Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGEMBANGAN INDIKATOR SEKOLAH TANGGUH DBD

Journal of Health Education · Vol. 3 No. 1 (2018) · hlm. 46–57

DOI
10.15294/jhe.v3i1.19835
ISSN
2528-2905, 2527-4252
Terbit
2018-09-19
Penerbit
Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))
Bahasa
eng

Abstrak

Latar belakang: Puskesmas Rowosari adalah puskesmas dengan IR DBD tertinggi di Kecamatan Tembalang. Penderita DBD pada tahun 2014 sampai 2016 mengalami peningkatan dan sebagian besar terjadi pada anak sekolah. Berdasarkan data pemantauan jentik, ditemukan 8 sekolah positif jentik di bak mandi, ember, dan penampung limbah kulkas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rancangan indikator Sekolah Tangguh DBD. Metode: Metode Research and Development pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist, lembar validasi, lembar angket dan pedoman wawancara. Analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil: Indikator telah divalidasi oleh ahli dengan rata-rata penilaian 82,58 % yang artinya telah teruji dan dapat dilanjutkan. Uji coba skala kecil dilakukan pada 2 sekolah dasar dengan rata-rata 90,62 % yang artinya layak digunakan sebagai instrumen penilaian Sekolah Tangguh DBD. Hasil menunjukkan dari 15 sekolah dasar rata-rata penilaian Sekolah Tangguh DBD sebesar 72,53 % (kategori rawan risiko rendah DBD). Temuan untuk masing- masing indikator yaitu sarana dan prasarana 73%, praktik PSN 54%, keberadaan jumantik 70,67 %, kebijakan sekolah 82%, dan dukungan operasional 78,33%. Simpulan: Rancangan indikator Sekolah Tangguh DBD dalam penelitian ini meliputi sarana dan prasarana, praktik PSN, keberadaan jumantik, kebijakan sekolah dan dukungan operasional.

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 85 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Oktia Woro Kasmini HandayaniAfiliasi tidak diketahui4
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui2
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui2
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui2
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui2
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui2
Eko FaridaAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui2
Janu PurwonoAfiliasi tidak diketahui1
Novan Esma RozantoAfiliasi tidak diketahui1
Imaduddin Zaid HarviyantoAfiliasi tidak diketahui1
Galuh Nita PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Titik Nur IdayaniAfiliasi tidak diketahui1
Fitriyana FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Mahendrasari SukendraAfiliasi tidak diketahui1
Igadhini VitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Komala Dewi SetiowatiAfiliasi tidak diketahui1
Halimah Tri UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Audiva Cahya AsriAfiliasi tidak diketahui1
Melly OctaviyaniAfiliasi tidak diketahui1
Pradita NurmaliaAfiliasi tidak diketahui1
Rahina Esti NirwanaAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Latifatul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Adzillatin 'Alal Mu'miniinaAfiliasi tidak diketahui1
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Maulina IstighfarohAfiliasi tidak diketahui1
Zahra Amalia GardynaAfiliasi tidak diketahui1
Anna NugrahaniAfiliasi tidak diketahui1
Cahyani Wulan SuciAfiliasi tidak diketahui1
Adzra Syifa AndhiniAfiliasi tidak diketahui1
Akhmad Samsu DukhaAfiliasi tidak diketahui1
Citra Indah SariAfiliasi tidak diketahui1
Raudya Kamillia InsaniAfiliasi tidak diketahui1
Sipa AlfitrianAfiliasi tidak diketahui1
Vicky Vidira Sukma JeniAfiliasi tidak diketahui1
Azizul Wildan RamadhaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jhealthedu/oai, pertama di-harvest 6 Nov 2026, terakhir terlihat 6 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGEMBANGAN INDIKATOR SEKOLAH TANGGUH DBD</dc:title>
	<dc:creator>Prisklatiwi, Rengganis</dc:creator>
	<dc:creator>Windraswara, Rudatin</dc:creator>
	<dc:creator>Budiono, Irwan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> Latar belakang : Puskesmas Rowosari adalah puskesmas dengan IR DBD tertinggi di Kecamatan Tembalang. Penderita DBD pada tahun 2014 sampai 2016 mengalami peningkatan dan sebagian besar terjadi pada anak sekolah. Berdasarkan data pemantauan jentik, ditemukan 8 sekolah positif jentik di bak mandi, ember, dan penampung limbah kulkas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rancangan indikator Sekolah Tangguh DBD.
Metode : Metode Research and Development pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist, lembar validasi, lembar angket dan pedoman wawancara. Analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis kualitatif.&amp;nbsp;
Hasil: Indikator telah divalidasi oleh ahli dengan rata-rata penilaian 82,58 % yang artinya telah teruji dan dapat dilanjutkan. Uji coba skala kecil dilakukan pada 2 sekolah dasar dengan rata-rata 90,62 % yang artinya layak digunakan sebagai instrumen penilaian Sekolah Tangguh DBD. Hasil menunjukkan dari 15 sekolah dasar rata-rata penilaian Sekolah Tangguh DBD sebesar 72,53 % (kategori rawan risiko rendah DBD). Temuan untuk masing- masing indikator yaitu sarana dan prasarana 73%, praktik PSN 54%, keberadaan jumantik 70,67 %, kebijakan sekolah 82%, dan dukungan operasional 78,33%.
Simpulan : Rancangan indikator Sekolah Tangguh DBD dalam penelitian ini meliputi sarana dan prasarana, praktik PSN, keberadaan jumantik, kebijakan sekolah dan dukungan operasional .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))</dc:publisher>
	<dc:date>2018-09-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jhealthedu/article/view/19835</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jhe.v3i1.19835</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Health Education; Vol 3 No 1 (2018); 46-57</dc:source>
	<dc:source>2528-2905</dc:source>
	<dc:source>2527-4252</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jhe.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jhealthedu/article/view/19835/11556</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Journal of Health Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>