Jurnal
URGENSI PRINSIP FREE, PRIOR, AND INFORMED CONSENT (FPIC) SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN TERHADAP MASYARAKAT DALAM PROSES PERIZINAN TAMBANG BATU GAMPING DI INDONESIA
Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal · Vol. 5 No. 4 (2026) · hlm. 641–666
- ISSN
- 2807-8330, 2797-8508
- Terbit
- 2026-05-08
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penerapan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) sebagai mekanisme perlindungan hak masyarakat dalam proses perizinan pertambangan batu gamping di Indonesia masih belum diterapkan secara tegas. Permasalahan utama yang diangkat adalah masih adanya kesenjangan antara pengaturan partisipasi publik dalam regulasi dengan perlindungan substantif terhadap masyarakat terdampak, yang seringkali menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik sosial, serta terbatasnya akses masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana regulasi perizinan pertambangan telah mengakomodasi standar FPIC serta menilai pentingnya prinsip FPIC dalam memperkuat perlindungan masyarakat dalam tata kelola pertambangan batu gamping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis mendalam terhadap peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dokumen kebijakan, serta studi kasus yang berkaitan dengan praktik pertambangan batu gamping di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan dianalisis untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian antara kerangka regulasi dengan unsur-unsur FPIC, yaitu kebebasan dari paksaan, keterlibatan sebelum keputusan diambil, akses terhadap informasi yang memadai, serta adanya persetujuan yang bermakna. Hasil analisa menunjukkan bahwa meskipun regulasi di Indonesia secara formal menyediakan mekanisme partisipasi publik melalui AMDAL dan prosedur perizinan, namun implementasinya masih bersifat administratif dan belum menjamin persetujuan substantif masyarakat. Keterbatasan akses informasi, sentralisasi kewenangan perizinan, serta tidak adanya hak penolakan yang tegas menyebabkan standar FPIC belum terpenuhi secara optimal dan berpotensi memunculkan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip FPIC memiliki peran penting untuk mewujudkan tata kelola pertambangan batu gamping yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan. Penguatan kerangka regulasi, perbaikan mekanisme partisipasi deliberatif, serta peningkatan akses keadilan bagi masyarakat menjadi langkah penting guna menjamin perlindungan hak masyarakat secara lebih substantif.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
36 penulis · 88 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Ministry of Research, Technology and Higher Education
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Rahayu Fery Anitasari | Afiliasi tidak diketahui | 6 |
| Dina Silvia Puteri | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Rindia Fanny Kusmaningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ubaidillah Kamal | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Aprila Niravita | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mayzura Kamila Sukma | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Anisa Faraditha Nanda Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Amelia Aghata | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Said Noor Rahman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arif Hidayat | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dhita Widya Putri | Ministry of Research, Technology and Higher Education | 1 |
| Asrul Ibrahim Nur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arif Hidayat | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asrul Ibrahim Nur Nur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nathanael Bayu Ajie Pratomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anak Agung Ayu Diah Setyawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tegar Islami Putra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Fibrianti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rini Fidiyani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizky Andeza Prasetya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ayuk Anggraeni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aminatullahi Aliyu Jibril | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Septian Akbar Noor Wahyu Hardi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dinar Yana Hastari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zamzammaimatul Zalfa Laila | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Kukuh Satria Wiratama | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mochammad Rizky Maulana Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mochammad Rizky Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ridwan Arifin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ni Nyoman Putri Buana Ariani Saraswati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jihan Rafiq | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Rangga Perdana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ratna Laniati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bastian Chris Daren | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.