Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN TAMBAK DI KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL

Geo-Image Journal · Vol. 4 No. 1 (2015)

DOI
10.15294/geoimage.v4i1.5085
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2015-03-28
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kecamatan Kaliwungu terletak di wilayah pesisir Kabupaten Kendal yang memiliki potensi perikanan tambak. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan dapat menentukan lokasi tambak yang sesuai. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kesesuaian lahan untuk budidaya perikanan tambak di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua satuan lahan di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Sampel pada penelitian ini diambil berdasarkan beberapa satuan lahan yang ada, penentuan titik lokasi sampel berdasarkan tenik Purposive area sampling. Penelitian ini menggunakan analisis metode overlay dan scoring. Hasil analisis spasial menunjukkan penyebaran kelas lahan untuk budidaya tambak adalah: 1) Kelas Sesuai untuk Budidaya Tambak (S1), luasnya 2861,059 ha dengan persentase 59,83%. 2) Kelas Cukup Sesuai untuk Budidaya Tambak (S2), luasnya 1720,249 ha dengan persentase 35,97%. 3) Kelas Tidak Sesuai untuk Budidaya Tambak (N), luasnya 200,807 ha dengan persentase 4,20%. Saran sebagai rekomendasi berdasarkan analisis yang diteliti kawasan kelas sesuai untuk budidaya tambak berada di daerah yang memiliki penggunaan lahan seperti kebun, sawah, tegalan. Untuk kelas cukup sesuai ini penggunaan lahannya sebagian besar ada di wilayah sawah, pemukiman, hutan rawa, hutan pantai, dan kebun. Sedangkan kawasan kelas tidak sesuai penggunaan lahannya berada di pertambangan, pemukiman, dan kebun. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang lokasi untuk budidaya tambak yang berada di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Penegakkan peraturan pemerintah mendukung kelancaran budidaya tambak dan ketersediaan sarana dan prasarana produksi untuk budidaya tambak. Subdistrict Kaliwungu located in coastal areas that have the potential Kendal fishing pond. With the existence of this study it is expected to determine the appropriate location of the pond. The aim of the study was to determine the suitability of land for aquaculture ponds in District Kaliwungu Kendal. The population in this study were all land units in District Kaliwungu Kendal. Samples were taken by some of the existing land units, determining the location of sampling points based tenik purposive sampling area. This study uses an overlay method of analysis and scoring. The results of the spatial analysis shows the distribution of land classes for aquaculture are: 1) Class Suitable for Aquaculture Pond (S1), the extent of 2861.059 ha with percentage 59.83%. 2) Class Quite Suitable for Aquaculture Pond (S2), the extent of 1720.249 ha with percentage 35.97%. 3) Class Not Suitable for Aquaculture Pond (N), the extent of 200.807 ha with percentage of 4.20%. Suggestions as recommendations based on the analysis of the studied region corresponding class for aquaculture are in areas that have land use such as gardens, fields, moor. Quite appropriate for this class of land use largely in the area of ​​rice fields, residential, swamp forest, coastal forest, and garden. While not appropriate class neighborhood located in the mining land use, settlement, and gardens. Further research needs to be done on location for aquaculture in Sub Kaliwungu Kendal. Enforcement of regulations to support the smooth aquaculture and the availability of facilities and infrastructure for aquaculture production.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 145 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Cenderawasih University
  • Jenderal Soedirman University
  • Shizuoka University
  • University of August 17, 1945 Banyuwangi
  • State University of Semarang
  • University of Brawijaya
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Winasis WinasisAfiliasi tidak diketahui6
Toshihiko NoguchiShizuoka University4
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui4
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui4
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang3
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui3
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui3
Hari SiswantoroAfiliasi tidak diketahui3
Priswanto PriswantoAfiliasi tidak diketahui3
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui3
Sunarko SunarkoUniversity of August 17, 1945 Banyuwangi3
Tukidi TukidiAfiliasi tidak diketahui3
Wahyu SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui3
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui2
Saptono PutroUniversity of Brawijaya2
Hariyanto HariyantoAfiliasi tidak diketahui2
Heri TjahjonoAfiliasi tidak diketahui2
