Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pemetaan Potensi Pemanfaatan Limbah Bunga Bawang Merah Oleh Kelompok Wanita Desa Kedungori

Jurnal Dharma Indonesia · Vol. 3 No. 1 (2025) · hlm. 20–27

DOI
10.15294/jdi.v3i1.9756
ISSN
2988-2575
Terbit
2025-05-06
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Elderly women are women who have reached an advanced age. Elderly stands for "aged," which refers to individuals who are in the older phase of life. At this stage, they may experience significant physical, mental, dietary and social changes. This research examines the form of consumption patterns of food intake needs, drinks, and daily activities of elderly women in Kedungori Village. The purpose of this study was to determine the potential utilization of shallot flower waste by the Kedungori Village Women's Group. The method used was a social mapping approach with in-depth interviews and focus group discussions (FGDs). The analysis technique used was descriptive qualitative. The results obtained in the lunch portion showed that 37% of the majority consumed water and most of those who answered water were productive women, then 11% consumed drinks ginger and sweet coffee, most of whom were elderly women, there were 5% bitter coffee who consumed productive women, 5% milk and mixed ice consumed by elderly women, 10% consumed bitter coffee and 6% fresh tea, the majority of which were productive women. Abstrak Wanita lansia merupakan seorang perempuan yang telah mencapai usia lanjut.Lansia merupakan singkatan dari "lanjut usia," yang merujuk pada individu-individu yang berada dalam fase kehidupan yang lebih tua. Pada tahap ini, mereka mungkin mengalami perubahan fisik, mental, pola makan dan sosial yang signifikan. Penelitian ini mengkaji bentuk pola konsumsi kebutuhan asupan makanan, minuman, maupun aktivitas keseharian para wanita lansia di Desa Kedungori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Potensi Pemanfaatan Limbah Bunga Bawang Merah oleh Kelompok Wanita Desa Kedungori. Metode yang digunakan yaitu pendekatan pemetaan sosial dengan dilakukan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD). Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh pada porsi makan siang menunjukkan 37% mayoritas mengkonsumsi air putih dan kebanyakan yang menjawab air putih merupakan wanita produktif, kemudian 11% mengonsumsi wedang jahe dan kopi manis yang kebanyakan ialah wanita lansia, terdapat 5% kopi pahit yang mengonsumsi ialah wanita produktif, 5% Susu dan Es campur dikonsumsi oleh wanita lansia, 10% mengonsumsi kopi pahit dan 6% teh tawar mayoritas kategori wanita produktif.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 113 tautan kepenulisan bersama · 8 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Gunadarma University
  • University of Brawijaya
  • State University of Semarang
  • Jamia Millia Islamia
  • UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Trida Ridho FarizState University of Semarang8
Amnan HarisAfiliasi tidak diketahui4
Dwi RahmawatiAfiliasi tidak diketahui3
Ichwan SuyudiGunadarma University2
Suwarto SuwartoAfiliasi tidak diketahui2
Andin IrsadiState University of Semarang2
Habil SultanAfiliasi tidak diketahui2
Rifa’ AtunnisaState University of Semarang2
Andin Vita AmaliaAfiliasi tidak diketahui2
Putri Alifa KholilAfiliasi tidak diketahui2
Cintiya Egi PurwadiAfiliasi tidak diketahui2
Mahendra GunawanAfiliasi tidak diketahui2
Dhiyanita ShabrinaAfiliasi tidak diketahui2
Lenny Helmalia MustikawatiAfiliasi tidak diketahui2
Reni Diah KusumawatiAfiliasi tidak diketahui1
Diana IkasariAfiliasi tidak diketahui1
Irfan HumainiAfiliasi tidak diketahui1
Himanshu DuttJamia Millia Islamia1
Rizal Setya PerdanaUniversity of Brawijaya1
Aryo PinanditoUniversity of Brawijaya1
Multohadi HamzaturrazakUniversity of Brawijaya1
Luthfi Chanafiah PashaGunadarma University1
SF. Luthfie Arguby PurnomoUIN Raden Mas Said Surakarta1
Hendro FirmawanGunadarma University1
Ahmad Juma KhatibAfiliasi tidak diketahui1
Putri PermatasariAfiliasi tidak diketahui1
Joko WinarnoAfiliasi tidak diketahui1
Sapja AnantanyuAfiliasi tidak diketahui1
Suryono SuryonoAfiliasi tidak diketahui1
Widiyanto WidiyantoAfiliasi tidak diketahui1
Erlin Dara PravitasariAfiliasi tidak diketahui1
Erysa NimastutiAfiliasi tidak diketahui1
Suminah SuminahAfiliasi tidak diketahui1
Naufal Rastra ShubhiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/jdi/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pemetaan Potensi Pemanfaatan Limbah Bunga Bawang Merah Oleh Kelompok Wanita Desa Kedungori</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arelia Putri, Tieska </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wulan Sari, Nawang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rizki Safira, Najwa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wibowo, Agung</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahmawati, Alfi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jabbar, Abdul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Limbah, Bunga bawang merah, Wanita lansia, Non produktif</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Elderly women are women who have reached an advanced age. Elderly stands for "aged," which refers to individuals who are in the older phase of life. At this stage, they may experience significant physical, mental, dietary and social changes. This research examines the form of consumption patterns of food intake needs, drinks, and daily activities of elderly women in Kedungori Village. The purpose of this study was to determine the potential utilization of shallot flower waste by the Kedungori Village Women's Group. The method used was a social mapping approach with in-depth interviews and focus group discussions (FGDs). The analysis technique used was descriptive qualitative.  The results obtained in the lunch portion showed that 37% of the majority consumed water and most of those who answered water were productive women, then 11% consumed drinks ginger and sweet coffee, most of whom were elderly women, there were 5% bitter coffee who consumed productive women, 5% milk and mixed ice consumed by elderly women, 10% consumed bitter coffee and 6% fresh tea, the majority of which were productive women.
Abstrak
Wanita lansia merupakan seorang perempuan yang telah mencapai usia lanjut.Lansia merupakan singkatan dari "lanjut usia," yang merujuk pada individu-individu yang berada dalam fase kehidupan yang lebih tua. Pada tahap ini, mereka mungkin mengalami perubahan fisik, mental, pola makan dan sosial yang signifikan. Penelitian ini mengkaji bentuk pola konsumsi kebutuhan asupan makanan, minuman, maupun aktivitas keseharian para wanita lansia di Desa Kedungori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Potensi Pemanfaatan Limbah Bunga Bawang Merah oleh Kelompok Wanita Desa Kedungori. Metode yang digunakan yaitu pendekatan pemetaan sosial dengan dilakukan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD). Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Hasil yang diperoleh pada porsi makan siang menunjukkan 37% mayoritas mengkonsumsi air putih dan kebanyakan yang menjawab air putih merupakan wanita produktif, kemudian 11% mengonsumsi wedang jahe dan kopi manis yang kebanyakan ialah wanita lansia, terdapat 5% kopi pahit yang mengonsumsi ialah wanita produktif, 5% Susu dan Es campur dikonsumsi oleh wanita lansia, 10% mengonsumsi kopi pahit dan 6% teh tawar mayoritas kategori wanita produktif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/jdi/article/view/9756</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jdi.v3i1.9756</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Dharma Indonesia; Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Dharma Indonesia; 20-27</dc:source>
	<dc:source>2988-2575</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/jdi/article/view/9756/3918</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Jurnal Dharma Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>