Jurnal
RELASI GENDER DALAM KOMUNITAS MISKIN DUKUH KAYON DESA BATURSARI KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK
Journal of Educational Social Studies · Vol. 2 No. 1 (2013)
- ISSN
- 2502-4442, 2252-6390
- Terbit
- 2013-05-27
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengungkap secara rinci dan mendalam keterkaitan antara realitas kemiskinan dengan relasi gender dalam komunitas miskin di perkotaan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, yaitu mencari pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti sebagaimana fenomena tersebut dipahami oleh subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dukuh Kayon Desa Batursari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak merupakan pemukiman kumuh dan bagian dari komunitas miskin yang memiliki karakteristik sosial budaya spesifik. Dikatakan demikian karena terbukti wilayah ini dihuni oleh orang – orang yang memiliki kondisi sosial budaya beragama dalam kemiskinan, sebagian besar (75%), penduduk berpendidikan rendah; pekerjaan yang di gelutinya bersifat manual di sektor non pertanian; berpenghasilan rendah, tinggal dalam rumah kecil dalam perkampungan sempit, dan kondisi lingkungan fisik yang kumuh. Dalam Komunitas Miskin warga Dukuh Kayon dipilah dalam kategori (1) kemiskinan yang semakin memburuk; (2) kemiskinan yang tetap sama; dan (3) kemiskinan yang membaik. Perempuan miskin warga desa Kayon menjalankan peran sosial yang lebih berat dibandingkan laki-laki. Perempuan harus menjalankan peran domestik - reproduktif dan peran produktif secara bersamaan. This study aims to reveal in detail and depth the relationship between the reality of poverty and gender relations in urban poor communities. This study used a qualitative approach and is done by using a phenomenological approach, which is looking for in-depth understanding of the phenomenon under study, as the phenomenon is understood by the subjects. The results showed that Kayon Hamlet Batursari village Mranggen Sub Demak regency is part of the slums and poor communities that have a specific socio-cultural characteristics. It was said, because it proved the area was inhabited by people - people who have the social and cultural conditions of religion in poverty, the majority (75%), low-educated population; jobs in manual the non-agricultural sector; low income, living in a small house in small villages, and the physical condition of the slum environment. In Poor Communities Kayon Hamlet sorted in categories (1) a worsening of poverty, (2) poverty remains the same, and (3) improved poverty. Poor women villagers Kayon run a heavier social roles than men. Women should carry out domestic roles - reproductive and productive roles simultaneously.
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 101 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Muara Bungo
- State University of Semarang
- University of Indonesia
- Universitas Gadjah Mada
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Arifeen Yama | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Teny Handhayani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Janson Hendryli | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jeanny Pragantha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Darius Andana Haris | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andrew Castello Purba | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arief Yulianto | State University of Semarang | 1 |
| Aprilia Susanti | Universitas Muara Bungo | 1 |
| Noor Hudallah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agus Wahyudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Suwito Eko Parmono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maman Rachman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Inti Murdaningarso | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Marhaeni PA. | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Totok Sumaryanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Djasadi - | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hamdan Tri Atmaja | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hubeb Isaf | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| St. Tatik Widiantari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Marheni P. Astuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Joko Widodo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Witarto - | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fajar | University of Indonesia | 1 |
| Muhammad Jazuli | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ilham Nur Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Endah Sri Hartatik | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vivek Neelakantan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sukarni Suryaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ken Widyawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fortuna Devi Putri Sina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nasution Nasution | Universitas Gadjah Mada | 1 |
| FX Sri Sadewo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sugeng Harianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Esa Putra Bayu Gusti Gineung Patridina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Izzatul Fajriyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yusuf Falaq | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mohd Sohaimi Esa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.