Dwi Ayu LestariAfiliasi tidak diketahui2
Arifatun Rizka AmaliaAfiliasi tidak diketahui2
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Retno SupriyantiJenderal Soedirman University2
Daru Tri NugrohoJenderal Soedirman University2
Maria Ludia SimonapendiCenderawasih University1
Puguh SujartaCenderawasih University1
Suriani Br. SurbaktiCenderawasih University1
Farmawaty FarmawatyCenderawasih University1
SUHARNO SUHARNOCenderawasih University1
Suwito SuwitoAfiliasi tidak diketahui1
Frans A. AsmurufAfiliasi tidak diketahui1
Himawan HimawanAfiliasi tidak diketahui1
Alowisya FutwenbunAfiliasi tidak diketahui1
Naomi M SimamoraAfiliasi tidak diketahui1
darwanta darwantaAfiliasi tidak diketahui1
Tika RomadhoniAfiliasi tidak diketahui1
Satya Budi NugrahaAfiliasi tidak diketahui1
Ni'maturrodhiyah Ni'maturrodhiyahAfiliasi tidak diketahui1
Tiesya Valvina PramayselaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN TAMBAK DI KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL</dc:title>
	<dc:creator>Rizqiyah, Samrotul</dc:creator>
	<dc:creator>Suroso, Suroso</dc:creator>
	<dc:creator>Sriyanto, Sriyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kecamatan Kaliwungu terletak di wilayah pesisir Kabupaten Kendal yang memiliki potensi perikanan tambak. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan dapat menentukan lokasi tambak yang sesuai. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kesesuaian lahan untuk budidaya perikanan tambak di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua satuan lahan di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Sampel pada penelitian ini diambil berdasarkan beberapa satuan lahan yang ada, penentuan titik lokasi sampel berdasarkan tenik Purposive area sampling. Penelitian ini menggunakan analisis metode overlay dan scoring. Hasil analisis spasial menunjukkan penyebaran kelas lahan untuk budidaya tambak adalah : 1) Kelas Sesuai untuk Budidaya Tambak (S1), luasnya 2861,059 ha dengan persentase 59,83%. 2) Kelas Cukup Sesuai untuk Budidaya Tambak (S2), luasnya 1720,249 ha dengan persentase 35,97%. 3) Kelas Tidak Sesuai untuk Budidaya Tambak (N), luasnya 200,807 ha dengan persentase 4,20%. Saran sebagai rekomendasi berdasarkan analisis yang diteliti kawasan kelas sesuai untuk budidaya tambak berada di daerah yang memiliki penggunaan lahan seperti kebun, sawah, tegalan.  Untuk kelas cukup sesuai ini penggunaan lahannya sebagian besar ada di wilayah sawah, pemukiman, hutan rawa, hutan pantai, dan kebun. Sedangkan kawasan kelas tidak sesuai penggunaan lahannya berada di pertambangan, pemukiman, dan kebun. Perlu  dilakukan  penelitian lanjutan  tentang  lokasi untuk  budidaya  tambak yang berada di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Penegakkan peraturan pemerintah mendukung kelancaran budidaya tambak dan ketersediaan sarana dan prasarana produksi untuk budidaya  tambak. Subdistrict Kaliwungu located in coastal areas that have the potential Kendal fishing pond. With the existence of this study it is expected to determine the appropriate location of the pond. The aim of the study was to determine the suitability of land for aquaculture ponds in District Kaliwungu Kendal. The population in this study were all land units in District Kaliwungu Kendal. Samples were taken by some of the existing land units, determining the location of sampling points based tenik purposive sampling area. This study uses an overlay method of analysis and scoring. The results of the spatial analysis shows the distribution of land classes for aquaculture are: 1) Class Suitable for Aquaculture Pond (S1), the extent of 2861.059 ha with percentage 59.83%. 2) Class Quite Suitable for Aquaculture Pond (S2), the extent of 1720.249 ha with percentage 35.97%. 3) Class Not Suitable for Aquaculture Pond (N), the extent of 200.807 ha with percentage of 4.20%. Suggestions as recommendations based on the analysis of the studied region corresponding class for aquaculture are in areas that have land use such as gardens, fields, moor. Quite appropriate for this class of land use largely in the area of ​​rice fields, residential, swamp forest, coastal forest, and garden. While not appropriate class neighborhood located in the mining land use, settlement, and gardens. Further research needs to be done on location for aquaculture in Sub Kaliwungu Kendal. Enforcement of regulations to support the smooth aquaculture and the availability of facilities and infrastructure for aquaculture production.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2015-03-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/5085</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v4i1.5085</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 4 No 1 (2015)</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/5085/4479</dc:relation>
</oai_dc:dc>