Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Peranan Program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Hutan Desa Kalimendong Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo

Geo-Image Journal · Vol. 9 No. 1 (2020) · hlm. 8–13

DOI
10.15294/geoimage.v9i1.38637
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2020-04-20
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam mengikuti program PHBM, tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat, dan mengetahui hubungan antara keduanya. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis statistik. Berdasarkan hasil pengolahan data yang ada tingkat partisipasi masyarakat Desa Kalimendong dalam Program PHBM termasuk dalam kategori tinggi karena nilai yang di dapat mencapai rata-rata 65,47%. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh sistem pembinaan dari pihak Perhutani maupun dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan RIMBA MULYA yang sering melibatkan petani dalam berbagai kegiatannya. Pendapatan masyarakat yang mengikuti program PHBM mengalami kenaikan cukup baik walaupun masih dalam kategori sedang dengan rata-rata nilai persentase sebesar 31.06%. Hal tersebut sesuai dengan kondisi dilapangan dimana, sistem pembinaan dari pihak Perhutani maupun dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan RIMBA MULYA yang sering melibatkan petani dalam berbagai kegiatannya. Sedangkan untuk tingkat pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan yang dimiliki oleh petani peserta PHBM yang masih tergolong sempit yaitu kurang dari 0,5 ha. Faktor yang paling mempengaruhi hal tersebut adalah luas lahan garapan yang dimiliki oleh petani.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 175 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Universitas Sumatera Utara
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hariyanto HariyantoAfiliasi tidak diketahui7
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui6
Fahrudin HanafiAfiliasi tidak diketahui5
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui5
Aprillia FindayaniAfiliasi tidak diketahui5
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui5
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui5
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang3
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara3
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui3
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui3
Wahyu SetyaningsihAfiliasi tidak diketahui3
Ervando Tommy Al-hanifAfiliasi tidak diketahui2
Rahma HayatiAfiliasi tidak diketahui2
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui2
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui2
Dwi Ayu LestariAfiliasi tidak diketahui2
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui2
Endah Fitriani RahayuState University of Semarang1
Purnomo Adi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Eli Dwi AstutiAfiliasi tidak diketahui1
Khoirima Nafi'ahAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad Syifauddin SyifauddinAfiliasi tidak diketahui1
Priyanti Handayani PutriAfiliasi tidak diketahui1
Supriyadi SupriyadiAfiliasi tidak diketahui1
Mohammad SyifauddinAfiliasi tidak diketahui1
Alfian Cahyo PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
SriyonoAfiliasi tidak diketahui1
Risma MartiyaniAfiliasi tidak diketahui1
AnifahtunAfiliasi tidak diketahui1
Ummi 'IsyaturadhiyyahAfiliasi tidak diketahui1
Tegar Iis RomadhonAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Anna HastutiAfiliasi tidak diketahui1
Purwadi SuhandiniAfiliasi tidak diketahui1
R SugiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Eka Anjar SariAfiliasi tidak diketahui1
Nina RosianaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peranan Program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Hutan Desa Kalimendong Kecamatan Leksono Kabupaten Wonosobo</dc:title>
	<dc:creator>Wirasanti, Avionita</dc:creator>
	<dc:creator>Tjahjono, Heri</dc:creator>
	<dc:creator>Suharini, Erni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam mengikuti program PHBM, tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan masyarakat, dan mengetahui hubungan antara keduanya. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis statistik. Berdasarkan hasil pengolahan data yang ada tingkat partisipasi masyarakat Desa Kalimendong dalam Program PHBM termasuk dalam kategori tinggi karena nilai yang di dapat mencapai rata-rata 65,47%. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh sistem pembinaan dari pihak Perhutani maupun dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan RIMBA MULYA yang sering melibatkan petani dalam berbagai kegiatannya. Pendapatan masyarakat yang mengikuti program PHBM mengalami kenaikan cukup baik walaupun masih dalam kategori sedang dengan rata-rata nilai persentase&amp;nbsp; sebesar 31.06%. Hal tersebut sesuai dengan kondisi dilapangan dimana, sistem pembinaan dari pihak Perhutani maupun dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan RIMBA MULYA yang sering melibatkan petani dalam berbagai kegiatannya. Sedangkan untuk tingkat pendapatan dipengaruhi oleh luas lahan yang dimiliki oleh petani peserta PHBM yang masih tergolong sempit yaitu kurang dari 0,5 ha. Faktor yang paling mempengaruhi hal tersebut adalah luas lahan garapan yang dimiliki oleh petani.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/38637</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v9i1.38637</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image; 8-13</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/38637/16033</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Geo-Image</dc:rights>
</oai_dc:dc>