Jurnal
Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019
Journal of Indonesian History · Vol. 10 No. 1 (2021) · hlm. 77–85
- ISSN
- 2549-0370, 2252-6633
- Terbit
- 2021-08-06
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Semarang merupakan tempat pendatang bagi warga asing maupun warga lokal pulau Jawa sendiri, sehingga memunculkan akulturasi dan asimilasi dari berbagai aspek, tak terkecuali kuliner. Salah satu hasil budaya kulinernya yaitu wingko babat. Wingko babat merupakan kuliner khas Semarang yang semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi sebab munculnya wingko-wingko merek lain. Namun, seiring berjalannya waktu, kuliner tradisional mulai kurang diminati. Sehingga perlu adanya upaya konservasi agar keberadaan wingko sebagai makanan tradisional tetap eksis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah: Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa sejarah awal kuliner wingko di Semarang telah ada sejak tahun 1946. Keberadaan wingko babat sejak tahun 1946 merupakan awal pemicu berdirinya produsen-produsen wingko babat di Semarang. Namun, seiring dengan perkembangan selera makan masyarakat, hal tersebut mendorong upaya pemerintah, wirausahawan, lingkungan akademisi serta masyarakat lokal Semarang untuk melestarikan wingko babat agar tetap eksis di kalangan millenial. Upaya tersebut, antara lain: mengadakan event kuliner, inovasi pada produksi wingko, mengadakan program penelitian, serta lebih mengutamakan mengkonsumsi wingko.
Jaringan kolaborasi para penulis
21 penulis · 31 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Halu Oleo
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Hamdan Tri Atmaja | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Abdul Muntholib | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Luluk Maknunah Fahruddin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bambang Rakhmanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Cahyo Budi Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Exsan Ali Setyonugroho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahra Fitri Ainiyyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aulia Gita Fitriani Nur Azizah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Chengxu Sun | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Nurjanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novianan Afiqoh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sofnia Nurul Mahmudah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Yusuf | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Tsabit Azinar Ahmad | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Riri Saputri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Diska Meizi Arinda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nina Witasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Resti Eka Prastiwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Friska Candra Dewi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.