Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kajian Pengembangan Fasilitas Pariwisata Berdasarkan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Candi Gedongsongo Kabupaten Semarang

Geo-Image Journal · Vol. 9 No. 1 (2020) · hlm. 14–21

DOI
10.15294/geoimage.v9i1.38638
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2020-04-20
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi karakteristik Sosial Budaya wisatawan yang datang ke Kawasan Candi Gedongsongo. (2) Memetakan kesesuaian distribusi fasilitas pariwisata terhadap mintakat Candi Gedongsongo. (3) Mengkaji Kondisi Fasilitas Pariwisita berdasarkan prinsip pengembangan dan pemanfaatan komplek Candi Gedongsongo. Metode dalam penelitian ini menggunakan analsisis tumpang susun dengan Sistem Informasi Geografis dan pendekatan kuantitatif (statistik deskriptif). Teknik dalam pengumpulan data yaitu survei lapangan, pustaka, digitasi foto udara, dokumentasi, kuisioner, dan wawancara. Jumlah responden untuk mengukur kondisi wisatawan sebanyak 50 orang ditentukan secara insidental yang bertemu dengan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan motif tertinggi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata adalah berekreasi sebesar 96% dan motif tertinggi dalam menentukan Candi Gedongsongo karena terkenal dikalangan wisatawan sebesar 84%. Fasilitas pariwisata yang sangat banyak digunakan adalah toilet umum sebesar 92% dan mereka menilai kondisinya dengan cukup puas. Terdapat 8 fasilitas pariwisata hasil temuan BPPP pada tahun 2010 berada di luar mintakat pengembangan dan hasil penelitian ini mendapatkan 4 fasilitas telah ditiadakan seperti warung tenda, panjat tebing, gardu pandang dan flying fox. Hasil pengolahan foto udara dan crosscheck lapangan terdapat 40 fasilitas di mintakat pengembangan dan 22 di mintakat penyangga.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 127 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • University of Brawijaya
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hariyanto HariyantoAfiliasi tidak diketahui7
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui6
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui6
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui6
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui4
SriyantoAfiliasi tidak diketahui3
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui3
Heri TjahjonoAfiliasi tidak diketahui3
Sriyanto SriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Tukidi TukidiAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad Dwi Utomo AjiAfiliasi tidak diketahui2
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui2
Satyanta ParmanAfiliasi tidak diketahui2
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui2
Hanna HannaUniversitas Halu Oleo1
La InoUniversitas Halu Oleo1
Supiyanto SupiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Fuad HasanUniversitas Sulawesi Tenggara1
Ihsannudin IhsannudinAfiliasi tidak diketahui1
Viera WardhaniUniversity of Brawijaya1
Siswanto SiswantoAfiliasi tidak diketahui1
Muh. SholehAfiliasi tidak diketahui1
Deby Luriawati NaryatmojoAfiliasi tidak diketahui1
Andri Sumihar SimbolonAfiliasi tidak diketahui1
Nur FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
Andina Ahya PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
vovi_pramestyAfiliasi tidak diketahui1
Wahid Akhsin Budi NursidiqAfiliasi tidak diketahui1
Lucky Hikmatun Nazal FurqonAfiliasi tidak diketahui1
amita asih ardiyantiAfiliasi tidak diketahui1
R SugiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Dwi JatmikoAfiliasi tidak diketahui1
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui1
Novia Retno NingsihAfiliasi tidak diketahui1
Dwi IrmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Hartini HartiniAfiliasi tidak diketahui1
Sutardji SutardjiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kajian Pengembangan Fasilitas Pariwisata Berdasarkan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan di Kawasan Candi Gedongsongo Kabupaten Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Rahmat, Chairul</dc:creator>
	<dc:creator>Putro, Saptono</dc:creator>
	<dc:creator>Sriyono, Sriyono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi karakteristik Sosial Budaya wisatawan yang datang ke Kawasan Candi Gedongsongo. (2) Memetakan kesesuaian distribusi fasilitas&amp;nbsp; pariwisata terhadap mintakat Candi Gedongsongo. (3) Mengkaji Kondisi Fasilitas Pariwisita berdasarkan prinsip pengembangan dan pemanfaatan komplek Candi Gedongsongo. Metode dalam penelitian ini menggunakan analsisis tumpang susun dengan Sistem Informasi Geografis dan pendekatan kuantitatif (statistik deskriptif). Teknik dalam pengumpulan data yaitu survei lapangan, pustaka, digitasi foto udara, dokumentasi, kuisioner, dan wawancara. Jumlah responden untuk mengukur kondisi wisatawan sebanyak 50 orang ditentukan secara insidental yang bertemu dengan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan motif tertinggi wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata adalah berekreasi sebesar 96% dan motif tertinggi dalam menentukan Candi Gedongsongo karena terkenal dikalangan wisatawan sebesar 84%. Fasilitas pariwisata yang sangat banyak digunakan adalah toilet umum sebesar 92% dan mereka menilai kondisinya dengan cukup puas. Terdapat 8 fasilitas pariwisata hasil temuan BPPP pada tahun 2010 berada di luar mintakat pengembangan dan hasil penelitian ini mendapatkan 4 fasilitas telah ditiadakan seperti warung tenda, panjat tebing, gardu pandang dan flying fox. Hasil pengolahan foto udara dan crosscheck lapangan terdapat 40 fasilitas di mintakat pengembangan dan 22 di mintakat penyangga.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/38638</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v9i1.38638</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 9 No 1 (2020): Geo-Image; 14-21</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/38638/16034</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Geo-Image</dc:rights>
</oai_dc:dc>