Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Financial Digitization using SILARUM Integrated in the Batik Talangsari Cluster, Semarang City

Indonesian Journal of Devotion and Empowerment · Vol. 4 No. 1 (2022) · hlm. 37–41

DOI
10.15294/ijde.v4i1.52404
ISSN
2721-2645, 2827-7724
Terbit
2022-07-31
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Most MSME actors cannot provide accounting information related to their business conditions. It is motivated by several things, such as the view of MSME actors that accounting practice is difficult. In addition, other obstacles are the educational background that does not understand accounting or bookkeeping and the lack of sufficient funds to hire accountants or buy accounting software. Therefore, there is a need for an accessible and integrated accounting bookkeeping innovation, one of which is in the Batik Cluster of Semarang City. The SMEs in the Semarang City Batik Cluster is part of the Regional Development Planning Agency (PEL) of Semarang City in 2021. The cluster members are 30 SMEs with an average workforce of 64 people. The batik cluster received training from various universities and trainers in collaboration with Bappeda Semarang, such as textile product training and paper stamped batik training. Not only that but accounting training is also provided in an application called SILARUM. This training is expected to be a solution for SMEs actors in making financial reports quickly, even though MSME actors do not have basic accounting. SILARUM is an integrated accounting application system capable of producing financial reports, namely statements of financial position, income statements, reports of changes, and reports of cash flows. The SILARUM system has a broader scope because it provides a cash flow report output. Mayoritas pelaku UMKM tidak mampu memberikan informasi akuntansi terkait kondisi usahanya. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal seperti pandangan pelaku UMKM bahwa praktik akuntansi merupakan hal yang sulit. Disamping itu, kendala lain adalah latar belakang pendidikan yang tidak paham akuntansi atau tata buku, tidak adanya dana yang cukup untuk mempekerjakan akuntan atau membeli software akuntansi. Oleh karena itulah perlu adanya inovasi pembukuan akuntansi yang mudah dan terintegrasi salah satunya di Klaster Batik Kota Semarang. UMKM Klaster Batik Kota Semarang tersebut tergabung dalam PEL (Pengembangan Ekonomi Lokal) Bappeda Kota Semarang tahun 2021. Anggota klaster terdiri dari 30 UMKM dan memiliki rata-rata tenaga kerja sebanyak 64 orang. Klaster batik mendapatkan pelatihan dari berbagai perguruan tinggi maupun para trainer yang bekerjasama dengan Bappeda Semarang, seperti pelatihan produk tekstil dan pelatihan batik cap kertas. Tidak hanya itu, pelatihan akuntasi juga diberikan dalam aplikasi bernama SILARUM. Pelatihan ini diharapkan menjadi sebuah solusi bagi pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan secara mudah, walaupun pelaku UMKM tidak memiliki basic akuntansi. SILARUM merupakan sistem aplikasi akuntansi terintegrasi yang mampu menghasilkan laporan keuangan, yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan dan laporan arus kas. Sistem SILARUM memiliki scope yang lebih luas, karena dilengkapi dengan output laporan arus kas.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 78 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Saringatun MudrikahAfiliasi tidak diketahui3
Lola Kurnia PitalokaAfiliasi tidak diketahui3
Edy SuryantoAfiliasi tidak diketahui2
Nana Kariada MartutiAfiliasi tidak diketahui1
Isti HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Inaya Sari MelatiState University of Semarang1
Bunyamin BunyaminAfiliasi tidak diketahui1
Margareta RahayuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Danang Dwi SaputroAfiliasi tidak diketahui1
Dadan BudiansyahAfiliasi tidak diketahui1
Widi WidayatAfiliasi tidak diketahui1
Tina ListiantiAfiliasi tidak diketahui1
Klara Gendis PuspaningrumAfiliasi tidak diketahui1
Windi Indah TrimiarsihAfiliasi tidak diketahui1
Rima Puri AldinaAfiliasi tidak diketahui1
Panca WarniAfiliasi tidak diketahui1
Jarot Tri Bowo SantosoAfiliasi tidak diketahui1
Kurnia Sari Dwi PradaniAfiliasi tidak diketahui1
Nina OktarinaAfiliasi tidak diketahui1
Rusdarti RusdartiAfiliasi tidak diketahui1
Mintasih IndriayuAfiliasi tidak diketahui1
Soetarno JoyoatmojoAfiliasi tidak diketahui1
Hery SawijiAfiliasi tidak diketahui1
