Jurnal
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN ARAHAN FUNGSI KAWASAN DI KABUPATEN BOYOLALI
Geo-Image Journal · Vol. 4 No. 1 (2015)
- ISSN
- 2549-0362, 2252-6285
- Terbit
- 2015-03-23
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penggunaan lahan adalah bentuk intervensi (campur tangan) manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya baik materi maupun spiritual (Arsyad, 1989:207). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan memetakan arahan fungsi utama kawasan di Kabupaten Boyolali berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 837/Kpts/Um/11/1980 dan 2) Menganalisis kesesuaian penggunaan lahan di Kabupaten Boyolali berdasarkan arahan fungsi utama kawasan dan menyajikannya dalam bentuk pemetaan. Obyek penelitian ini adalah penggunaan lahan dengan teknik penentuan sampel purposive sampling. Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini yakni data penggunaan lahan, curah hujan, jenis tanah, dan kemiringan lereng. Teknik analisis data meliputi teknik scoring, overlay, pembuatan peta dengan SIG, dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Boyolali memiliki 4 arahan fungsi utama kawasan yakni kawasan lindung, penyangga, budidaya tanaman tahunan, serta budidaya tanaman semusim dan permukiman. Kesesuaian penggunaan lahan berdasar arahan fungsi kawasan berkisar 62,84% sedangkan nilai ketidaksesuaian penggunaan lahan berkisar 37,16% dari luas total daerah penelitian.  Land use is a form of intervention (intervention) humans to land in order to meet the needs of both the material and spiritual life (Arsyad, 1989: 207).This research are purposed: 1) to know and mapping the plan of main region function at the Boyolali regency based on the regulation of agriculture minister number 837/Kpts/Um/11/1980 and 2) to analyze the suitability of landuse at the Boyolali regency based on main region function and to present into the mapping. This object of research is land use with the diciding sample technique of purposive sampling. Data that was need for this research include data of the land use, rainfall, soil type, and slope. The technique of analyzing data such as scoring, overlay, mapping with GIS, and descriptive technique. The result presented that Boyolali regency has four main function areas namely protected zone, buffer zone, cultivation of annual crops zone, cultivation of crops and settlements zone. The suitability of land use based on the plan of region function about 62,84%, while the value of land use incompatibility ranged 37,16% of the total area.
Jaringan kolaborasi para penulis
19 penulis · 39 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- University of August 17, 1945 Banyuwangi
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Sunarko Sunarko | University of August 17, 1945 Banyuwangi | 2 |
| Arif Setiyaji | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sriyono Sriyono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Putri Nur Fitria | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ananto Aji | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cahyo Martanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ira Vidiawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Liesnoor Setyowati | State University of Semarang | 1 |
| Masnita Indriani Oktavia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Saptono Putro | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rima Dipahada | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eva Banowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Puji Nursoleha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Handayani Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Liesnoor Setyowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Puji Hardati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widdy Reynaldi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.