Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Kerentanan Pesisir Di Pantai Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang: Analysis of Coastal Vulnerability in Tanjung Lesung Beach, Pandeglang Regency

Geo-Image Journal · Vol. 14 No. 2 (2025) · hlm. 93–109

DOI
10.15294/geoimage.v14i2.26738
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2025-09-03
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pantai Tanjung Lesung, sebagai bagian dari KEK pariwisata di Pandeglang, mengalami tekanan lingkungan yang meningkatkan kerentanannya terhadap perubahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah kondisi parameter kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung serta menganalisis bagaimanakah tingkat kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung. Penelitian ini menggunakan metode Coastal Vulnerability Index, dengan 6 parameter utama yakni geomorfologi, kemiringan, perubahan garis pantai, pasang surut, gelombang, dan kenaikan muka air laut. Analisis dilakukan pada 17 sel dengan total 34 transek menggunakan citra satelit, data sekunder, serta survei lapangan yang diolah melalui SIG dan DSAS. Hasil menunjukkan bahwa nilai CVI berkisar 14,43–39,53 dengan 70% wilayah tergolong rentan hingga sangat rentan. Akresi terjadi di area yang dilindungi struktur seperti revetment dan breakwater, abrasi tetap dominan di zona terbuka seperti tanjung, belakang breakwater, area wisata tanpa vegetasi, dan sekitar dermaga kecil. Faktor oseanografi seperti pasang surut mikro, gelombang 2,28 m, dan kenaikan muka air laut 4,4 mm/tahun turut memperburuk kondisi. Oleh karena itu, strategi zonasi kerentanan, penguatan vegetasi pantai, serta pengendalian pembangunan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 157 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Sumatera Utara
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Heri TjahjonoAfiliasi tidak diketahui7
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui4
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui4
M Fikri AmrullahAfiliasi tidak diketahui3
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang3
Didi PramonoAfiliasi tidak diketahui2
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara2
Fahrudin HanafiAfiliasi tidak diketahui2
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui2
Retno Salaras MahatiAfiliasi tidak diketahui2
Wahyu SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui2
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui2
Vitradesie NoekentAfiliasi tidak diketahui2
Nina WitasariAfiliasi tidak diketahui2
Hairumini HairuminiAfiliasi tidak diketahui2
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui2
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Tutik WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Restu Ayu MumpuniAfiliasi tidak diketahui1
Asti HanafiAfiliasi tidak diketahui1
Tio Putra RefiyanAfiliasi tidak diketahui1
Abdullah Fariz KyartoAfiliasi tidak diketahui1
Rizqi Amalia Dwi AsihAfiliasi tidak diketahui1
Lia NuraeniAfiliasi tidak diketahui1
Wahid Akhsin Budi Nur SidiqState University of Semarang1
Roisyah BudiatiAfiliasi tidak diketahui1
Tiesya Valvina PramayselaAfiliasi tidak diketahui1
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui1
Erin Dian WinarniAfiliasi tidak diketahui1
Rahma HayatiAfiliasi tidak diketahui1
Risma MartiyaniAfiliasi tidak diketahui1
AnifahtunAfiliasi tidak diketahui1
Saptono PutroAfiliasi tidak diketahui1
Dwi JatmikoAfiliasi tidak diketahui1
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui1
Ratna Dwi SetyowatiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Kerentanan Pesisir Di Pantai Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang: Analysis of Coastal Vulnerability in Tanjung Lesung Beach, Pandeglang Regency</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Azzahra, Aura Syifa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Findayani, Aprillia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tjaturahono Budi Sanjoto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Vina Nurul Husna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">kerentanan pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tanjung lesung</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">SIG</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pantai Tanjung Lesung, sebagai bagian dari KEK pariwisata di Pandeglang, mengalami tekanan lingkungan yang meningkatkan kerentanannya terhadap perubahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah kondisi parameter kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung serta menganalisis bagaimanakah tingkat kerentanan pesisir di Pantai Tanjung Lesung. Penelitian ini menggunakan metode Coastal Vulnerability Index, dengan 6 parameter utama yakni geomorfologi, kemiringan, perubahan garis pantai, pasang surut, gelombang, dan kenaikan muka air laut. Analisis dilakukan pada 17 sel dengan total 34 transek menggunakan citra satelit, data sekunder, serta survei lapangan yang diolah melalui SIG dan DSAS. Hasil menunjukkan bahwa nilai CVI berkisar 14,43–39,53 dengan 70% wilayah tergolong rentan hingga sangat rentan. Akresi terjadi di area yang dilindungi struktur seperti revetment dan breakwater, abrasi tetap dominan di zona terbuka seperti tanjung, belakang breakwater, area wisata tanpa vegetasi, dan sekitar dermaga kecil. Faktor oseanografi seperti pasang surut mikro, gelombang 2,28 m, dan kenaikan muka air laut 4,4 mm/tahun turut memperburuk kondisi. Oleh karena itu, strategi zonasi kerentanan, penguatan vegetasi pantai, serta pengendalian pembangunan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan wilayah pesisir.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/geoimage/article/view/26738</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v14i2.26738</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Geo-Image Journal; Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional Insights; 93-109</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v14i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/geoimage/article/view/26738/6028</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Geo-Image Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>