Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Ekstraksi dan Analisis Zat Warna Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garciana mangostana L.) serta Aplikasinya sebagai Indikator Asam-Basa

Indonesian Journal of Chemical Science · Vol. 9 No. 1 (2020) · hlm. 56–62

DOI
10.15294/ijcs.v9i1.37377
ISSN
2502-6844, 2252-6951
Terbit
2020-04-08
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Zat warna merah yang dimiliki oleh kulit buah manggis bersumber dari antosianin. Pada kondisi keasaaman yang berbeda, zat ini dapat berubah warna. Pada suasana asam, ntosianin akan berwarna merah dan akan berwarna hijau biru pada suasana basa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh jenis pelarut dan waku ekstraksi pada kulit buah manggis terhadap serapan yang dimiliki oleh zat warna pada kulit buah manggis. Untuk uji kualitatif, dilakukan uji warna dan analisis gugus fungsi untuk mengidentifikasi keberadaan antosianin. Uji kinerja kulit buah manggis dilakukan dalam bentuk kertas pH dan sebagai indikator titrasi asam basa. Hasil penelitian menunjukkan, pelarut yang dapat mengekstrak kulit buah manggis secara optimum adalah etanol-HCl, dengan waktu maserasi 1 hari. Pada uji warna, ekstrak akan berwarna merah pada keadaan asam dan berwarna hijau kebiruan pada keadaan basa. Pada analisis gugus fungsi, beberapa puncak serapan IR menunjukkan adanya senyawa antosianin. Penyimpanan terbaik untuk ekstrak kulit manggis adalah pada botol gelap dengan suhu penyimpanan yang rendah. Semakin lama waktu penyimpanan ekstrak, maka nilai serapan semakin menurun. Penurunan serapan ini juga sebanding dengan penambahan asam askorbat. Ke dalam ekstrak kulit buah manggis ini memiliki trayek 5,83-10,47. Pada titrasi asam basa, indikator ekstrak kulit buah manggis didapatkan persen kesalahan yaitu +0,0022% pada titrasi HCl-NaOH dan -0,0358% untuk titrasi CH3COOH - NaOH.

Jaringan kolaborasi para penulis

32 penulis · 62 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Agung Tri PrasetyaState University of Semarang5
Eko Budi SusatyoAfiliasi tidak diketahui3
Wisnu SunartoAfiliasi tidak diketahui2
Charisma ChalifAfiliasi tidak diketahui1
Zaneta Nur FaidaAfiliasi tidak diketahui1
Anida Hasna RahmatikaAfiliasi tidak diketahui1
Sistia Asfa FiqrotinnisaAfiliasi tidak diketahui1
HarjonoState University of Semarang1
F. ‪Widhi MahatmantiAfiliasi tidak diketahui1
Riska Putri MawarniAfiliasi tidak diketahui1
Hanifah Az-ZahraAfiliasi tidak diketahui1
Erwin Budi PamungkasAfiliasi tidak diketahui1
Gayuh Ganata Imam SofyanAfiliasi tidak diketahui1
Riera Asti WulaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Himnil KhusnaAfiliasi tidak diketahui1
Novilla AnggasariAfiliasi tidak diketahui1
Winarni PratjojoAfiliasi tidak diketahui1
Arfah Ratna Puri GustianAfiliasi tidak diketahui1
Ervina Nur HidayatiAfiliasi tidak diketahui1
Nova Shintia BokauAfiliasi tidak diketahui1
Dyah SetyaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Aurelia Anggit Widya MunikaAfiliasi tidak diketahui1
Endang SusilaningsihState University of Semarang1
Zumrotus Sa’adahAfiliasi tidak diketahui1
Suryat Hadi KusumaAfiliasi tidak diketahui1
Puji RizqiAfiliasi tidak diketahui1
Nydia Ashfi AuhaAfiliasi tidak diketahui1
Nuril HudaAfiliasi tidak diketahui1
Ridho PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
Martin SulistyaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijcs/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ekstraksi dan Analisis Zat Warna Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garciana mangostana L.) serta Aplikasinya sebagai Indikator Asam-Basa</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawati, Amallia</dc:creator>
	<dc:creator>Alauhdin, Mohammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Zat warna merah yang dimiliki oleh kulit buah manggis bersumber dari antosianin. Pada kondisi keasaaman yang berbeda, zat ini dapat berubah warna. Pada suasana asam, ntosianin akan berwarna merah dan akan berwarna hijau biru pada suasana basa. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh jenis pelarut dan waku ekstraksi pada kulit buah manggis terhadap serapan yang dimiliki oleh zat warna pada kulit buah manggis. Untuk uji kualitatif, dilakukan uji warna dan analisis gugus fungsi untuk mengidentifikasi keberadaan antosianin. Uji kinerja kulit buah manggis dilakukan dalam bentuk kertas pH dan sebagai indikator titrasi asam basa. Hasil penelitian menunjukkan, pelarut yang dapat mengekstrak kulit buah manggis secara optimum adalah etanol-HCl, dengan waktu maserasi 1 hari. Pada uji warna, ekstrak akan berwarna merah pada keadaan asam dan berwarna hijau kebiruan pada keadaan basa. Pada analisis gugus fungsi, beberapa puncak serapan IR menunjukkan adanya senyawa antosianin. Penyimpanan terbaik untuk ekstrak kulit manggis adalah pada botol gelap dengan suhu penyimpanan yang rendah. Semakin lama waktu penyimpanan ekstrak, maka nilai serapan semakin menurun. Penurunan serapan ini juga sebanding dengan penambahan asam askorbat. Ke dalam ekstrak kulit buah manggis ini memiliki trayek 5,83-10,47. Pada titrasi asam basa, indikator ekstrak kulit buah manggis didapatkan persen kesalahan yaitu +0,0022% pada titrasi HCl-NaOH dan -0,0358% untuk titrasi CH3COOH - NaOH.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/37377</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijcs.v9i1.37377</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Chemical Science; Vol 9 No 1 (2020); 56-62</dc:source>
	<dc:source>2502-6844</dc:source>
	<dc:source>2252-6951</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijcs.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijcs/article/view/37377/15742</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Indonesian Journal of Chemical Science</dc:rights>
</oai_dc:dc>