Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Evaluasi Sarana-Prasarana Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros Kabupaten Serang

Geo-Image Journal · Vol. 12 No. 2 (2023) · hlm. 162–175

DOI
10.15294/geoimage.v12i2.70061
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Terbit
2023-08-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak ___________________________________________________________________ Ketimpangan wilayah perdesaan merupakan salah satu masalah pembangunan wilayah perdesaan. Pengembangan kawasan agropolitan merupakan bagian dari pembangunan wilayah untuk mengatasi ketimpangan serta mengotimalkan potensi wilayah perdesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan sarana-prasarana sesuai standar serta melakukan penilaian sarana-prasarana yang ada pada Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros. Metode penelitian yaitu deskrptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan standar penyediaan serta pembobotan pada sarana-prasarana pendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros. Hasil penelitian menunjukan ketersediaan sarana-prasarana yang memenuhi standar antara lain jalan usahatani dan jalan penghubung antar desa pada prasarana jalan; mata air pada sumber air baku; sarana pemasaran; sambungan kabel dan jaringan seluler pada jaringan telekomunikasi; koperasi dan lembaga keuangan non-bank pada fasilitas perbankan; sarana penggilingan pada sarana pengolahan hasil pertanian; serta fasilitas kantor pemerintahan pada sarana fasilitas umum dan sosial. Selanjutnya, fasilitas yang tidak memenuhi standar, yaitu jalan lingkar desa pada sarana jalan; irigasi pertanian; air sungai dan sumur bor pada sumber air baku; pusat distribusi barang, telepon umum pada jaringan telekomunikasi; fasilitas bank pada fasilitas perbankan; gudang penyimpanan hasil pertanian pada sarana pengolahan hasil pertanian; serta pusat informasi pengembangan. Selanjutnya, hasil penilaian sarana-prasarana pendukung pada Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros termasuk kedalam kategori kategori cukup (71%). Abstract ___________________________________________________________________ Rural inequality is one of problem in rural development. Agropolitan is part of regional development to overcome inequality and optimize the potential of rural. The study is to determine the availability of infrastructure standards and evaluate existing infrastructure in the Agropolitan Development in Baros District. The research method is descriptive qualitative-quantitative using standard provision and weighting of supporting infrastructure for Agropolitan Development in Baros. The result of infrastructure that meets the standards, including farm roads and connecting roads between villages on road infrastructure; springs in raw water sources; marketing tools; cable connection and cellular network in telecommunications networks; cooperatives and non-bank financial institutions in banking facilities; milling facilities at agricultural product processing facilities; and government office facilities in public and social facilities. Furthermore, facilities that do not meet standards, namely the village ring road on road facilities; agricultural irrigation; river water and drilled wells in raw water sources; goods distribution center, public telephone in telecommunication network; bank facilities on banking facilities; warehouse for storing agricultural products in agricultural product processing facilities; and development information center. Furthermore, the results of the assessment of supporting infrastructure in the Agropolitan Development in Baros included in the sufficient category (71%)

