Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Prediksi Kanker Paru dengan Normalisasi menggunakan Perbandingan Algoritma Random Forest, Decision Tree dan Naïve Bayes

Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi · Vol. 4 No. 3 (2024) · pp. 1057–1070

DOI
10.51454/decode.v4i3.779
ISSN
2775-1813, 2775-2984
Published
2024-11-26
Publisher
Universitas Muhammadiyah Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Berdasarkan data Global Cancer Observatory Organisasi Kesehatan Dunia angka kematian kanker paru sebanyak 1.796.144 orang di seluruh dunia. Kematian akibat kanker paru di Indonesia sebanyak 30.843 pada tahun 2020. Penyakit yang dapat membunuh orang akibat keganasannya yang paling umum disebabkan oleh kanker paru mencapai 13% dari keseluruhan diagnosis kanker. Penyakit ini dapat disebabkan dari internal ataupun eksternal paru- paru. Membuat model prediksi dirasa perlu, guna mendeteksi penyakit ini lebih awal untuk menekan angka kematian yang diakibatkan oleh kanker paru. Menggunakan proses pemodelan menggunakan algoritma Random Forest, Naïve Bayes dan Decision Tree untuk memproses data tersebut. Tujuan penelitian melakukan perbandingan algoritma Random Forest, Decision Tree serta Naïve Bayes untuk memprediksi penyakit kanker paru dengan menggunakan data yang terdiri dari 26. 000 data. Data ini meliputi informasi tentang pasien, gaya hidup, dan kondisi medis, seperti umur, jenis kelamin, polusi udara, konsumsi alkohol, alergi debu, risiko genetik, penyakit paru kronis, diet seimbang, obesitas, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit lain. Tahapan pengolahan data terdiri dari, pembersihan Data, yaitu menghilangkan fitur yang tidak relevan, seperti Index dan Patient ID, dan mengubah fitur kategorikal "Level" menjadi bentuk numerik, lalu analisis Korelasi,yaitu Mengidentifikasi atribut yang memiliki korelasi tinggi, seperti "Alcohol Use", "Occupational Hazards", "Genetic Risk", dan "Chronic Lung Disease", selanjutya normalisasi data mengubah sebaran data dari empat atribut yang memiliki korelasi tinggi agar lebih mudah diproses, kemudian seleksi fitur yaitu memilih fitur penting dengan menggunakan metode chi-square, yang menunjukkan bahwa "Coughing of Blood", "Passive Smoker", dan "Obesity" memiliki score tertinggi dan dianggap sebagai fitur penting, dilanjutkan dengan pemisahan Data, yaitu membagi data menjadi 80% untuk data pelatihan dan 20% untuk data pengujian, selanjutnya pembuatan model dengan menggunakan tiga algoritma, yaitu Random Forest, Decision Tree, dan Naïve Bayes, untuk memprediksi kanker paru. Random Forest dan Decision Tree mencapai akurasi 100%, sementara Naïve Bayes mencapai akurasi 86%. Berdasarkan evaluasi penelitian yang telah dilakukan pada data penyakit kanker paru, algoritma Random Forest dan Decision Tree sangat cocok untuk prediksi data penyakit kanker paru karena mampu menghasilkan model prediksi yang baik dengan pengujian Confusion Matrix serta Learning Curve.

Collaboration network of the authors

4 authors · 6 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2775-1813/works, first harvested 26 Okt 2026, last seen 26 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Prediksi Kanker Paru dengan Normalisasi menggunakan Perbandingan Algoritma Random Forest, Decision Tree dan Naïve Bayes</dc:title><dc:creator>Banafshah Shafa</dc:creator><dc:creator>Hanny Hikmayanti Handayani</dc:creator><dc:creator>Santi Arum Puspita Lestari</dc:creator><dc:creator>Yana Cahyana</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Berdasarkan data Global Cancer Observatory Organisasi Kesehatan Dunia angka kematian kanker paru sebanyak 1.796.144 orang di seluruh dunia. Kematian akibat kanker paru di Indonesia sebanyak 30.843 pada tahun 2020. Penyakit yang dapat membunuh orang akibat keganasannya yang paling umum disebabkan oleh kanker paru mencapai 13% dari keseluruhan diagnosis kanker. Penyakit ini dapat disebabkan dari internal ataupun eksternal paru- paru. Membuat model prediksi dirasa perlu, guna mendeteksi penyakit ini lebih awal untuk menekan angka kematian yang diakibatkan oleh kanker paru. Menggunakan proses pemodelan menggunakan algoritma Random Forest, Naïve Bayes dan Decision Tree untuk memproses data tersebut. Tujuan penelitian melakukan perbandingan algoritma Random Forest, Decision Tree serta Naïve Bayes untuk memprediksi penyakit kanker paru dengan menggunakan data yang terdiri dari 26. 000 data. Data ini meliputi informasi tentang pasien, gaya hidup, dan kondisi medis, seperti umur, jenis kelamin, polusi udara, konsumsi alkohol, alergi debu, risiko genetik, penyakit paru kronis, diet seimbang, obesitas, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit lain. Tahapan pengolahan data terdiri dari, pembersihan Data, yaitu menghilangkan fitur yang tidak relevan, seperti Index dan Patient ID, dan mengubah fitur kategorikal "Level" menjadi bentuk numerik, lalu analisis Korelasi,yaitu Mengidentifikasi atribut yang memiliki korelasi tinggi, seperti "Alcohol Use", "Occupational Hazards", "Genetic Risk", dan "Chronic Lung Disease", selanjutya normalisasi data mengubah sebaran data dari empat atribut yang memiliki korelasi tinggi agar lebih mudah diproses, kemudian seleksi fitur yaitu memilih fitur penting dengan menggunakan metode chi-square, yang menunjukkan bahwa "Coughing of Blood", "Passive Smoker", dan "Obesity" memiliki score tertinggi dan dianggap sebagai fitur penting, dilanjutkan dengan pemisahan Data, yaitu membagi data menjadi 80% untuk data pelatihan dan 20% untuk data pengujian, selanjutnya pembuatan model dengan menggunakan tiga algoritma, yaitu Random Forest, Decision Tree, dan Naïve Bayes, untuk memprediksi kanker paru. Random Forest dan Decision Tree mencapai akurasi 100%, sementara Naïve Bayes mencapai akurasi 86%. Berdasarkan evaluasi penelitian yang telah dilakukan pada data penyakit kanker paru, algoritma Random Forest dan Decision Tree sangat cocok untuk prediksi data penyakit kanker paru karena mampu menghasilkan model prediksi yang baik dengan pengujian Confusion Matrix serta Learning Curve.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Universitas Muhammadiyah Kendari</dc:publisher><dc:date>2024-11-26</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.51454/decode.v4i3.779</dc:identifier><dc:identifier>10.51454/decode.v4i3.779</dc:identifier><dc:source>Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi; Vol 4 No 3 (2024); 1057-1070</dc:source><dc:source>2775-1813</dc:source><dc:source>2775-2984</dc:source><dc:relation>https://journal.umkendari.ac.id/decode/article/download/779/372</dc:relation><dc:rights>https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights></oai_dc:dc>