Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Distribusi Spasial dan Ketebalan Hutan Mangrove terhadap Intrusi Air Laut di Kecamatan Cilacap Tengah

Indonesian Journal of Conservation · Vol. 13 No. 1 (2024) · hlm. 8–17

DOI
10.15294/ijc.v13i1.5127
ISSN
2714-6189, 2252-9195
Terbit
2024-07-02
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Intrusi air laut merupakan salah satu masalah utama yang umum terjadi di wilayah pesisir. Kecamatan Cilacap Tengah merupakan salah satu kecamatan di pesisir selatan Jawa yang diduga mengalami intrusi air laut yang juga memiliki ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove dianggap mampu meminimalisir terjadinya intrusi air laut melalui sistem perakaran, batang, dan daunnya yang mampu beradaptasi dengan air asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hutan mangrove terhadpa intrusi air laut yang dilakukan dengan menganalisis distribusi spasial dan ketebalan hutan mangrove terhadap intrusi air laut. Analisis yang digunakan yakni analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove tersebar di Kelurahan Kutawaru, Donan, dan Lomanis. Adapun ketebalan hutannya berkisar 0-867,3 m. Hasil pemetaan intrusi air laut menunjukkan bahwa di Kecamatan Cilacap Tengah terdapat daerah yang tidak terintrusi, intrusi sedang, dan intrusi tinggi. Berdasarkan hasil pemetaan di antara keduanya, menunjukkan bahwa di daerah yang bermangrove luas dan tebal tidak mengalami intrusi hingga mengalami intrusi sedang. Sedangkan daerah yang tidak bermangrove dan bermangrove tipis mengalami intrusi sedang hingga tinggi. Sehingga penanaman hutan mangrove harus dilakukan secara lebih merata di lahan-lahan yang tidak bermangrove sama sekali, mengingat keberadaan hutan mangrove berpengaruh terhadap kondisi intrusi air laut di Kecamatan Cilacap Tengah.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 153 tautan kepenulisan bersama · 5 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Brawijaya
  • Tarumanagara University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Puji HardatiAfiliasi tidak diketahui6
Nana Kariada Tri MartutiState University of Semarang5
Hamdan Tri AtmajaAfiliasi tidak diketahui5
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui5
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui5
Satya Budi NugrahaAfiliasi tidak diketahui5
Hariyanto HariyantoAfiliasi tidak diketahui4
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui4
Juhadi JuhadiAfiliasi tidak diketahui3
Wasino WasinoTarumanagara University3
Purwadi SuhandiniAfiliasi tidak diketahui3
Apik Budi SantosoAfiliasi tidak diketahui3
Inaya Sari MelatiState University of Semarang2
Dhita Prasisca MutiatariState University of Semarang2
Dhita Pracisca MutiatariAfiliasi tidak diketahui2
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui2
Heri TjahonoAfiliasi tidak diketahui2
Fadly HusainAfiliasi tidak diketahui2
Agustinus Sugeng PriyantoAfiliasi tidak diketahui2
Hairumini HairuminiAfiliasi tidak diketahui2
Eva BanowatiAfiliasi tidak diketahui2
Andi Irwan BenardiAfiliasi tidak diketahui2
Tukidi TukidiAfiliasi tidak diketahui2
Rahma HayatiAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Luchman HakimUniversity of Brawijaya1
Dian SiswantoUniversity of Brawijaya1
Dhoni HartantoAfiliasi tidak diketahui1
Thriwaty ArsalAfiliasi tidak diketahui1
Isti HidayahAfiliasi tidak diketahui1
RR. Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Danang Dwi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Fulia Aji GustamanAfiliasi tidak diketahui1
Lelu Dina ApristiaiAfiliasi tidak diketahui1
Dadan BudiansyahAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Fiska FalisahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Distribusi Spasial dan Ketebalan Hutan Mangrove terhadap Intrusi Air Laut di Kecamatan Cilacap Tengah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fauziyah, Nur Laily</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyu Setyaningsih</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dewi Liesnoor Setyowati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Distribusi Spasial, Hutan Mangrove, Ketebalan Hutan Mangrove, Intrusi Air Laut</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Intrusi air laut merupakan salah satu masalah utama yang umum terjadi di wilayah pesisir. Kecamatan Cilacap Tengah merupakan salah satu kecamatan di pesisir selatan Jawa yang diduga mengalami intrusi air laut yang juga memiliki ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove dianggap mampu meminimalisir terjadinya intrusi air laut melalui sistem perakaran, batang, dan daunnya yang mampu beradaptasi dengan air asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hutan mangrove terhadpa intrusi air laut yang dilakukan dengan menganalisis distribusi spasial dan ketebalan hutan mangrove terhadap intrusi air laut. Analisis yang digunakan yakni analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove tersebar di Kelurahan Kutawaru, Donan, dan Lomanis. Adapun ketebalan hutannya berkisar 0-867,3 m. Hasil pemetaan intrusi air laut menunjukkan bahwa di Kecamatan Cilacap Tengah terdapat daerah yang tidak terintrusi, intrusi sedang, dan intrusi tinggi. Berdasarkan hasil pemetaan di antara keduanya, menunjukkan bahwa di daerah yang bermangrove luas dan tebal tidak mengalami intrusi hingga mengalami intrusi sedang. Sedangkan daerah yang tidak bermangrove dan bermangrove tipis mengalami intrusi sedang hingga tinggi. Sehingga penanaman hutan mangrove harus dilakukan secara lebih merata di lahan-lahan yang tidak bermangrove sama sekali, mengingat keberadaan hutan mangrove berpengaruh terhadap kondisi intrusi air laut di Kecamatan Cilacap Tengah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/5127</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijc.v13i1.5127</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Conservation; Vol. 13 No. 1 (2024): Juni 2024; 8-17</dc:source>
	<dc:source>2714-6189</dc:source>
	<dc:source>2252-9195</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/5127/822</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Indonesian Journal of Conservation</dc:rights>
</oai_dc:dc>