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 118 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • University of August 17, 1945 Banyuwangi
  • Universitas Sumatera Utara
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
darwanta darwantaAfiliasi tidak diketahui3
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui3
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui3
Moch. ArifienAfiliasi tidak diketahui3
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui3
Saptono PutroAfiliasi tidak diketahui2
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui2
Sunarko SunarkoUniversity of August 17, 1945 Banyuwangi2
Tukidi TukidiAfiliasi tidak diketahui2
Arifatun Rizka AmaliaAfiliasi tidak diketahui2
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Suharno SuharnoAfiliasi tidak diketahui1
Maria L. SimonapendiAfiliasi tidak diketahui1
Puguh SujartaAfiliasi tidak diketahui1
Suriani Br SurbaktiAfiliasi tidak diketahui1
Farmawaty FarmawatyAfiliasi tidak diketahui1
November Ekber ManyeromAfiliasi tidak diketahui1
Suwito SuwitoAfiliasi tidak diketahui1
Frans A. AsmurufAfiliasi tidak diketahui1
Himawan HimawanAfiliasi tidak diketahui1
Alowisya FutwenbunAfiliasi tidak diketahui1
Naomi M SimamoraAfiliasi tidak diketahui1
Tika RomadhoniAfiliasi tidak diketahui1
Satya Budi NugrahaAfiliasi tidak diketahui1
Ni'maturrodhiyah Ni'maturrodhiyahAfiliasi tidak diketahui1
Edi KurniawanUniversitas Sumatera Utara1
Aprillia FindayaniAfiliasi tidak diketahui1
Tiesya Valvina PramayselaAfiliasi tidak diketahui1
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui1
Bayu ArdhiansyahAfiliasi tidak diketahui1
Andina Ahya PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
muhammmad abrorAfiliasi tidak diketahui1
Purwadi SuhandiniAfiliasi tidak diketahui1
Abdul RohmadAfiliasi tidak diketahui1
Bregas Widya PratamaAfiliasi tidak diketahui1
Eko Adi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Siti MunawwarohAfiliasi tidak diketahui1
Miftakhul HadiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Sarana-Prasarana Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros Kabupaten Serang</dc:title>
	<dc:creator>HALMAHERA, MEGA</dc:creator>
	<dc:creator>Sriyanto, Sriyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
___________________________________________________________________
Ketimpangan wilayah perdesaan merupakan salah satu masalah pembangunan wilayah perdesaan. Pengembangan kawasan agropolitan merupakan bagian dari pembangunan wilayah untuk mengatasi ketimpangan serta mengotimalkan potensi wilayah perdesaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketersediaan sarana-prasarana sesuai standar serta melakukan penilaian sarana-prasarana yang ada pada Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros. Metode penelitian yaitu deskrptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan standar penyediaan serta pembobotan pada sarana-prasarana pendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros. Hasil penelitian menunjukan ketersediaan sarana-prasarana yang memenuhi standar antara lain jalan usahatani dan jalan penghubung antar desa pada prasarana jalan; mata air pada sumber air baku; sarana pemasaran; sambungan kabel dan jaringan seluler pada jaringan telekomunikasi; koperasi dan lembaga keuangan non-bank pada fasilitas perbankan; sarana penggilingan pada sarana pengolahan hasil pertanian; serta fasilitas kantor pemerintahan pada sarana fasilitas umum dan sosial. Selanjutnya, fasilitas yang tidak memenuhi standar, yaitu jalan lingkar desa pada sarana jalan; irigasi pertanian; air sungai dan sumur bor pada sumber air baku; pusat distribusi barang, telepon umum pada jaringan telekomunikasi; fasilitas bank pada fasilitas perbankan; gudang penyimpanan hasil pertanian pada sarana pengolahan hasil pertanian; serta pusat informasi pengembangan. Selanjutnya, hasil penilaian sarana-prasarana pendukung pada Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Baros termasuk kedalam kategori kategori cukup (71%).
Abstract
___________________________________________________________________
Rural inequality is one of problem in rural development. Agropolitan is part of regional development to overcome inequality and optimize the potential of rural. The study is to determine the availability of infrastructure standards and evaluate existing infrastructure in the Agropolitan Development in Baros District. The research method is descriptive qualitative-quantitative using standard provision and weighting of supporting infrastructure for Agropolitan Development in Baros. The result of infrastructure that meets the standards, including farm roads and connecting roads between villages on road infrastructure; springs in raw water sources; marketing tools; cable connection and cellular network in telecommunications networks; cooperatives and non-bank financial institutions in banking facilities; milling facilities at agricultural product processing facilities; and government office facilities in public and social facilities. Furthermore, facilities that do not meet standards, namely the village ring road on road facilities; agricultural irrigation; river water and drilled wells in raw water sources; goods distribution center, public telephone in telecommunication network; bank facilities on banking facilities; warehouse for storing agricultural products in agricultural product processing facilities; and development information center. Furthermore, the results of the assessment of supporting infrastructure in the Agropolitan Development in Baros included in the sufficient category (71%)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/70061</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v12i2.70061</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 12 No 2 (2023): Vol 12 No 2 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional; 162-175</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v12i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/70061/25131</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Geo-Image Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>