diketahui1
Bambang Sugeng SupriyatnaAfiliasi tidak diketahui1
Roy HanapiAfiliasi tidak diketahui1
Wahyuningsih WahyuningsihTadulako University1
Bambang SugengAfiliasi tidak diketahui1
Moh. Hikam Istifaul AminAfiliasi tidak diketahui1
Karsinah KarsinahAfiliasi tidak diketahui1
Retno Sri IswariState University of Semarang1
Rina RachmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Bela Siska KristantiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Eksperimen Perbedaan Substitusi Ikan Teri Nasi terhadap Kesukaan, Mutu Fisik, Kandungan Gizi pada Pangsit Keju</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">nurazizah, hikmah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en"> Fathonah, Siti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">pangsit keju</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> substitusi ikan teri nasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> uji hedonik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">mutu fisik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> nilai gizi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Permasalahan gizi masyarakat dan kebutuhan produk pangan praktis yang sehat dan digemari meningkatkan inovasi pangan alternatif berbasis bahan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi ikan teri nasi terhadap karakteristik fisik, kandungan gizi, dan kesukaan konsumen pada produk pangsit keju. Ikan teri nasi dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi, khususnya protein dan zat besi, yang berpotensi meningkatkan nilai nutrisi jajanan atau camilan. Eksperimen dilakukan dengan tiga variasi substitusi, yaitu 15%, 20%, dan 25%, dari total campuran adonan pangsit keju. Proses pembuatan dilakukan di laboratorium dengan menerapkan teknik pengolahan standar. Evaluasi sensoris dilakukan melalui uji hedonik yang melibatkan sekitar 60 panelis tidak terlatih, untuk menilai atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur. Mutu fisik seperti warna diidentifikasi dengan bantuan aplikasi digital, dan kekerasan diuji menggunakan alat penetrometer. Selain itu, dilakukan analisis kimia dengan menggunakan metode proksimat untuk mengetahui kadar air, protein, lemak, abu, dan zat besi pada masing-masing formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan 20% substitusi ikan teri nasi memberikan hasil paling optimal. Produk pada tingkat ini mendapat skor tertinggi dari panelis dalam hal rasa, tekstur yang lebih renyah, dan warna yang menarik. Uji statistik Kruskal-Wallis dan Mann Whitney mengindikasikan perbedaan signifikan antar formulasi terutama aspek rasa dan tekstur. Kandungan protein dan zat besi juga meningkat secara signifikan seiring bertambahnya proporsi ikan teri nasi, tanpa menurunkan mutu sensorik produk. substitusi ikan teri nasi sebesar 20% merupakan tingkat yang paling direkomendasikan karena mampu menghasilkan pangsit keju yang disukai konsumen, memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, serta tetap memenuhi standar mutu pangan nasional. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/article/view/30019</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/fsce.v14i2.30019</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Food Science and Culinary Education Journal; Vol. 14 No. 2 (2025); 78-88</dc:source>
	<dc:source>2829-355X</dc:source>
	<dc:source>2252-6587</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/fsce/article/view/30019/11818</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Food Science and Culinary Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>