Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Petani Milenial dan Konservasi Budaya Kerja Bertani di Dalam Keluarga Petani di Desa Mlandi, Garung, Wonosobo

Indonesian Journal of Conservation · Vol. 13 No. 2 (2025) · hlm. 92–101

DOI
10.15294/ijc.v13i2.17096
ISSN
2714-6189, 2252-9195
Terbit
2025-01-06
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya masyarakat dari tradisional ke dalam masyarakat modern berdampak luas, antara lain pada budaya kerja pertanian. Tujuan kajian ini menganalisis hubungan antara fenomena petani milenial dengan upaya konservasi budaya kerja bertani di kalangan petani. Bekerja adalah salah satu unsur dari tujuh unsur universal kebudayaan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik penggalian data dengan observasi, partisipasi-observasi, dan wawancara mendalam. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pekerjaan bidang pertanian mengalami kekurangan tenaga kerja karena berbagai alasan. Hal ini dianggap mengkhawatirkan karena masa depan sebagai negara agraris akan kehilangan motor penggerak. Kemudian muncul inovasi gagasan dan aksi melakukan konservasi budaya kerja bertani agar aktivitas bertani tetap berjalan. Inovasi dan aksi ini dilakukan oleh petani kaya, pemerintah desa, dan generasi muda. Muncul juga fenomena petani milenial yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Sebagai saran, inovasi ini patut dicontoh oleh masyarakat petani lain sehingga anggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan rendah yang kotor oleh lumpur dan penghasilan rendah bisa sedikit demi sedikit hilang.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 161 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Antari Ayuning ArsiAfiliasi tidak diketahui6
Fajar FajarState University of Semarang6
Fahrudin HanafiAfiliasi tidak diketahui5
Tjaturahono Budi SanjotoAfiliasi tidak diketahui5
Totok RochanaAfiliasi tidak diketahui5
Hartati Sulistyo RiniAfiliasi tidak diketahui5
Moh. Solehatul MustofaAfiliasi tidak diketahui4
Elly KisminiAfiliasi tidak diketahui4
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang3
Fulia Aji GustamanAfiliasi tidak diketahui3
Atika WijayaAfiliasi tidak diketahui3
Tri Marhaeni Pudji AstutiAfiliasi tidak diketahui3
Asma LuthfiAfiliasi tidak diketahui3
Aprillia FindayaniAfiliasi tidak diketahui2
Ananto AjiAfiliasi tidak diketahui2
Suroso SurosoAfiliasi tidak diketahui2
Sriyono SriyonoAfiliasi tidak diketahui2
Erni SuhariniAfiliasi tidak diketahui2
Kuncoro Bayu PrasetyoAfiliasi tidak diketahui2
Adang Syamsudin SulahaAfiliasi tidak diketahui2
Harto WicaksonoAfiliasi tidak diketahui2
Fadly HusainAfiliasi tidak diketahui2
Rini IswariAfiliasi tidak diketahui2
Andi Muhammad RizkiAfiliasi tidak diketahui1
Azzahra ZainalAfiliasi tidak diketahui1
Fenny PongtikuAfiliasi tidak diketahui1
Millah Ananda YunitaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Dwi SyahrulAfiliasi tidak diketahui1
Arka YanitamaState University of Semarang1
Isnarto IsnartoAfiliasi tidak diketahui1
Asep Purwo Yudi UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Rossi Galih KesumaAfiliasi tidak diketahui1
Riyadi WidhiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Maria Ayu PuspitaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Petani Milenial dan Konservasi Budaya Kerja Bertani di Dalam Keluarga Petani di Desa Mlandi, Garung, Wonosobo</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Brata, Nugroho Trisnu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tjahjono, Heri </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Akhiroh, Ninuk Sholikhah </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fatimah, Nurul </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pramono, Didi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alimi, Moh Yasir </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">budaya kerja bertani, konservasi, nilai-nilai, petani milenial, teknologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya masyarakat dari tradisional ke dalam masyarakat modern berdampak luas, antara lain pada budaya kerja pertanian. Tujuan kajian ini menganalisis hubungan antara fenomena petani milenial dengan upaya konservasi budaya kerja bertani di kalangan petani. Bekerja adalah salah satu unsur dari tujuh unsur universal kebudayaan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik penggalian data dengan observasi, partisipasi-observasi, dan wawancara mendalam. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pekerjaan bidang pertanian mengalami kekurangan tenaga kerja karena berbagai alasan. Hal ini dianggap mengkhawatirkan karena masa depan sebagai negara agraris akan kehilangan motor penggerak. Kemudian muncul inovasi gagasan dan aksi melakukan konservasi budaya kerja bertani agar aktivitas bertani tetap berjalan. Inovasi dan aksi ini dilakukan oleh petani kaya, pemerintah desa, dan generasi muda. Muncul juga fenomena petani milenial yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Sebagai saran, inovasi ini patut dicontoh oleh masyarakat petani lain sehingga anggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan rendah yang kotor oleh lumpur dan penghasilan rendah bisa sedikit demi sedikit hilang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/17096</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijc.v13i2.17096</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Conservation; Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024; 92-101</dc:source>
	<dc:source>2714-6189</dc:source>
	<dc:source>2252-9195</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijc.v13i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/17096/2654</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Conservation</dc:rights>
</oai_dc:dc>