Jurnal
Analisis Sebaran Area Komoditas Unggulan Subsektor Tanaman Pangan Kabupaten Purbalingga
Geo-Image Journal · Vol. 15 No. 1 (2026) · hlm. 43–51
- ISSN
- 2549-0362, 2252-6285
- Terbit
- 2026-07-08
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Kontribusi sektor pertanian Kabupaten Purbalingga mengalami penurunan beberapa tahun terakhir sehingga diperlukan pengembangan setiap sub sektor pertanian melalui identifikasi komoditas unggulan. Subsektor tanaman pangan dalam sektor pertanian berperan penting dalam meningkatkan perekonomian daerah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan 1) Menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif komoditas tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga; 2) Menganalisis laju pertumbuhan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga; 3) Mengetahui sebaran prioritas komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Sampel yang digunakan adalah petani tanaman pangan di beberapa kecamatan untuk mengetahui karakteristik usahatani yang meliputi besarnya biaya produksi dan penerimaan hasil usahatani. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data primer diperoleh langsung dari petani dengan instrument berupa kuesioner. Data sekunder diperoleh dari instansi, yaitu Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian. Data tersebut dianalisis dengan metode Locatient Quotient (LQ), Revenue Cost (R/C), dan Dynamic Locatient Quotient (DLQ). Hasil penelitian diperoleh bahwa padi merupakan komoditas tanaman pangan unggul secara komparatif dengan sebaran wilayah terluas di 12 kecamatan Kabupaten Purbalingga. Jagung unggul secara kompetitif dengan nilai R/C tertinggi 3,44 yang menunjukkan pendapatan 3,44 kali lipat dari biaya usahatani. Padi memiliki laju pertumbuhan tertinggi dan tersebar di 10 kecamatan dengan status prospektif sedangkan ubi jalar memiliki laju pertumbuhan terendah karena tersebar di 15 kecamatan dengan status non prospektif. Sebaran komoditas unggulan tanaman pangan prioritas pertama di Kabupaten Purbalingga didominasi padi yang tersebar 8 kecamatan sementara prioritas kedua didominasi oleh jagung dan ubi kayu di 6 kecamatan. Saran dari penelitian ini yaitu dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat sangat penting untuk menjalin kerja sama terkait prioritas penguatan padi sebagai komoditas unggulan komparatif serta jagung sebagai komoditas unggulan kompetitif melalui upaya intensifikasi. Optimalisasi peningkatan komoditas padi yang menunjukkan status prospektif serta diperlukan prioritas revitalisasi komoditas ubi jalar yang menunjukkan status non prospektif agar menjadi potensial. Diperlukan kebijakan untuk mengoptimalkan sebaran komoditas prioritas berdasarkan wilayah agar dapat mendukung kemandirian pangan.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 124 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- University of Brawijaya
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Puji Hardati | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Sriyono Sriyono | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Hariyanto Hariyanto | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Andi Irwan Benardi | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Apik Budi Santoso | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Sriyanto Sriyanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tukidi Tukidi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ananto Aji | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nur Fauziyah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Rahma Hayati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Viera Wardhani | University of Brawijaya | 1 |
| Siswanto Siswanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muh. Sholeh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Deby Luriawati Naryatmojo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andri Sumihar Simbolon | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andina Ahya Prameswari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tjaturahono Budi Sanjoto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Jatmiko | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Juhadi Juhadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novia Retno Ningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hartini Hartini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sutardji Sutardji | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anisa Ristiyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Budi Setiawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sutardji - | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dina Widya Erista | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitri Maharani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kukuh Indarto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ariyani Indrayati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dea Halimatus Syadiah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Wahyu Setyaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arsi Surya Prasanta | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Moch. Arifien | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annis Farida | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nafi’atul Ulia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Evanita Maharani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nadya Riski Prasetya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.