Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG

Geo-Image Journal · Vol. 1 No. 1 (2012)

DOI
10.15294/geoimage.v1i1.942
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2012-06-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana distribusi spasial daerah yang terkena dampak intrusi air laut di daerah penelitian?; (2) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya intrusi air laut di daerah penelitian?. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampel atau sampel acak yaitu 30 sampel air sumur serta penduduk sebanyak 90 orang. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan uji laboratorium. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif, komparatif dan overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan disribusi spasial daerah yang terkena dampak intrusi air laut di daerah penelitian dapat dibedakan menjadi 3 zona yaitu: (1) Zona tidak terpengaruh intrusi air laut dengan luas 2.952,98 ha; (2) Zona dengan pengaruh intrusi air laut tinggi seluas 2.095,64 ha; (3) Zona dengan pengaruh intrusi air laut sedang seluas 913,38 ha. Jadi daerah penelitian yang terkena dampak intrusi air laut seluas 3009,02 ha atau 50,47% dari luas daerah penelitian. Di daerah penelitian faktor yang mempengaruhi intrusi air laut berdasarkan analisis overlay peta adalah kondisi geologi pada material alluvium, kondisi geohidrologi pada akuifer dangkal dengan produktifitas sedang, kondisi penggunaan lahan tambak dan daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Faktor jarak dari garis pantai cenderung belum cukup untuk mempengaruhi terjadinya intrusi air laut di daerah penelitian Hal tersebut dapat dijelaskan karena ada beberapa sampel yang jauh dari garis pantai tapi terkena dampak intrusi air laut dan satu sampel yang dekat garis pantai tapi tidak terkena dampak intrusi air laut. This study aims to determine: (1) How does the spatial distribution of the affected areas ofseawater intrusion in the study area?. (2) What factors are influencing the occurrence ofseawater intrusion in the study area?. Sampling was conducted with a purposive samplingtechnique or a random sample of 30 well water samples and a population of 90 people.Methods of data collection by observation, interviews, documentation and test laboratories.Data analysis technique used is descriptive, comparative and overlay maps. The resultsshowed spatial disribusi affected areas of seawater intrusion in the study area can be dividedinto three zones, namely: (1) Zone are not affected by seawater intrusion area 2952.98 ha,(2) Zone to the influence of high seawater intrusion area of 2095.64 ha, (3) Zone with theinfluence of sea water intrusion is an area of 913.38 ha. So the study area affected byseawater intrusion area of 3009.02 ha or 50.47% of the study area. In the study of factorsaffecting seawater intrusion map overlay analysis is based on geological conditions in thealluvium material, geohidrologi conditions in shallow aquifers with productivity being, thecondition of ponds and land use areas with high population density. The distance from theshoreline tend not enough to affect the occurrence of seawater intrusion in the study area.This can be explained because there are a few samples away from the coastline but affectedby seawater intrusion and one sample near the shoreline but are not affected by seawaterintrusion.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 142 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Brawijaya
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Heri TjahjonoAfiliasi tidak diketahui6
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang5
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui4
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui4
Saptono PutroUniversity of Brawijaya3
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui3
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui3
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui3
Heri TjahonoAfiliasi tidak diketahui2
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Retno Salaras MahatiAfiliasi tidak diketahui2
Vina Nurul HusnaAfiliasi tidak diketahui2
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui2
Hairumini HairuminiAfiliasi tidak diketahui2
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui2
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui2
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui2
Rudiyanto RudiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Erin Dian WinarniAfiliasi tidak diketahui1
Indah Nur SyafiraAfiliasi tidak diketahui1
Wahid Akhsin Budi NursidiqAfiliasi tidak diketahui1