Ichdah Ayu SavitriAfiliasi tidak diketahui1
Sucihatiningsih DWP Sucihatiningsih DWPAfiliasi tidak diketahui1
Agung YuliantoAfiliasi tidak diketahui1
Siti Fiki IkmahAfiliasi tidak diketahui1
Rofiul MuayatiAfiliasi tidak diketahui1
Lyna LatifahAfiliasi tidak diketahui1
Khoirun NafisahAfiliasi tidak diketahui1
I’ana UmmaAfiliasi tidak diketahui1
Khoirun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Anggun Retha ArmaniAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad Tri AtmajaAfiliasi tidak diketahui1
Rizki Widya NugrahiniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijde/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Financial Digitization using SILARUM Integrated in the Batik Talangsari Cluster, Semarang City</dc:title>
	<dc:creator>Rachmadani, Wulan suci</dc:creator>
	<dc:creator>Margunani, Margunani</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Dwi Puji</dc:creator>
	<dc:creator>Purasani, Hana Netti</dc:creator>
	<dc:creator>Lianingsih, Susmy</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Most MSME actors cannot provide accounting information related to their business conditions. It is motivated by several things, such as the view of MSME actors that accounting practice is difficult. In addition, other obstacles are the educational background that does not understand accounting or bookkeeping and the lack of sufficient funds to hire accountants or buy accounting software. Therefore, there is a need for an accessible and integrated accounting bookkeeping innovation, one of which is in the Batik Cluster of Semarang City. The SMEs in the Semarang City Batik Cluster is part of the Regional Development Planning Agency (PEL) of Semarang City in 2021. The cluster members are 30 SMEs with an average workforce of 64 people. The batik cluster received training from various universities and trainers in collaboration with Bappeda Semarang, such as textile product training and paper stamped batik training. Not only that but accounting training is also provided in an application called SILARUM. This training is expected to be a solution for SMEs actors in making financial reports quickly, even though MSME actors do not have basic accounting. SILARUM is an integrated accounting application system capable of producing financial reports, namely statements of financial position, income statements, reports of changes, and reports of cash flows. The SILARUM system has a broader scope because it provides a cash flow report output.
Mayoritas pelaku UMKM tidak mampu memberikan informasi akuntansi terkait kondisi usahanya. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal seperti pandangan pelaku UMKM bahwa praktik akuntansi merupakan hal yang sulit. Disamping itu, kendala lain adalah latar belakang pendidikan yang tidak paham akuntansi atau tata buku, tidak adanya dana yang cukup untuk mempekerjakan akuntan atau membeli software akuntansi. Oleh karena itulah perlu adanya inovasi pembukuan akuntansi yang mudah dan terintegrasi salah satunya di Klaster Batik Kota Semarang. UMKM Klaster Batik Kota Semarang tersebut tergabung dalam PEL (Pengembangan Ekonomi Lokal) Bappeda Kota Semarang tahun 2021. Anggota klaster terdiri dari 30 UMKM dan memiliki rata-rata tenaga kerja sebanyak 64 orang. Klaster batik mendapatkan pelatihan dari berbagai perguruan tinggi maupun para trainer yang bekerjasama dengan Bappeda Semarang, seperti pelatihan produk tekstil dan pelatihan batik cap kertas. Tidak hanya itu, pelatihan akuntasi juga diberikan dalam aplikasi bernama SILARUM. Pelatihan ini diharapkan menjadi sebuah solusi bagi pelaku UMKM dalam membuat laporan keuangan secara mudah, walaupun pelaku UMKM tidak memiliki basic akuntansi. SILARUM merupakan sistem aplikasi akuntansi terintegrasi yang mampu menghasilkan laporan keuangan, yaitu laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan dan laporan arus kas. Sistem SILARUM memiliki scope yang lebih luas, karena dilengkapi dengan output laporan arus kas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijde/article/view/52404</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijde.v4i1.52404</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Devotion and Empowerment; Vol 4 No 1 (2022): June 2022; 37-41</dc:source>
	<dc:source>2721-2645</dc:source>
	<dc:source>2827-7724</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijde.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ijde/article/view/52404/22201</dc:relation>
</oai_dc:dc>