Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENDIDIKAN SEBAGAI TRADISI: KUMPULAN PENGALAMAN INTERSUBJEKTIF MASYARAKAT URBAN PINGGIRAN

Journal of Educational Social Studies · Vol. 3 No. 2 (2015)

DOI
10.15294/jess.v3i2.6648
ISSN
2502-4442, 2252-6390
Terbit
2015-08-15
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman intersubjektif masyarakaturban pinggiran tentang pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pengalaman intersubjektif masyarakatmengenai pendidikan dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Faktor ekonomiini membentuk kerangka acuan masyarakat tentang pendidikan sebagai berikut:pendidikan itu penting karena berkaitan dengan kondisi ekonomi anaknya di masayang akan datang; pengalaman pahit kehidupan ekonomi orangtua tidak inginterulang kembali pada anak-anak mereka; pendidikan dimaknai sebatas untukmendapatkan ijazah; pendidikan dianggap penting agar nantinya anak dapat bekerjadi pabrik. Kerangka acuan itu menjadi sebuah kenyataan objektif bagi orangtuagolongan ekonomi bawah, namun dalam pelaksanannya orangtua golonganbawah tidak sepenuhnya memberikan perhatian yang serius pada perkembanganpendidikan anaknya. Model moso borong kepada institusi pendidikan menjadi polahubungan orangtua dengan pendidikan. Ilmu bukan menjadi orientasi, yang lebihdiperhatikan orangtua adalah unsur kepatutan. Ketika usia anaknya telah mencapaiusia sekolah dasar (SD), maka ”sepantasnya” orangtua menyekolahkannya ke SD.Oleh karena itu menyekolahkan anak bagi orangtua merupakan sebuah tradisi. The aim of this study is for analyze intersubjective experiences the urban fringe society of formaleducation. This study used qualitative method. The results showed that: economic factorsinfluenced the experience of intersubjective for the education community. These economic factorsestablish the terms of reference of the educational community as follows: that educationis important because it relates to their economic conditions in the future; the economic livesof bitter experiences of parents do not want to happen again in their children; education isdefined to get a diploma; education is considered important that the child will be able to workin a factory. Frame of reference it becomes an objective reality for parents with low economic,but in its implementation parents with low economic class does not fully give serious attentionto the children’s development of education. Moso borong model to the educational institutioninto a pattern of parental relationship with education. The orientation is not about the education,but parents give more attention for propriety. When the child has reached the age ofprimary school, the “appropriate” parents send him to primary school. Therefore, for parentssend their children to school is a tradition.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 90 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • University of Indonesia
  • Universitas Muara Bungo
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Agus CahyonoAfiliasi tidak diketahui5
Lesa ParantiAfiliasi tidak diketahui3
Udi UtomoAfiliasi tidak diketahui2
Malarsih MalarsihAfiliasi tidak diketahui2
Arifeen YamaAfiliasi tidak diketahui2
DennyAfiliasi tidak diketahui1
Suharto SuhartoAfiliasi tidak diketahui1
Crecenda Della RossaAfiliasi tidak diketahui1
Totok Sumaryanto FlorentinusState University of Semarang1
Nur Lintang Dhien HayatiAfiliasi tidak diketahui1
Stefanny Mersiany PandalekeAfiliasi tidak diketahui1
Setyati Dyah HandayaniAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Tiya JuwitaAfiliasi tidak diketahui1
Alfian Eko Widodo Adi PrasetyoAfiliasi tidak diketahui1
Syakir SyakirAfiliasi tidak diketahui1
Yofita sariAfiliasi tidak diketahui1
Aisyatur RadhiahAfiliasi tidak diketahui1
Wadyio WadyioAfiliasi tidak diketahui1
Reneldis Tina MatiAfiliasi tidak diketahui1
Inna AgustiinaAfiliasi tidak diketahui1
Empiri Tahya PrimaAfiliasi tidak diketahui1
Hartono HartonoAfiliasi tidak diketahui1
Wahidah Wahyu MartyastutiAfiliasi tidak diketahui1
Ni Gusti Ayu Ary RatnaAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Purnama SariAfiliasi tidak diketahui1
Teny HandhayaniAfiliasi tidak diketahui1
Janson HendryliAfiliasi tidak diketahui1
Jeanny PraganthaAfiliasi tidak diketahui1
Darius Andana HarisAfiliasi tidak diketahui1
Andrew Castello PurbaAfiliasi tidak diketahui1
Arief YuliantoState University of Semarang1
Aprilia SusantiUniversitas Muara Bungo1
Noor HudallahAfiliasi tidak diketahui1
Agus WahyudinAfiliasi tidak diketahui1
Suwito Eko ParmonoAfiliasi tidak diketahui1
Pande Putu Yogi Arista PratamaAfiliasi tidak diketahui1
I Wayan AdnyanaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENDIDIKAN SEBAGAI TRADISI: KUMPULAN PENGALAMAN INTERSUBJEKTIF MASYARAKAT URBAN PINGGIRAN</dc:title>
	<dc:creator>Fajar, -</dc:creator>
	<dc:creator>Wasino, -</dc:creator>
	<dc:creator>Jazuli, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman intersubjektif masyarakaturban pinggiran tentang pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pengalaman intersubjektif masyarakatmengenai pendidikan dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Faktor ekonomiini membentuk kerangka acuan masyarakat tentang pendidikan sebagai berikut:pendidikan itu penting karena berkaitan dengan kondisi ekonomi anaknya di masayang akan datang; pengalaman pahit kehidupan ekonomi orangtua tidak inginterulang kembali pada anak-anak mereka; pendidikan dimaknai sebatas untukmendapatkan ijazah; pendidikan dianggap penting agar nantinya anak dapat bekerjadi pabrik. Kerangka acuan itu menjadi sebuah kenyataan objektif bagi orangtuagolongan ekonomi bawah, namun dalam pelaksanannya orangtua golonganbawah tidak sepenuhnya memberikan perhatian yang serius pada perkembanganpendidikan anaknya. Model moso borong kepada institusi pendidikan menjadi polahubungan orangtua dengan pendidikan. Ilmu bukan menjadi orientasi, yang lebihdiperhatikan orangtua adalah unsur kepatutan. Ketika usia anaknya telah mencapaiusia sekolah dasar (SD), maka ”sepantasnya” orangtua menyekolahkannya ke SD.Oleh karena itu menyekolahkan anak bagi orangtua merupakan sebuah tradisi. The aim of this study is for analyze intersubjective experiences the urban fringe society of formaleducation. This study used qualitative method. The results showed that: economic factorsinfluenced the experience of intersubjective for the education community. These economic factorsestablish the terms of reference of the educational community as follows: that educationis important because it relates to their economic conditions in the future; the economic livesof bitter experiences of parents do not want to happen again in their children; education isdefined to get a diploma; education is considered important that the child will be able to workin a factory. Frame of reference it becomes an objective reality for parents with low economic,but in its implementation parents with low economic class does not fully give serious attentionto the children’s development of education. Moso borong model to the educational institutioninto a pattern of parental relationship with education. The orientation is not about the education,but parents give more attention for propriety. When the child has reached the age ofprimary school, the “appropriate” parents send him to primary school. Therefore, for parentssend their children to school is a tradition.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2015-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jess/article/view/6648</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jess.v3i2.6648</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JESS (Journal of Educational Social Studies); Vol 3 No 2 (2014)</dc:source>
	<dc:source>2502-4442</dc:source>
	<dc:source>2252-6390</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jess.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jess/article/view/6648/4805</dc:relation>
</oai_dc:dc>