Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA TANAMAN PADI DI JAWA TENGAH

Journal of Economic Education · Vol. 5 No. 1 (2017) · hlm. 31–38

ISSN
2301-7341
Terbit
2017-02-24
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Perubahan iklim di sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura pada umumnya mempunyai tiga dampak, yaitu: Banjir, Kekeringan dan Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Dampak ketiga hal tersebut di atas mengakibatkan sektor pertanian, khususnya padi mengalami penurunan produksi (kuantitas maupun kualitas) atau bahkan kegagalan panen.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan mapping daerah rawan perubahan iklim khususnya untuk tanaman padi di Jawa Tengah. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah. Statistik deskriptif digunakan untuk proses analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah sangat rawan banjir untuk tanaman padi di Jawa Tengah meliputi Kabupaten Cilacap dan Jepara; daerah sangat rawan kekeringan adalah Kabupaten Cilacap, Pemalang, Semarang, Demak, Grobogan, Sragen, Rembang, Pati dan Kota Semarang. OPT yang menyerang tanaman padi di Jawa Tengah terdiri dari WBC, penggerek batang, tikus dan tungro.

Jaringan kolaborasi para penulis

10 penulis · 15 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Sultan Agung Islamic University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Ika IndriasariAfiliasi tidak diketahui2
Noni SetyoriniAfiliasi tidak diketahui1
Ratih Hesty UtamiAfiliasi tidak diketahui1
C.Tri WidiastutiAfiliasi tidak diketahui1
Antono Herry Purnomo AdhiAfiliasi tidak diketahui1
Dhea Rizky AmeliaAfiliasi tidak diketahui1
Wahyu WidodoSultan Agung Islamic University1
Himawan Arif SutantoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jeec/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA TANAMAN PADI DI JAWA TENGAH</dc:title>
	<dc:creator>Sumastuti, Efriyani</dc:creator>
	<dc:creator>Pradono, Nuswantoro Setyadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perubahan iklim di sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura&amp;nbsp; pada umumnya mempunyai tiga dampak, yaitu : Banjir, Kekeringan dan Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Dampak ketiga hal tersebut di atas mengakibatkan sektor pertanian, khususnya padi&amp;nbsp; mengalami penurunan produksi (kuantitas maupun kualitas) atau bahkan kegagalan panen.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan mapping daerah rawan perubahan iklim khususnya untuk tanaman padi di Jawa Tengah. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah. Statistik deskriptif digunakan untuk proses analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&amp;nbsp; daerah&amp;nbsp; sangat rawan banjir untuk tanaman padi di Jawa Tengah meliputi Kabupaten Cilacap dan Jepara;&amp;nbsp; daerah&amp;nbsp; sangat rawan kekeringan adalah Kabupaten Cilacap, Pemalang, Semarang, Demak, Grobogan, Sragen, Rembang, Pati dan Kota Semarang.&amp;nbsp; OPT yang&amp;nbsp; menyerang tanaman padi di Jawa Tengah terdiri dari WBC, penggerek batang, tikus dan tungro.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-02-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jeec/article/view/13017</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Economic Education; Vol 5 No 1 (2016): June 2016; 31-38</dc:source>
	<dc:source>2301-7341</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jeec/article/view/13017/7110</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Journal of Economic Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>