Anisa ShofianaAfiliasi tidak diketahui1
Dwi JatmikoAfiliasi tidak diketahui1
ika budhi haryantoAfiliasi tidak diketahui1
Ratna Dwi SetyowatiAfiliasi tidak diketahui1
Aji Setiyo NugrohoAfiliasi tidak diketahui1
Ati AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Edi PranotoAfiliasi tidak diketahui1
Eko Adi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Tukidi TukidiAfiliasi tidak diketahui1
Siva SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Arsi Surya PrasantaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Inmas PAfiliasi tidak diketahui1
Nurrahim Adhadina Eka PutriAfiliasi tidak diketahui1
Waid Agus PurwantoAfiliasi tidak diketahui1
Habibah RochmatunAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN  INTRUSI AIR LAUT  DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG</dc:title>
	<dc:creator>Nurrohim, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Sanjoto, Tjaturahono Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Setyaningsih, Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian ini Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui:  (1)  Bagaimana  distribusi  spasial  daerah yang terkena  dampak  intrusi  air  laut  di  daerah penelitian?;  (2)  Faktor-faktor  apa  saja  yang mempengaruhi  terjadinya  intrusi  air  laut  di  daerah  penelitian?.  Pengambilan  sampel dilakukan  dengan  teknik purposive  sampel  atau sampel  acak   yaitu 30 sampel  air  sumur serta  penduduk sebanyak 90 orang. Metode  pengumpulan  data  dengan  observasi, wawancara,  dokumentasi  dan  uji  laboratorium.  Teknik analisis  data  yang digunakan  yaitu deskriptif,  komparatif  dan  overlay  peta.  Hasil  penelitian  menunjukkan  disribusi  spasial daerah yang terkena dampak intrusi air laut di daerah penelitian dapat dibedakan menjadi 3 zona  yaitu :  (1)  Zona tidak terpengaruh  intrusi  air  laut  dengan  luas  2.952,98 ha;  (2)  Zona dengan pengaruh intrusi air laut tinggi seluas 2.095,64 ha; (3) Zona dengan pengaruh intrusi air laut sedang seluas 913,38 ha. Jadi daerah penelitian yang terkena dampak intrusi air laut seluas 3009,02 ha atau 50,47% dari luas daerah penelitian. Di daerah penelitian faktor yang mempengaruhi intrusi air laut berdasarkan analisis overlay peta adalah kondisi geologi pada material alluvium, kondisi geohidrologi pada akuifer dangkal dengan produktifitas sedang, kondisi  penggunaan  lahan  tambak dan  daerah  dengan  kepadatan  penduduk yang tinggi. Faktor  jarak dari  garis  pantai  cenderung belum  cukup untuk mempengaruhi  terjadinya intrusi  air  laut  di  daerah  penelitian  Hal  tersebut  dapat  dijelaskan  karena  ada  beberapa sampel yang jauh dari garis pantai tapi terkena dampak intrusi air laut dan satu sampel yang dekat garis pantai tapi tidak terkena dampak intrusi air laut. This study aims to determine: (1) How does the spatial distribution of the affected areas ofseawater  intrusion  in the  study  area?.  (2)  What  factors  are  influencing the  occurrence  ofseawater  intrusion  in the study area?. Sampling was conducted with a purposive samplingtechnique  or  a  random  sample  of  30 well  water  samples  and  a  population  of  90 people.Methods of data collection by observation, interviews, documentation and test laboratories.Data  analysis  technique  used is  descriptive,  comparative  and overlay  maps.  The  resultsshowed spatial disribusi affected areas of seawater intrusion in the study area can be dividedinto three zones, namely: (1) Zone are not affected by seawater intrusion area 2952.98 ha,(2) Zone to the influence of high seawater intrusion area of  2095.64 ha, (3) Zone with theinfluence  of  sea  water  intrusion  is  an  area  of  913.38 ha.  So  the  study  area  affected byseawater  intrusion area of  3009.02 ha or 50.47% of the study area. In the  study of  factorsaffecting seawater  intrusion map overlay  analysis  is  based on geological  conditions  in thealluvium material, geohidrologi conditions in shallow aquifers with productivity being, thecondition of ponds and land use areas with high population density. The distance from theshoreline tend not enough to affect the occurrence of seawater  intrusion  in the study area.This can be explained because there are a few samples away from the coastline but affectedby  seawater  intrusion and one  sample  near  the  shoreline  but  are  not  affected by  seawaterintrusion.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/942</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v1i1.942</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/942/971</dc:relation>
</oai_dc:dc>