Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2002-2011 DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JUANA

Geo-Image Journal · Vol. 1 No. 1 (2012)

DOI
10.15294/geoimage.v1i1.949
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2012-06-29
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penduduk akan mengalami pertumbuhan setiap tahunnya, pertumbuhan tersebut akan mempengaruhi beberapa hal, antara lain kebutuhan yang harus tercukupi setiap harinya. Seperti pangan, sandang, dan juga kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, tapi karena ketersediaan akan lahan terbatas menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan atau perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan citra Landsat 7 tahun 2002 dan 2011. Populasi dalam penelitian ini seluruh DAS Juana, sampel 8 jenis penggunaan lahan yang bersumber dari BAPPEDA Kabupaten Pati. Untuk batas DAS Juana menggunakan data dari BPDAS PEMALI JRATUN. Hasil klasifikasi terbimbing didapatkan 8 jenis penggunaan lahan pada tahun 2002 dan pada tahun 2011 bertambah 1 penggunaan lahan menjadi 9 yaitu hutan, hutan produksi, tegalan, permukiman, sawah, tambak, kebun, tubuh air dan mangrove. Hasil uji keakuratan citra dihasilkan 88% dimana dari 100 titik sampel ditemukan 12 lokasi yang tidak sesuai. Sedangkan tinggkat kesesuaian antara penggunaan lahan dengan kawasan budidaya RTRW Kabupaten Pati tahun 2008, kawasan budidaya tambak yang hampir sesuai dengan jumlah presentase 81,36%, sedangkan pada hutan produksi, permukiman, tegalan, dan sawah memiliki tingkat kesesuaian <50%. Terakhir supaya diadakan monitoring secara intensif dalam pengelolaan DAS Juana dan RTRW Kabupaten Pati agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.Population will grow each year, growth will affect several things, among others, need to be fulfilled every day. Such as food, clothing, and also the need for land for housing, but because of limited land availability will lead to land conversion or change of land use. This study used Landsat 7 in 2002 and 2011. The population around the watershed Juana, sample 8 types of land use are sourced from BAPPEDA Pati. For Juana watershed using data from BPDAS Pemali JRATUN. Supervised classification results obtained 8 types of land use in 2002 and in 2011 added up to 1 to 9 land use is forest, production forest, moor, settlements, fields, ponds, gardens, water bodies and mangroves. The accuracy of the test results generated imagery which 88% of the 100 sample points found 12 sites that do not fit. While tinggkat compatibility between land uses by Pati RTRW cultivated area in 2008, the aquaculture area that most closely matches the number of percentage of 81.36%, while in production forests, settlements, moor, and the field has a compliance rate of <50%. That was held last intensive monitoring in watershed management and spatial planning Pati Juana to match what is already planned.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 140 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • University of Brawijaya
  • University of August 17, 1945 Banyuwangi
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Fahrudin HanafiAfiliasi tidak diketahui5
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui4
Aprillia FindayaniAfiliasi tidak diketahui4
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui4
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui3
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui3
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui3
Wahyu SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui3
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui3
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui3
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Retno Salaras MahatiAfiliasi tidak diketahui2
Vina Nurul HusnaAfiliasi tidak diketahui2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang2
Hairumini HairuminiAfiliasi tidak diketahui2
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui2
Saptono PutroUniversity of Brawijaya2
Sunarko SunarkoUniversity of August 17, 1945 Banyuwangi2
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui1
Erin Dian WinarniAfiliasi tidak diketahui1
AnifahtunAfiliasi tidak diketahui1
Tegar Iis RomadhonAfiliasi tidak diketahui1
Edi KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Dwi JatmikoAfiliasi tidak diketahui1
R SugiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Eka Anjar SariAfiliasi tidak diketahui1
Nina RosianaAfiliasi tidak diketahui1
Fandi Yusuf MaldiniAfiliasi tidak diketahui1
Sisna Yuliana Diah Utami PutriAfiliasi tidak diketahui1
Ratna Dwi SetyowatiAfiliasi tidak diketahui1
Edi PranotoAfiliasi tidak diketahui1
Eko Adi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Utami PutriAfiliasi tidak diketahui1
Putri Inmas PAfiliasi tidak diketahui1
Nurrahim Adhadina Eka PutriAfiliasi tidak diketahui1
Elvita SafitriAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad Nur supraptoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN  TAHUN 2002-2011 DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JUANA</dc:title>
	<dc:creator>Susantl, Novi Ike</dc:creator>
	<dc:creator>Sanjoto, Tjaturahono Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Tjahjono, Heri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penduduk akan mengalami pertumbuhan setiap tahunnya, pertumbuhan tersebut akan mempengaruhi beberapa hal, antara lain kebutuhan yang harus tercukupi setiap harinya. Seperti pangan, sandang, dan juga kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, tapi karena ketersediaan akan lahan terbatas menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan atau perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan citra Landsat 7 tahun 2002 dan 2011. Populasi dalam penelitian ini seluruh DAS Juana, sampel 8 jenis penggunaan lahan yang bersumber dari BAPPEDA Kabupaten Pati. Untuk batas DAS Juana menggunakan data dari BPDAS PEMALI JRATUN. Hasil klasifikasi terbimbing didapatkan 8 jenis penggunaan lahan pada tahun 2002 dan pada tahun 2011 bertambah 1 penggunaan lahan menjadi 9 yaitu hutan, hutan produksi, tegalan, permukiman, sawah, tambak, kebun, tubuh air dan mangrove. Hasil uji keakuratan citra dihasilkan 88% dimana dari 100 titik sampel ditemukan 12 lokasi yang tidak sesuai. Sedangkan tinggkat kesesuaian antara penggunaan lahan dengan kawasan budidaya RTRW Kabupaten Pati tahun 2008, kawasan budidaya tambak yang hampir sesuai dengan jumlah presentase 81,36%, sedangkan pada hutan produksi, permukiman, tegalan, dan sawah memiliki tingkat kesesuaian &amp;lt;50%. Terakhir supaya diadakan monitoring secara intensif dalam pengelolaan DAS Juana dan RTRW Kabupaten Pati agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.Population will grow each year, growth will affect several things, among others, need to be fulfilled every day. Such as food, clothing, and also the need for land for housing, but because of limited land availability will lead to land conversion or change of land use. This study used Landsat 7 in 2002 and 2011. The population around the watershed Juana, sample 8 types of land use are sourced from BAPPEDA Pati. For Juana watershed using data from BPDAS Pemali JRATUN. Supervised classification results obtained 8 types of land use in 2002 and in 2011 added up to 1 to 9 land use is forest, production forest, moor, settlements, fields, ponds, gardens, water bodies and mangroves. The accuracy of the test results generated imagery which 88% of the 100 sample points found 12 sites that do not fit. While tinggkat compatibility between land uses by Pati RTRW cultivated area in 2008, the aquaculture area that most closely matches the number of percentage of 81.36%, while in production forests, settlements, moor, and the field has a compliance rate of &amp;lt;50%. That was held last intensive monitoring in watershed management and spatial planning Pati Juana to match what is already planned.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/949</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v1i1.949</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 1 No 1 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/949/977</dc:relation>
</oai_dc:dc>