Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SKRINING KELAINAN REFRAKSI MATA PADA SISWA SEKOLAH DASAR MENURUT TANDA DAN GEJALA

Journal of Health Education · Vol. 1 No. 1 (2016)

ISSN
2528-2905, 2527-4252
Terbit
2016-08-11
Penerbit
Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))
Bahasa
eng

Abstrak

Skrining gangguan penglihatan (visus) dimaksudkan untuk mencegah kejadian gangguan ketajaman penglihatan yang lebih serius pada populasi risiko tinggi. Tujun skrining ini adalah mengetahui prevalensi kelainan refraksi mata dan validitas alat-alat skrining dengan membandingkan antara gold standard dengan gejala dan tanda yang dirasakan responden. Populasi skrining adalah semua anak dengan usia 6 – 11 tahun (usia sekolah dasar) yang bersekolah di Kecamatan Turi dan belum pernah didagnosis mengalami kelainan refraksi mata yang ditandai dengan sedang atau pernah memakai kacamata. Penegakan diagnosis dilakukan dengan gold standard pemeriksaan mata responden dengan alat Optotipe Snellen dan lensa coba yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Gejala tunggal mata cepat lelah mempunyai sensitivitas terbesar (77,05%), gejala tunggal bentuk benda berubah mempunyai nilai spesivisitas tertinggi (98,04%), gejala tunggal nyeri mata memiliki nilai duga positif tertinggi (31,96%), dan gejala tunggal mata cepat lelah memiliki nilai duga negatif tertinggi (99,05%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi kelainan refraksi mata di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman sebesar 2,32%. Alat skrining yang mempunyai validitas tinggi adalah gejala tunggal mata cepat lelah, gejala kombinasi mata cepat lelah dan bentuk benda berubah, gejala kombinasi nyeri mata dan bentuk benda berubah, serta gejala kombinasi mata cepat lelah dan sakit kepala.  Kata Kunci: Skrining, kelainan refraksi mata, validitas

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 142 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui3
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui3
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui2
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui1
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Seti Tyas KusumawardaniAfiliasi tidak diketahui1
Andry AkhiruyantoAfiliasi tidak diketahui1
Taufiq HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Faiqotunnuriyah FaiqotunnuriyahAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Yustika SeftianiAfiliasi tidak diketahui1
Avida FebianiAfiliasi tidak diketahui1
Afrilia Khusnul FitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Lidya AngelinaAfiliasi tidak diketahui1
Nur SiyamAfiliasi tidak diketahui1
Retno WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Eky Fadhildansyah AzharAfiliasi tidak diketahui1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui1
Zahra Amalia GardynaAfiliasi tidak diketahui1
Anna NugrahaniAfiliasi tidak diketahui1
Yemima Eka Sabat ThaniaAfiliasi tidak diketahui1
Alviar WahdaniahAfiliasi tidak diketahui1
Selva Dwi PrahastiAfiliasi tidak diketahui1
Rizki MailianaAfiliasi tidak diketahui1
Rhanindra Aviana Yumna ShafiraAfiliasi tidak diketahui1
Silvi YantiAfiliasi tidak diketahui1
Diah HasanahAfiliasi tidak diketahui1
Wita Istiqomah TristantiAfiliasi tidak diketahui1
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui1
Michael Yong Hwa ChiaAfiliasi tidak diketahui1
Sukma AnandyagunaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Royan DivaAfiliasi tidak diketahui1
Anggit Aprindrian PrehamuktiAfiliasi tidak diketahui1
Hima Sakina FirdhausyAfiliasi tidak diketahui1
Ngakan Putu Djaja SemadiAfiliasi tidak diketahui1
Nisrina Dwi RizqiAfiliasi tidak diketahui1
Susanti LestariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">SKRINING KELAINAN REFRAKSI MATA PADA SISWA SEKOLAH DASAR MENURUT TANDA DAN GEJALA</dc:title>
	<dc:creator>Fauzi, Lukman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Skrining gangguan penglihatan (visus) dimaksudkan untuk mencegah kejadian gangguan ketajaman penglihatan yang lebih serius pada populasi risiko tinggi. Tujun skrining ini adalah mengetahui prevalensi kelainan refraksi mata dan validitas alat-alat skrining dengan membandingkan antara gold standard dengan gejala dan tanda yang dirasakan responden. Populasi skrining adalah semua anak dengan usia 6 – 11 tahun (usia sekolah dasar) yang bersekolah di Kecamatan Turi dan belum pernah didagnosis mengalami kelainan refraksi mata yang ditandai dengan sedang atau pernah memakai kacamata. Penegakan diagnosis dilakukan dengan gold standard pemeriksaan mata responden dengan alat Optotipe Snellen dan lensa coba yang dilakukan oleh dokter spesialis mata. Gejala tunggal mata cepat lelah mempunyai sensitivitas terbesar (77,05%), gejala tunggal bentuk benda berubah mempunyai nilai spesivisitas tertinggi (98,04%), gejala tunggal nyeri mata memiliki nilai duga positif tertinggi (31,96%), dan gejala tunggal mata cepat lelah memiliki nilai duga negatif tertinggi (99,05%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi kelainan refraksi mata di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman sebesar 2,32%. Alat skrining yang mempunyai validitas tinggi adalah gejala tunggal mata cepat lelah, gejala kombinasi mata cepat lelah dan bentuk benda berubah, gejala kombinasi nyeri mata dan bentuk benda berubah, serta gejala kombinasi mata cepat lelah dan sakit kepala.   Kata Kunci: Skrining, kelainan refraksi mata, validitas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))</dc:publisher>
	<dc:date>2016-08-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jhealthedu/article/view/9843</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Health Education; Vol 1 No 1 (2016)</dc:source>
	<dc:source>2528-2905</dc:source>
	<dc:source>2527-4252</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jhealthedu/article/view/9843/6790</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Journal of Health Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>